Stroke Perinatal dan Epilepsy Pada Bayi

Dipublish tanggal: Jun 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Stroke Perinatal dan Epilepsy Pada Bayi

Stroke perinatal didefinisikan sebagai stroke yang terjadi selama kehidupan janin atau neonatus  saat bayi masih di dalam kandungan dengan usia kehamilan 28 minggu, hingga 28 hari setelah kelahiran disertai dengan bukti patologis atau radiologis infark arteri arterial otak. 

Stroke perinatal merupakan penyebab kecacatan neurologis yang paling sering seperti cerebral palsy, epilepsi, dan kelainan kognitif.

Pada bayi baru lahir, umumnya tidak sama seperti orang dewasa. Stroke perinatal biasanya tidak memiliki tanda-tanda klinis yang memungkinkan untuk mendiagnosis stroke perinatal. Diagnosis yang tepat biasanya hanya bertumpu pada pemeriksaan neuroimaging.

Stroke merupakan penurunan atau hilangnya kesadaran secara tiba-tiba, dan hilangnya sensasi yang disebabkan oleh pecah atau terhalangnya pembuluh darah di otak. Stroke umumnya lebih sering terjadi pada orang dewasa, dan menjadi semakin meningkat pada bayi baru lahir dan anak-anak.

Sekitar 70% dari bayi yang menderita stroke perinatal berlanjut dengan kondisi epilepsi pada anak. Meskipun demikian, dengan pengobatan yang tepat dan tindak lanjut oleh seorang ahli saraf anak, lebih dari 60% dari bayi dengan kondisi tersebut menjadi bebas dari kondisi kejang selama bertahun-tahun.

Hubungan antara Stroke Perinatal dan Epilepsy

Epilepsi merupakan gangguan neurologis di mana kejang berulang terjadi yang tidak dapat berhubungan dengan penyebab spesifik lainnya. Kejang, serta timbulnya epilepsi, dapat terjadi setelah stroke. Mengalami kejang setelah stroke tidak selalu berarti seseorang menderita epilepsi. 

Namun, jika kejang kronis dan berulang merupakan akibat dari stroke, maka penderita stroke dapat didiagnosis dengan epilepsi.

Sebuah cedera permanen pada otak yang disebabkan oleh stroke dapat menjadi penyebab kejang yang berulang (misalnya, epilepsi). Bahkan, stroke perinatal dianggap sebagai penyebab paling umum nomor dua dari kejang perinatal

Ketika tanda-tanda peringatan stroke tidak hadir dengan jelas, kejang dapat mengindikasikan bahwa seseorang mengalami stroke, terutama pada anak-anak dan bayi.

Penyebab dan faktor resiko Stroke saat bayi masih dalam kandungan

Dalam sejumlah besar kasus, tidak ada penyebab yang dapat ditemukan mengenai terjadinya stroke perinatal. Namun, sejumlah faktor risiko yang terkait dengan ibu dan janin telah diidentifikasi yaitu:

  • Antenatal / terkait kehamilan: Hipertensi pada ibu, restriksi pertumbuhan dalam uterus, ibu hamil yang diabetes.
  • Perinatal (sekitar kelahiran): Seksio sesarea, bantuan persalinan mis. forceps dll, asfiksia lahir (kekurangan oksigen atau kelebihan karbon dioksida), trauma lahir / cedera.
  • Setelah lahir: Gangguan jantung, hipertensi paru (tekanan darah tinggi di paru-paru), infeksi, kelainan darah dengan kecenderungan menggumpal.

Tanda dan gejala Stroke Perinatal

  • Bayi yang baru lahir mungkin akan menunjukkan tanda-tanda awal stroke.
  • Tanda awal yang paling umum adalah kejang. Anda mungkin memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
  • Kedutan wajah, sentakan lengan, atau kaki yang berirama
  • Nafas yang terhenti sambil menatap
  • Ketika anak Anda bertambah besar, Anda mungkin memperhatikan gejala-gejala fisik sebagai berikut:
  • Gerakan atau kelemahan yang menurun di salah satu sisi tubuh
  • Kejang

Perkembangan dari Stroke Perinatal

Ada dua jenis stroke perinatal: presentasi akut dan tertunda. 

Pada presentasi akut stroke perinatal, gejala neurologis terjadi sebelum 28 hari kehidupan; sedangkan dalam presentasi yang tertunda, anak-anak tetap normal secara neurologis sampai usia 4 hingga 8 bulan ketika mereka memiliki hemiparesis (kelemahan otot atau hilangnya sebagian fungsi di satu sisi tubuh).

Pengobatan Stroke Perinatal

Pengobatan stroke perinatal sebagian besar bertujuan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah lebih lanjut. Pengobatan tersebut dilakukan dengan cara memberikan heparin yang tidak terfraksi atau heparin dengan berat molekul rendah. 

Diagnosis yang tertunda membatasi pilihan pengobatan pada fase awal pada proporsi anak.

Fakta- fakta mengenai Stroke Perinatal

  • Mayoritas stroke pediatrik terjadi pada periode perinatal.
  • Pada sebagian besar stroke perinatal, penyebabnya masih tidak dapat ditemukan.
  • Ketika stroke mempengaruhi bayi yang baru lahir, gejalanya mungkin tidak muncul sampai usia 4 hingga 8 bulan dalam bentuk gerakan tubuh yang menurun atau kelemahan satu sisi tubuh.
  • Cerebral Palsy (CP) mengacu pada kesulitan motorik (gerakan fisik) yang dihasilkan dari kelainan atau cedera pada otak sebelum atau sekitar waktu kelahiran. Oleh karena itu, untuk stroke, istilah CP hanya berlaku untuk stroke perinatal.
  • Stroke iskemik arteri perinatal adalah bentuk stroke paling umum pada anak-anak.
  • Empat puluh persen bayi dengan stroke dini tidak memiliki gejala dan stroke dikenali kemudian dengan keterlambatan dalam pergerakan, perkembangan, pembelajaran, atau kejang.
  • Stroke terjadi sesering tumor otak pada anak-anak.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Risk of Later Seizure After Perinatal Arterial Ischemic Stroke: A Prospective Cohort Study. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3103276/)
Perinatal stroke and the risk of developing childhood epilepsy. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2570344/)
Neonatal seizures triple the risk of a remote seizure after perinatal ischemic stroke. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4898314/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app