Sistokel: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 23, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 833.653 orang

Sama seperti organ tubuh lainnya, kandung kemih rentan rentan terkena penyakit. Kebanyakan orang, khususnya wanita, menganggap bahwa organ ini hanya rentan mengalami infeksi saluran kemih. Padahal ada penyakit lain yang juga perlu diwaspadai oleh para wanita, yaitu sistokel.

Apa itu sistokel?

Sistokel merupakan kondisi terjadinya penurunan kandung kemih akibat lemahnya dinding antara kandung kemih dan vagina. Penyakit sistokel umumnya disebabkan oleh penurunan hormon estrogen pada wanita.

Ketika kadar estrogennya menurun, maka otot-otot di sekitar vagina jadi melemah. Ini menyebabkan penonjolan otot-otot kandung kemih yang mengarah keluar menuju lubang vagina. 

Mengenai sistokel

Derajat keparahan

Sistokel dibedakan menjadi 3 derajat sesuai tingkat keparahannya.

  • Sistokel derajat 1: Terjadi sedikit penonjolan kandung kemih ke arah liang vagina, sifatnya ringan
  • Sistokel derajat 2: Penonjolan yang sudah turun mencapai mulut vagina, sifatnya sedang
  • Sistokel derajat 3: Sistokel bersifat berat dengan posisi sebagian kandung kemih sudah menonjol hingga keluar vagina.
  • Sistokel derajat 4: Kandung kemih yang turun seluruhnya hingga keluar vagina

Penyebab

Sistokel banyak ditemukan pada wanita pascamenopause atau di atas 50 tahun. Selain terkait usia, tekanan besar akibat penurunan kandung kemih juga disebabkan oleh pengaruh aktivitas seperti:

  • Mengangkat beban berat
  • Sembelit
  • Obesitas 
  • Penyakit paru obstruktif kronis
  • Batuk yang terlalu kencang
  • Konstipasi

Terjadinya sistokel juga disebabkan oleh beberapa faktor resiko antara lain:

  • Riwayat genetik
    Kaitan riwayat pada penderita sistokel dari keluarga sebelumnya
  • Usia
    Semakin bertambah usia, semakin besar risiko terjadinya sistokel
  • Histerektomi
    Riwayat operasi pengangkatan rahim yang pernah dilakukan

Gejala

Gejala pada sistokel dinilai melalui derajat yang dialami saat ini. Pada gejala sistokel derajat 1, penderita tidak mengalami gejala yang signifikan. 

Kondisi yang dibiarkan dapat bertambah parah dan menimbulkan gejala. Tanda dan gejala sistokel yang dapat dirasakan antara lain:

  • Nyeri di perut bawah, punggung, dan sekitar vagina
  • Rasa tidak nyaman di dalam vagina saat bersin, batuk, dan mengangkat berat
  • Terasa adanya benjolan di dalam vagina saat sedang duduk
  • Kesulitan saat mulai berkemih
  • Gangguan pengosongan kandung kemih
  • Kencing tidak tuntas
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual

Pencegahan sistokel

Terdapat beberapa cara untuk mencegah terjadinya sistokel, terutama di usia tua, antara lain:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Makan makanan berserat dan banyak minum air putih, sehingga dapat mencegah konstipasi
  • Hindari mengejan (ngeden) saat BAB
  • Hindari mengangkat beban terlalu berat
  • Kendalikan gejala batuk dengan minum obat atau memakai penutup mulut apabila disebabkan oleh alergi

Pengobatan sistokel

Terdapat beberapa pemeriksaan yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit sistokel. Dokter akan menanyakan apa saja gejala yang dirasakan, sejak kapan gejala tersebut muncul, dan riwayat penyakit yang berkaitan dengan terjadinya sistokel. 

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menunjang diagnosis antara lain:

USG

USG kandung kemih merupakan alat yang dapat mendeteksi adanya kelainan pada kandung kemih dengan memantulkan gelombang suara melalui transducer sehingga dapat merekam kondisi kandung kemih serta dapat melihat sisa urin yang terperangkap akibat penurunan kandung kemih.

Sistokopi

Pemeriksaan sistokopi dilakukan dengan memasukan kamera kecil ke dalam kandung kemih untuk  melihat kondisi atau adanya kelainan dari dalam.

Sistouretrogram

Sistouretrogram merupakan prosedur medis yang menggunakan x-ray untuk melihat bentuk kandung kemih.

Dasar pengobatan pada penyakit sistokel dilihat dari tingkat keparahan dan gejala. Pada penderita sistokel ringan, sebaiknya hindari mengangkat beban terlalu berat selama beraktivitas. 

Mengendalikan aktivitas sehari-hari menjadi cara terbaik untuk mencegah gejala sistokel semakin buruk. Terapi fisik dengan senam Kegel dapat memperbaiki kekuatan otot vagina dan otot panggul.

Apabila ditemukan sistokel derajat sedang hingga berat, maka terapi operasi kolporapi anterior. Operasi ini dilakukan untuk mengencangkan dinding dan otot vagina dan mengembalikan kandung kemih ke posisi semula.

Selain operasi, terapi simulasi listrik berguna untuk merespon otot-otot vagina dan panggul bawah. Simulasi listrik tersebut akan merangsang kontraksi dan menguatkan otot.

Terapi lainnya berupa terapi penggantian hormon estrogen. Jenis terapi ini umumnya diberikan pada wanita pascamenopause dengan menurunkan kadar estrogen. Semakin normal kadar estrogen, maka otot-otot dinding vagina berangsur-angsur menguat dan mencegah penurunan kandung kemih.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit