Siku Terasa Nyeri Parah? Waspada Cedera Siku Hiperekstensi!

Dipublish tanggal: Agu 8, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Siku Terasa Nyeri Parah? Waspada Cedera Siku Hiperekstensi!

Apa itu Cedera Siku Hiperekstensi?

Cedera Siku hiperekstensi terjadi ketika sendi siku tertekuk ke arah luar (ekstensi) rentang gerak normal. Jenis cedera ini dapat merusak ligamen dan tulang siku dan juga dapat menyebabkan siku Anda terkilir.

Siku hiperekstensi dapat terjadi pada siapa saja, tetapi kondisi ini paling umum terjadi di antara para pemain olahraga yang memerlukan kontak fisik, seperti sepak bola, judo, atau tinju. Pesenam, pemain tenis, dan atlet angkat besi juga rentan mengalami jenis cedera ini.

Iklan dari HonestDocs
Fisioterapi Pasca Stroke 5 Kali Visit di NK Health

Untuk Pemulihan Pasien, pasca pemulihan dari rawat inap stroke. Latihan termasuk Anamnesa dan Tes Khusus, dengan terapi Bobath Method, Breathing Exercise, PNF (Procioceptive Neuromuscular Stabilization), Modality dan Exercise Therapy. Paket in untuk single visit (5x) dan tidak termasuk konsultasi dokter & Pemeriksaan Penunjang ( Rontgen, MRI, CT-Scan).

Fisioterapi pasca stroke 1x visit di nk health

Penyebab dan faktor risiko

Siku hiperekstensi biasanya terjadi ketika salah satu sendi pada siku (dikenal secara medis sebagai sendi humeroulnar) membengkok ke belakang. Tentu saja posisi ini adalah gerakan yang berada di luar rentang gerak normal.

Kemungkinan besar kondisi ini terjadi ketika seseorang:

  • Terlibat dalam olahraga kontak fisik, termasuk tinju dan sepak bola
  • Melakukan jenis aktivitas fisik tertentu seperti angkat besi
  • menahan  diri dengan tangan terentang saat terjatuh.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hiperekstensi siku meliputi:

  • Keterlibatan dalam kegiatan olahraga dan latihan lainnya yang meningkatkan kemungkinan terjadinya cedera traumatis pada siku.
  • Usia lanjut: Tulang dan ligamen menjadi lebih lemah seiring bertambahnya usia, sehingga lebih mudah mengalami dislokasi pada persendian.
  • Riwayat cedera: Cidera siku sebelumnya dapat membuat persendian lebih lemah dari biasanya, sehingga meningkatkan risiko terjadinya cedera kembali.

Apa saja gejala Siku Hiperekstensi?

Suara letupan seperti “pop” dapat membantu membedakan cedera akibat kondisi siku lainnya, seperti tennis elbow. Tanda-tanda lain yang mungkin muncul akibat cedera siku ini termasuk:

Cedera parah dapat menyebabkan kelainan pada siku atau berkurangnya sirkulasi pada lengan dan tangan yang terkena.

Bagaimana cara mencegah terjadinya Cedera Siku Hiperekstensi?

Tidak semua kasus siku hiperekstensi dapat dicegah, seperti yang disebabkan oleh kecelakaan yang tidak dapat diduga.

Iklan dari HonestDocs
Fisioterapi Sakit Leher 5 Kali Visit Di NK Health

Untuk pemulihan pasien yang mengalami keluhan pada leher, seperti tightness pada otot-otot sekitar leher sampai ke pundak, timbul gejala neurologis yang terjadi pada penjalaran saraf cervical pada vertebrae dengan menggunakan exercise dan manipulasi. Paket in untuk single visit (5x) dan tidak termasuk konsultasi dokter & Pemeriksaan Penunjang (Rontgen, MRI, CT-Scan).

Fisioterapi sakit leher 5x visit di nk health

Menggunakan teknik yang tepat saat melakukan kegiatan olahraga tertentu dapat mengurangi resiko terjadinya cedera. Selain itu menggunakan alat perlindungan diri juga dapat membantu terhindar dari cedera ini.

Penting untuk menghindari terjadinya cedera hiperekstensi berulang karena beberapa penelitian menunjukkan cedera berulang dapat menyebabkan perubahan patologis pada tulang dan sendi.

Bagaimana penanganan Cedera Siku Hiperekstensi?

Diagnosa

Seorang dokter biasanya akan menggali dalam mengenai riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik lengan untuk menegakkan diagnosis siku yang mengalami hiperekstensi.

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan meminta orang yang mengalami cedera untuk memegang lengan pada posisi yang berbeda, dengan siku ditekuk pada sudut yang berbeda. Dokter juga akan mencari tanda-tanda memar atau bengkak.

Untuk menegakkan diagnosa, dokter akan melakukan pemeriksaan seperti magnetic resonance imaging (MRI) atau pemeriksaan X-ray, untuk memeriksa kerusakan pada jaringan lunak atau tulang.

Pengobatan

Pengobatan untuk mengatasi siku yang hiperekstensi melibatkan pengelolaan gejala dan memberikan waktu agar sendi dapat pulih. Perawatan awal dapat dilakukan dengan metode RICE:

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1
  • Rest , mengistirahatkan area yang mengalami cedera
  • Ice, memberikan kompres dingin pada area yang mengalami cedera untuk mengurangi peradangan
  • Compression, memberikan penekanan pada area yang mengalami cedera.
  • Elevation, mengangkat bagian lengan yang mengalami cedera agar setinggi jantung untuk mengurangi aliran darah dan mengurangi pembengkakan pada area yang mengalami cedera.

Permberian Obat Pereda Nyeri

Beberapa obat anti-inflamasi yang dijual bebas dapat mengurangi pembengkakan dan rasa sakit contohnya :

Pennyangga Siku

Seseorang mungkin memilih untuk memakai penyangga siku untuk mengurangi pergerakan pada lengan dan sendi siku untuk mempercepat masa penyembuhan.

Biasanya brace dapat digunakan untuk beberapa hari pertama setelah mengalami cedera. Namun, mereka harus melakukan pemeriksaan rutin saat menggunakan brace, karena dokter biasanya tidak merekomendasikan penggunaan brace jangka panjang .

Operasi

Kasus siku hiperekstensi yang parah mungkin memerlukan pembedahan, terutama jika terbukti adanya kerusakan pada tulang atau ligamen di sekitarnya. Pasca menjalani operasi, Anda mungkin perlu memakai brace dan menjalani sesi perawatan dengan physiotherapist.

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Nebojsa, Popovic & Lemaire, Roger. (2003). Hyperextension trauma to the elbow: Radiological and ultrasonographic evaluation in handball goalkeepers. British journal of sports medicine. 36. 452-6. 10.1136/bjsm.36.6.452.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/11015674_Hyperextension_trauma_to_the_elbow_Radiological_and_ultrasonographic_evaluation_in_handball_goalkeepers)
Mclauchlan, George & Walker, C. & Cowan, B & Robb, J & Prescott, Robin. (1999). Extension of the elbow and supracondylar fractures in children. The Journal of bone and joint surgery. British volume. 81. 402-5. 10.1302/0301-620X.81B3.9194.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/12447209_Extension_of_the_elbow_and_supracondylar_fractures_in_children)
King, Mark & Yeadon, Maurice. (2012). Quantifying Elbow Extension and Elbow Hyperextension in Cricket Bowling: A case study of Jenny Gunn. Journal of sports sciences. 30. 937-47. 10.1080/02640414.2012.682082.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/224877570_Quantifying_Elbow_Extension_and_Elbow_Hyperextension_in_Cricket_Bowling_A_case_study_of_Jenny_Gunn)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app