Naproxen: Obat Untuk Mengobati Rasa Nyeri

Update terakhir: Feb 5, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 310.327 orang

Definisi

Naproxen adalah obat NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drug). Naproxen bekerja dengan menurunkan hormon yang menyebabkan peradangan dan nyeri pada tubuh. Naproxen digunakan untuk mengatasi rasa nyeri atau peradangan yang disebabkan karena arthtitis, ankylosing sponfylitis, tenditis, bursitis, gout atau kram perut akibat datang bulan. Tablet Naproxen lambat lepas adalah bentuk Naproxen yang bekerja secara perlahan, yang digunakan untuk mengobati kondisi kronis seperti arthritis atau ankylosin spondylitis. Naproxen bentuk tablet lepas lambat tidak bekerja dengan cepat untuk mengobati rasa nyeri akut.

Ketersediaan Naproxen

Naproxen tersedia dalam dua tipe, naproxen biasa dan naproxen sodium, Naproxen biasa berbentuk tablet yang lepas langsung, lepas lambat atau suspensi yang diminum. Naproxen sodium berbentuk tablet lepas langsung dan lepas lambat. Naproxen juga tersedia sebagai obat yang dijual bebas.

Indikasi Penggunaan Naproxen

Pemberian resep naproxen berbentuk tablet minum digunakan untuk mengobati rasa nyeri dan radang pada kondisi yang bervariasi. Naproxen dikonfirmasi dapat mengobati:

  • Rheumatoid arthritis
  • Osteoarthritis
  • Ankylosing spondylitis
  • Juvenile Arthritis
  • Rasa nyeri akibat datang bulan
  • Tendonitis
  • Bursitis
  • Gejala gout

Efek Samping Naproxen

Segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami tanda reaksi alergi karena menggunakan naproxen seperti: bersin-bersin, hidung yang meler atau mampet, nafas berdecit atau sulit bernafas, bintik-bintik merah pada kulit, bengkak pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan. Segera dapatkan bantuan medis apabila Anda mengalami gejala serangan jantung atau stroke seperti: nyeri di dada yang menyebar ke rahang atau pundak, mati rasa atau lemas pada salah satu bagian tubuh secara mendadak, cadel saat berbicara, merasa nafas pendek.

Hentikan penggunaan naproxen dan hubungi dokter apabila Anda mengalami:

  • Nafas yang pendek;
  • Bengkak atau berat badan meningkat secara cepat;
  • Tanda-tanda awal dari ruam kulit, meskipun ringan;
  • Tanda pendarahan pada perut – feses yang berdarah atau berwarna kehitaman, batuk-batuk darah atau muntah seperti bubuk kopi;
  • Masalah hati – mual-mual, rasa nyeri pada perut bagian atas, gatal-gatal, merasa lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urin yang gelap, feses yang berwarna seperti lempung, penyakit kuning (bagian putih mata menjadi kuning);
  • Masalah ginjal – buang air kecil yang sedikit atau tidak sama sekali, rasa nyeri atau kesulitan pada saat buang air kecil, bengkak pada kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah atau nafas pendek;
  • Sel darah merah yang rendah (anemia) – kulit yang pucat, merasa tubuh ringan atau nafas oendek, denyut jantung yang cepat, kesulitan berkonsentrasi; atau
  • Reaksi pada kulit yang parah – demam, radang tenggorokan, bengkak pada wajah atau lidah, rasa terbakar pada mata, nyeri pada kulit yang diikuti dengan ruam kulit kemerahan atau kebiruan yang menyebar (terutama pada wajah atau tubuh bagian atas) dan menyebabkan lecet dan mengelupas.

Efek samping naproxen yang umum antara lain:

  • Sembelit, nyeri ulu hati, nyeri perut, mual-mual
  • Sakit kepala, pusing, mengantuk
  • Memar, gatal, ruam
  • Bengkak
  • Telinga yang berdenging

Cara menggunakan Naproxen

Bacalah petunjuk yang diberikan oleh farmasis sebelum menggunakan naproxen dan setiap kali Anda mendapatkan refil. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan pada dokter atau farmasis. Minum naproxen dari mulut sesuai dengan arahan dari dokter, biasanya dua hingga 3 kali sehari dengan air kira-kira 240 mililiter. Jangan berbaring setidaknya untuk 10 menit setelah meminum naproxen. 

Untuk mencegah maag, minum naproxen bersama dengan susu, makanan atau antasida. Pemberian dosis disesuaikan dengan kondisi medis dan respon Anda terhadap pengobatan. Untuk mengurangi risiko mengalami pendarahan perut dan efek samping lainnya, gunakan naproxen dengan jumlah dosis yang paling rendah untuk beberapa saat. Jangan meningkatkan dosis atau meminum naproxen melebihi apa yang diarahkan. 

Pada kondisi arthritis yang masih berlangsung, lanjutkan penggunaan naproxen sesuai dengan arahan dari dokter. Untuk kondisi tertentu, seperti arthritis, membutuhkan waktu sekitar dua minggu dengan meminum naproxen secara rutin untuk agar Anda dapat merasakan manfaatnya secara penuh. Jika Anda menggunakan naproxen pada butuh (bukan pemakaian rutin), ingatlah bahwa obat nyeri bekerja dengan lebih baik jika digunakan pada saat tanda nyeri awal terjadi. Jika Anda menunggu hingga nyeri memburuk, naproxen tidak akan bekerja dengan baik.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit