Gerakan Yoga yang Patut Diwaspadai oleh Orang dengan Osteoporosis

Dipublish tanggal: Jun 19, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit
Gerakan Yoga yang Patut Diwaspadai oleh Orang dengan Osteoporosis

Yoga dikenal sebagai salah satu olahraga yang baik untuk memperkuat tulang. Selain itu, yoga juga dikenal baik untuk kesehatan mental sebagai manfaat dari meditasi. 

Meskipun dikenal baik untuk kesehatan, namun ternyata ada beberapa gerakan yoga yang tidak disarankan bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti osteoporosis atau osteopenia. Hal ini karena ada beberapa gerakan yoga bisa menyebabkan cedera tertentu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Gerakan yoga bisa mencederai tulang

Osteoporosis adalah satu kondisi dimana kepadatan tulang berkurang dan menyebabkan tulang rapuh dan keropos. Oleh karenanya penderita osteoporosis mempunyai resiko patah tulang yang tinggi.

 Selain itu, osteopenia adalah satu kondisi dimana tulang kehilangan massa dan lama-kelamaan menjadi melemah. Kondisi ini biasanya disebabkan karena kekurangan kalsium.

Sebuah studi dilakukan pada 89 orang untuk mengetahui hubungan antar resiko yoga dan osteoporosis. Dalam penelitian tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok orang yang belum mahir dalam yoga dan kelompok lainnya adalah profesional yoga. 

Namun semua pesertanya mempunyai kesamaan yaitu memiliki sakit leher, bahu, punggung, pinggul, dan lutut.

Berdasarkan penelitian tersebut, ditemukan bila 12 pose yoga menjadi penyebab atau memperparah rasa sakit tersebut. Selain itu, hampir sebagain besar posisi menjadi pemicu munculnya rasa sakit. 

Hasil penelitan juga menunjukkan ada tiga cedera besar yang dialami akibat yoga, yaitu cedera jaringan lunak, tulang, dan sendi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Dari penelitian diatas bisa disimpulkan bila pose yoga tertentu bisa memicu 29 jenis cedera tulang termasuk menurunnya fungsi cakram tulang belakang, patah tulang, hingga tulang belakang lepas. Hal ini karena pose yoga bisa memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang.

Gerakan yoga yang harus dihindari oleh pasien osteoporosisi

Meskipun tidak semua gerakan yoga menimbulkan cedera, namun berikut ini beberapa yoga yang sebaiknya dihindari penderita osteoporosis dan osteopenia.

  • Seated twist

Pose seated twist ini dilakukan sambil duduk bersila kemudian memutas salah satu sisi badan ke arah samping. Gerakan yoga ini cukup berbahaya untuk dilakukan mereka yang mengidap osteopenia dan osteoporosis. Hal ini karena pose seated twist ini cenderung meningkatkan tekanan pada tulang belakang. 

Sehingga tulang yang sudah melemah dan keropos akibat osteopenia dan osteoporosis menjadi cenderung mudah patah.

  • Boat

Pose boat ini diawali pada posisi duduk sambil mengangkat tubuh ke atas dan bawah hingga membentuk huruf ‘V’. Bagi orang yang tidak memiliki kekuatan inti tubuh sebaiknya tidak melakukan gerakan yoga ini agar tidak mencederai tulang belakang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20
  • Seated forward fold

Gerakan yoga yang satu ini dilakukan dengan posisi duduk, tangan dan kaki lurus ke depan. Meskipun gerakan yoga ini bisa meningkatkan fleksibilitas tubuh namun untuk penderita osteoporosis dan osteopenia, gerakan yoga ini bisa mambahayakan punggung bagian bawah. 

Oleh sebab itu pilihlah gerakan yoga yang mempunyai resiko cedera tulang rendah bila Anda mengidap osteoporosis dan osteopenia.

  • Downward dog

Gerakan ini adalah salah satu gerakan berbahaya untuk penderita osteoporosis karena bisa memicu cedera parah bila dilakukan dengan cara yang tidak benar. Pose downward dog ini dikhawatirkan bisa menyebaban patah tulang belakang.

  • Plow

Gerakan yoga ini dilakukan dengan cara berbaring telentang kemudian mengangkat pinggung ke langit-langit. Pose yoga ini cukup berbahaya karena beresiko mencederai tulang belakang, leher, dan juga punggung bagian bawah. Oleh karena itu sebaiknya gerakan ini dihindari agar kesehatan tulang tetap terjaga.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Yoga: Methods, types, philosophy, and risks. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/286745.php)
13 Benefits of Yoga That Are Supported by Science. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/13-benefits-of-yoga)
Yoga Health Benefits: Flexibility, Strength, Posture, and More. WebMD. (https://www.webmd.com/balance/guide/the-health-benefits-of-yoga)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Kekurangan Vitamin D Membuat Usia Tulang Menjadi Prematur
Kekurangan Vitamin D Membuat Usia Tulang Menjadi Prematur

Kekurangan vitamin D dan kalsium dapat menyebabkan tulang lunak, tipis, rapuh — suatu kondisi yang dikenal sebagai rakhitis pada anak-anak dan osteoporosis pada orang dewasa. Lebih dari 40 juta orang menderita osteoporosis atau massa tulang rendah, menurut National Institutes of Health (NIH).

Buka di app