Kenali Preeklamsia Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: Apr 22, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.011.587 orang

Preeklamsia - Definisi, Gejala dan Pengobatan

Apa itu Preeklamsia?

Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi pada suatu masa kehamilan, yaitu berupa peningkatan tekanan darah ibu hamil tersebut, dangt;dapat disertai juga adanya tanda – tanda yang mengarah pada suatu kerusakan organ. Biasanya organ yang dapat mengalami kerusakan adalah ginjal dan hati. Preeklamsia pada umumnya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, dengan tidak adanya riwayat tekanan darah tinggi pada saat sebelum hamil. Jika tidak diobati, preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi yang tergolong serius atau bahkan fatal, baik bagi ibu yang sedang mengandung ataupun bayi yang dikandungnya. Satu-satunya obat dalam menangani kondisi ini adalah dilakukannya persalinan bayi penderita preeklamsia.

Penyebab Preeklamsia

Penyebab dari kondisi preeklamsia ini belum diketahui secara pasti. Hanya saja, ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang mendasari terjadinya permasalahan kesehatan tersebut adalah kelainan pada plasenta, terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan pembuluh darahnya yang berukuran lebih sempit dari yang seharusnya, serta terjadinya rangsangan berbeda pada masing – masing sistem hormon tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Faktor yang mendukung tingginya risiko dalam terjadinya penyakit preeklamsia ini, antara lain:

  • Kurangnya nutrisi saat sedang mengandung
  • Merupakan kehamilan pertama
  • Adanya riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya
  • Sedang mengandung 2 anak kembar atau lebih
  • Janin yang dikandung ayahnya berbeda dari kehamilan sebelumnya
  • Usia ibu yang kurang dari 20 tahun atau 40 tahun lebih
  • Terjadi obesitas pada kehamilan dengan IMT 25 atau lebih
  • Riwayat keluarga dengan preeklamsia
  • Baru hamil kembali setelah kurang lebih 10 tahun tidak hamil

Tanda dan gejala yang timbul akibat Preeklamsia

Tanda dan gejala kondisi ini secara umum dapat bervariasi, mulai dari tanda dan gejala yang tidak muncul, ringan, sedang, hingga berat. Yang utama adalah pada saat pengukuran tekanan darah di usia kehamilan 20 minggu atau lebih didapatkan 140 mmHg pada tekanan darah sistolik dan 90 mmHg pada tekanan darah diastolik. Hanya saja, perlu diperhatikan dalam diagnosa tidaklah hanya dengan satu kali pemeriksaan saja, namun perlu observasi pada beberapa pemeriksaan.

  • Nyeri kepala hebat
  • Berkurangnya volume urin
  • Mual hingga muntah
  • Sesak napas dapat terjadi karena adanya cairan yang muncul di paru – paru
  • Gangguan pada penglihatan
  • Gangguan pada fungsi hati
  • Nyeri perut terutama bagian perut atas
  • Bengkak pada ekstremitas, baik tangan atau kaki
  • Meningkatnya protein dalam urin
  • Kondisi trombositopenia

Pemeriksaan yang harus dilakukan pengidap Preeklamsia

Preeklamsia merupakan kondisi yang harus diperiksakan secara langsung ke dokter untuk dapat memastikan apakah sumber penyebab penyakit yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang mungkin dapat dilakukan seorang dokter bila anda mengalami kondisi ini, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang biasa dilakukan adalah tanda – tanda vital, termasuk pemeriksaan fisik terkait.
  • Pemeriksaan darah. Pemeriksaan tersebut juga bisa meliputi tes fungsi hati, tes fungsi ginjal, dan pemeriksan terakit dengan sistem pembekuan darah.
  • Analisa urin. Dokter biasanya akan meminta anda untuk mengumpulkan urin selama 24 jam, bertujuan untuk mengukur jumlah protein dalam urin tersebut. Sampel urin tunggal yang mengukur rasio protein terhadap kreatinin - bahan kimia yang selalu ada dalam urin - juga dapat digunakan untuk membuat diagnosis.
  • Fetal ultrasound. Untuk menilai kondisi janin, menentukan perkiraan berat janin, serta memperkirakan jumlah air ketuban.
  • Nonstress test or biophysical profile. Tes nonstress adalah prosedur sederhana yang memeriksa bagaimana detak jantung bayi anda bereaksi ketika bayi anda bergerak. Profil biofisik menggunakan ultrasound untuk mengukur pernapasan bayi anda, tonus otot, gerakan dan volume cairan ketuban di rahim anda.

Anda tidak perlu khawatir dulu mengenai pemeriksaan apa dan mana sajakah yang akan dijalani. Tentunya, pemeriksaan yang nantinya direkomendasikan pada saat pemeriksaan langsung dengan dokter akan disesuaikan dengan kebutuhan anda.

Pengobatan bagi pengidap Preeklamsia

Pengobatan sebenarnya adalah dengan melakukan persalinan terhadap janin anda, karena dengan kelahiran tersebutlah suatu preeklamsia dapat membaik. Namun, selain itu, biasanya dokter juga akan melakukan pemeriksaan serta pemantauan berkala terhadap anda dan kehamilan anda. Obat – obatan tertentu juga dapat diberikan kepada anda, yaitu seperti:

  • Aspirin dosis rendah. Biasanya diberikan kepada ibu dengan risiko tinggi mengidap preeklamsia. Pemberiannya saat usia kehamilan mencapai 12 minggu hingga saat bayi lahir.
  • Kalsium. Suplemen atau vitamin ini dapat diberikan sebelum dan saat terjadinya kehamilan.
  • Anti – hipertensi. Bertujuan dalam menurunkan dan menstabilkan tekanan darah ibu hamil tersebut.
  • Anti – kejang. Sebagai terapi pilihan bila terjadi kejang pada ibu hamil.
  • Kortikosteroid. Digunakan dalam membantu pematangan paru – paru janin dalam kandungan, dan membantu dalam mempertahankan suatu kehamilan selama sebelum masanya melahirkan.

Pencegahan yang harus dilakukan

Kondisi preeklamsia ini belum ditemukan suatu cara pencegahan terjadinya secara spesifik. Hanya saja, bagi para penderita kondisi ini, sebaiknya:

  • Kontrol rutin dan teratur kehamilan anda ke dokter.
  • Perhatikan kesehatan anda juga, makan makanan bergizi seimbang dan cukupkan kebutuhan cairan tubuh dengan minum 2 – 3 L per harinya.
  • Hindari merokok / kafein / minuman beralkohol.
  • Lakukan diet pencegahan suatu tekanan darah tinggi, yaitu dapat mengurangi asupan garam dalam sehari maksimal adalah 6 gram, sebaiknya dapat minimalkan makanan berlemak / bersantan / berminyak.

Jangan ragu untuk menemui dokter atau ke faskes terdekat bilamana apa yang anda alami belum mengalami suatu perbaikan atau menyebabkan rasa ketidak-nyamanan dalam diri anda.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Apa saja obat" untuk menggugurkan kandungan,dan bagaimana cara"nya
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit