Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. VINA SETIAWAN
Makanan dan Diet Sehat

Perut Buncit dan Cara Mencegahnya

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Jul 25, 2019 Waktu baca: 4 menit
Perut Buncit dan Cara Mencegahnya

Siapa sih yang senang memiliki perut buncit? Apakah Anda merasa nyaman saat Anda menghadiri sebuah pesta atau sebuah pertemuan penting tapi pakaian yang Anda kenakan terasa sempit karena perut buncit yang Anda miliki? 

Rasanya tidak ada satu orang pun di dunia ini yang ingin memiliki perut yang buncit. Perut buncit tidak hanya terlihat buruk dari penampilan tapi juga dapat menyebabkan berbagai ketidaknyamanan dalam aktifitas sehari-hari khususnya dalam kesehatan tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Perut buncit yang disebabkan oleh masalah penumpukan lemak di perut atau kegemukan dapat meningkatkan peluang terjadinya terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakit jantung, diabetes tipe 2, apnea tidur obstruktif, kanker tertentu, osteoartritis dan asma.

Perut buncit sangat sering disebabkan oleh kombinasi antara asupan energi makanan yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan kerentanan genetik, meskipun sebagian kecil kasus disebabkan oleh gen, gangguan endokrin, dan obat-obatan.

Diet yang tepat dan melakukan aktifitas fisik secara teratur seperti berolahaga masih menjadi penanganan utama dari perut buncit. Kualitas asupan dapat diperbaiki dengan mengurangi konsumsi yang tinggi lemak dan gula, serta dengan meningkatkan asupan serat.

Suplemen-suplemen yang dapat mengurangi perut buncit juga dapat dikonsumsi untuk mengurangi selera makan atau menghambat penyerapan lemak, disertai dengan asupan diet yang tepat.

Berikut fakta-fakta yang harus Anda ketahui mengenai perut buncit

  • Perut buncit berarti memiliki kelebihan lemak tubuh khususnya di perut. Untuk orang dewasa usia 35 tahun dan lebih tua dari itu, jika memiliki BMI (Body Mass Index) lebih besar dari 30 maka orang tersebut dianggap mengalami obesitas.
  • Perut buncit bukanlah masalah pada penampilan saja. Akan tetapi masalah ini jika terus dibiarkan dapat menyebabkan penyakit medis kronis yang dapat menyebabkan diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, batu empedu, dan penyakit kronis lainnya.
  • Perut buncit hingga masalah obesitas dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko untuk sejumlah penyakit kanker.
  • Perut buncit sulit diatasi tanpa kedisiplinan atau kepatuhan dalam proses penurunan berat badan dan hal ini memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Kebanyakan orang yang menurunkan berat badan akan mendapatkan kembali peningkatan berat badannya dalam waktu kurang lebih lima tahun jika pola hidup sehatnya tidak jaga dengan baik.
  • Meskipun obat-obatan dan diet dapat membantu dalam menghilangkan perut buncit, namun harus menjadi komitmen seumur hidup untuk menjalani kebiasaan diet yang sehat dan tepat, peningkatan aktivitas fisik, dan olahraga secara teratur.
  • Bahkan penurunan berat badan 5% -10% dari berat badan awal dan perawatan jangka panjang dari penurunan berat badan itu dapat membawa manfaat bagi kesehatan yang signifikan dengan menurunkan tekanan darah dan menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
  • Niat dan kedisiplinan yang tinggi sangat berperan dalam mengatasi masalah pada perut buncit.

Berikut cara mencegah terjadinya perut buncit

1. Konsumsi makanan yang tinggi serat

Terlalu sedikit serat, cairan, dan aktivitas fisik dapat menyebabkan sembelit, yang dapat menyebabkan perut buncit. Untuk menghindari hal ini, mengkonsumsi makan yang memiliki diet tinggi serat dari biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

2. Minumlah banyak air dan berolahraga secara rutin

Minum banyak cairan (targetkan 6-8 gelas sehari) dan lakukan aktivitas fisik atau berolahraga setidaknya 30 menit, selama lima kali seminggu. Hal ini dapat mengurangi penumpukan lemak pada perut jika dilakukan secara konsisten.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

3. Jangan makan terlalu cepat

Makan dengan cepat dan tidak mengunyah makanan dengan baik dapat menyebabkan terjadinya penelanan udara yang mengarah ke kembung dan perut buncit.

4. Jangan mengkonsumsi minuman berkarbonasi

Hindari mengkonsumsi minuman berkarbonasi. Sebagai gantinya, minum dengan air yang dicampur dengan lemon, jeruk nipis, atau mentimun. Atau kurangi jumlah minuman bersoda yang Anda konsumsi setiap hari. Cobalah minum teh peppermint untuk minuman yang dapat menenangkan yang dapat membantu mengurangi perut buncit.

5. Waspadai makanan tinggi gula

Banyak orang yang menderita perut buncit karena mereka mengonsumsi terlalu banyak gula dalam makanan dan minuman mereka khususnya makanan atau minuman yang mengandung bahan pemanis buatan. Para ahli merekomendasikan untuk mengkonsumsi tidak lebih dari 2 atau 3 porsi makanan dan minuman yang dimaniskan per hari.

6. Batasi asupan sodium

Makanan yang diproses dengan kandungan sodium yang tinggi dan rendah serat, keduanya dapat berkontribusi pada terjadinya perut buncit. Biasakan membaca label makanan saat membeli makanan olahan, kalengan, atau beku, ambil tidak lebih dari 500 mg sodium per porsi dalam produk apa pun atau total 1.500 hingga 2.300 mg sodium per hari. Carilah label makanan yang mengatakan "bebas sodium," atau "rendah natrium,"

7. Makan makanan dengan porsi lebih kecil dan lebih sering

Daripada tiga kali makan besar per hari, cobalah makan makanan kecil tapi lebih sering. Makan lebih sering juga dapat membantu mengontrol gula darah dan mengelola rasa lapar. Jadi, makanlah lima hingga enam porsi kecil setiap hari, tetapi pastikan kuantitas makanan dan kalori sebanding dengan kebutuhan Anda.

Pencegahan di atas ini alangkah baiknya Anda terapkan pada kehidupan Anda sehari-hari agar terhindar dari penumpukan lemak di perut atau perut buncit. Biasakan pola hidup sehat Anda terapkan pada diri Anda dan keluarga Anda. Hal ini bertujuan untuk memiliki generasi yang sehat dan terhindar dari masalah kegemukan atau obesitas.

19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Abdomen - swollen Information. Mount Sinai Health System. (https://www.mountsinai.org/health-library/symptoms/abdomen-swollen)
Bloating and Distension. International Foundation for Functional Gastrointestinal Disorders (IFFGD). (https://www.iffgd.org/symptoms-causes/bloating-and-distension.html)
21 Causes of Bloating, OTC Products & Foods to Avoid. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/why_am_i_so_bloated/article.htm)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit