Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kebiasaan Sehat

Perokok Ternyata Lebih Rentan Terkena GERD (Gastro-Esofageal Refluks Disease), Kok Bisa?

Update terakhir: NOV 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 559.904 orang

Apa itu refluks asam dan GERD?

Refluks asam adalah suatu kondisi yang terjadi ketika isi dari lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini juga disebut regurgitasi asam atau refluks gastroesofagus.

Jika Anda memiliki gejala refluks asam lebih dari dua kali seminggu, Anda mungkin memiliki kondisi yang dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD).

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Menurut Institut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), GERD terjadi pada sekitar 20 persen orang di Amerika Serikat. Jika tidak diobati, kadang-kadang kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius.

Apa penyebab terjadinya penyakit GERD?

Sfingter esofagus bagian bawah (LES) adalah pita otot yang melingkar di ujung esofagus atau kerongkongan.LES berfungsi sebagai kran yang mengatur masuknya makanan yang berasal dari kerongkongan ke dalam lambung.  

Refluks asam terjadi ketika LES tidak mengencang atau menutup dengan benar. Sehingga kondisi ini menyebabkan cairan pencernaan dan isi lain dari perut naik ke kerongkongan.

Gejala GERD

Refluks asam dapat menyebabkan rasa tidak nyaman seperti sensasi terbakar di dada, yang dapat menyebar ke arah leher Anda. Perasaan ini sering dikenal sebagai heartburn.

Jika Anda mengalami refluks asam, Anda mungkin merasakan rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut Anda. Kondisi ini juga dapat menyebabkan Anda mengembalikan makanan atau cairan dari dalam perut ke mulut.

Dalam beberapa kasus, GERD dapat menyebabkan kesulitan menelan. Kadang-kadang dapat menyebabkan masalah pernapasan, seperti batuk kronis atau asma.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Merokok dan sistem pencernaan

Kebiasaan merokok dalam jangka waktu yang lama dapat mempengaruhi seluruh organ tubuh, meningkatkan risiko banyak penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker paru-paru, emfisema, dan penyakit jantung

Merokok juga berpotensi menyebabkan banyak jenis kanker dan penyakit pada sistem pencernaan

Diperkirakan bahwa sekitar seperlima dari semua orang dewasa merokok, dan setiap tahun setidaknya 443.000 orang Amerika meninggal karena penyakit yang disebabkan oleh merokok.

Merokok berkontribusi terhadap banyak gangguan pada sistem pencernaan, seperti heartburn dan gastroesophageal reflux disease (GERD), tukak lambung, dan beberapa penyakit hati. 

Merokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit Crohn, polip usus besar, dan pankreatitis, dan juga dapat meningkatkan risiko batu empedu.

Merokok dan GERD

Penelitian telah mengaitkan hubungan antara merokok dengan GERD. Perokok yang mengalami refluks asam kronis biasanya akan menunjukan perubahan gejala setelah berhenti merokok.

Penelitian juga mengaitkan hubungan antara merokok dengan beberapa komplikasi GERD, termasuk Barrett's esophagus dan kanker tenggorokan. Dokter mengatakan bahwa merokok dapat berkontribusi menyebabkan GERD dengan:

  • Melemahkan sfingter esofagus bagian bawah (LES). Nikotin cenderung bersifat melemahkan otot polos di dalam tubuh. Salah satu pertahanan utama tubuh terhadap GERD adalah sfingter esofagus bagian bawah, cincin otot yang menghubungkan otot esofagus dan lambung. Sfingter mengatur masuknya makanan ke lambung, dan mencegah asam lambung mengalir ke kerongkongan. Ketika nikotin menyebabkan sfingter rileks, maka terjadi peningkatan risiko asam lambung mengalir kembali dan merusak jaringan kerongkongan.
  • Mengurangi produksi air liur. Air liur mengandung zat penetral asam yang disebut bikarbonat, yang membantu melawan efek refluks asam dan GERD. Pada dasarnya, ketika Anda menelan air liur Anda, maka air liur berfungsi untuk mencegah terjadinya kerusakan apapun yang dapat diakibatkan oleh asam akibat refluks. Merokok dapat menyebabkan berkurangnya produksi air liur sehingga mengurangi kemampuan tubuh untuk menetralkan asam akibat refluks tenggorokan.
  • Meningkatkan sekresi asam di lambung. Merokok dapat memicu lambung untuk memproduksi lebih banyak asam, meningkatkan risiko asam lambung untuk mengalir kembali ke kerongkongan. Merokok juga tampaknya dapat membuat efek asam lambung lebih kuat dan merusak dengan mempromosikan transfer garam empedu dari usus ke lambung.
  • Mengganggu otot-otot esofagus. Dalam mengendurkan otot polos, nikotin juga dapat mengganggu otot yang membantu memindahkan makanan ke kerongkongan. Otot-otot ini membantu mencegah terjadinya kerusakan kerongkongan akibat refluks asam yang merusak.
  • Merusak lapisan esofagus. Merokok berbahaya bagi selaput lendir. Selaput lendir berfungsi membantu melindungi kerongkongan dari kerusakan akibat asam.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit