Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Jul 25, 2019 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Rambut yang merupakan mahkota pada setiap pria atau wanita harus dijaga kebersihan dan kesehatannya. Pertumbuhan rambut setiap manusia berbeda-beda bergantung dari genetik, tipe, dan tata cara perawatan masing-masing. Rambut rontok sangat mengganggu penampilan.

Rambut rontok perlahan bisa disebabkan oleh banyak faktor mulai dari internal dan eksternal. Apa saja penyebab rambut rontok dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Anatomi Rambut 

Rambut tumbuh dari kepala kulit manusia yang berfungsi sebagai pelindung kulit kepala dan sebagai penampilan. Rambut dapat ditata sedemikian rupa sehingga cocok dengan bentuk kepala dan keinginan. Pada kulit kepala, akar rambut (hair papila dan hair bulb) tumbuh memanjang hingga keluar membentuk helai panjang berwarna hitam atau pirang sesuai genetik seseorang.

Di dalam kulit kepala juga terdapat kelenjar sebasea atau kelenjar minyak yang berfungsi untuk mengeluarkan minyak kepala dan berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit kepala dan terhindar dari rambut kering. Pada akar rambut juga terdapat otot-otot yang terhubung oleh saraf pusat untuk respon menegakkan rambut.

Penyebab Rambut Rontok 

Seiring perjalanan usia, rambut akan tampak putih dan rentan rontok. Selain pengaruh usia, terdapat juga faktor lain yang menyebabkan rambut rontok antara lain:

  1. Genetik
    Pertumbuhan rambut berhubungan dengan genetik mulai dari jenis rambut dan warna rambut. Rambut yang rontok juga dikaitkan dengan adanya pengaruh genetik.
  2. Hormon
    Wanita lebih rentan terjadi kerontokan rambut pada rentang usia 30 tahun hingga 45 tahun. Kerontokan lebih disebabkan karena pengaruh hormon estrogen yang meningkat. Gangguan keseimbangan hormon androgen yang berlebihan beresiko mengidap PCOS (polycystic ovary syndrome) pada wanita.
    Kondisi ini diikuti dengan berat badan meningkat, siklus menstruasi tidak menentu, dan resiko ketidaksuburan dapat memicu rambut rontok.
  3. Sering menata rambut
    Rambut yang sering ditata dengan alat salon seperti alat catok , hair dryer, dan penggunaan perawatan rambut terlalu sering seperti terlalu sering mewarnai rambut, meluruskan rambut, mengeritingkan rambut beresiko menyebabkan rambut rontok. Rambut yang terlalu sering ditata menyebabkan rambut kering dan zat kimia pada pewarna rambut juga dapat mengurangi kekuatan rambut.
  4. Penyakit
    Pengaruh penyakit juga memicu terjadinya kerontokan rambut.
    1. Infeksi
      Penyakit pada kulit kepala seperti tumbuhnya jamur atau ketombe dapat meningkatkan insidensi rambut rontok karena kulit kepala yang tidak sehat. 
    2. Autoimun
      Penyakit lain yang berkaitan dengan autoimun seperti alopecia dan lupus dapat menyebabkan kerontokan. Alopecia merupakan gangguan yang menyebabkan kebotakan pada bagian kulit kepala. Kondisi ini banyak terjadi pada pria rentang umur 35 tahun keatas.
      Selain itu pada lupus terjadi gejala khas seperti butterfly rash dan nyeri sendi, ditambah dengan rambut yang rontok secara perlahan.
  5. Obat-obatan
    Beberapa obat yang dapat memicu rambut rontok antara lain antikoagulan, obat tiroid, obat penurun kolesterol, dan terapi kemoterapi.
  6. Stres
    Stres merupakan suatu masalah yang dapat muncul akibat masalah yang terjadi sehari-hari. Stres terbukti dapat menimbulkan rambut rontok akibat dipicu oleh peningkatkan hormon. 
  7. Kekurangan nutrisi 
    Rambut juga perlu nutrisi agar tetap sehat dan bersih. Sumber nutrisi yang mudah dapat kita dapat dari pemakaian sampo. Sayangnya banyak orang tidak mengamati kesehatan rambut sehingga nutrisi rambut berkurang dan mengakibatkan rambut rontok dan memicu kebotakan.

Cara mengatasi rambut rontok

Rambut yang dibiarkan rontok secara perlahan dapat menimbulkan kebotakan. Ini sangat perlu dihindari karena ini merupakan pertanda kulit kepala dan rambut Anda tidak sehat. Cara-cara yang dapat Anda lakukan antara lain:

1. Nutrisi rambut

Rambut perlu diberi nutrisi untuk menjaga kekuatan akar rambut dan dapat mencegah kebotakan. Gunakan suplemen rambut yang mengandung vitamin A dan vitamin B3 untuk memperkuat sel kulit kepala sehingga tetap kuat, kelembaban terjaga, sekaligus mencegah rambut rontok.

2. Sampo dengan kandungan Zinc

Zinc sangat bermanfaat terutama bagi kulit kepala dan akar rambut dan mempertahankan level hormon sekaligus menyerap vitamin dan mineral. Biasakan untuk memakai sampo sebanyak 3 kali seminggu. Pemakaian sampo yang terlalu sering dapat memicu kerontokan.

3. Membatasi perawatan rambut

Mewarnai rambut dapat merusak akar rambut dan menyebabkan rambut kering dan rusak. Rambut sebaiknya tidak boleh terlalu sering menggunakan pewarna atau dipanaskan dengan hairdryer atau alat catok.

4. Pemilihan sisir yang cocok 

Sisir juga berdampak pada kondisi rambut. Gunakan sisir dengan gigi lebar ketimbang gigi yang sempit agar tidak banyak rambut yang tertarik atau tersangkut ke gigi-gigi sisir. Jangan berbagi sisir dengan orang lain karena dapat beresiko tertularkan infeksi atau kutu rambut. Jangan lupa membersihkan sisir Anda agar tidak ada infeksi atau kutu yang dapat menempel pada rambut atau kulit kepala. 

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What you need to know about alopecia areata. (n.d.). (http://www.naaf.org/alopecia-areata)
Treatments for alopecia areata. (n.d.). (http://www.naaf.org/alopecia-areata/alopecia-areata-treatments)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app