Penyebab Kulit Wajah Mengelupas dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Sep 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ketika kulit wajah mengelupas Anda tidak perlu panik, karena ini merupakan hal yang normal sebagai bentuk respons tubuh guna membuang sel kulit mati. Dibalik proses itu akan timbul beberapa gejala seperti ruam, gatal, dan kering yang kemungkinan disebabkan oleh iritasi kulit, paparan sinar matahari, infeksi atau alergi.

Hal semacam ini selain akan terjadi pada kulit wajah, ada bagian kulit lainnya yang juga dapat mengelupas seperti tangan, kaki, sekitar kuku atau area tubuh lainnya. Untuk mengetahui mengapa kulit wajah mengelupas dan bagaimana menanganinya? Anda perlu menyimak pejelasan dibawah ini.

Penyebab Kulit Wajah Mengelupas

Beberapa hal yang menyebabkan kulit wajah mengelupas:

Terbakar sinar matahari

Paparan sinar matahari yang secara terus-menerus terpapar secara langsung ke kulit dapat mengakibatkan kulit wajah mengelupas. Pada kasus seperti ini setelah beberapa jam terpapar sinar matahari, biasanya Anda akan merasakan sakit dan panas pada kulit apabila disentuh dan kulit Anda akan memerah. Setelah beberpa hari, lapisan kulit yang rusak akan menglupas dan sembuh dengan sendirinya. Jangan heran jika pengelupasan ini mungkin akan menimbulkan efek warna kulit yang tampak sperti berpola atau warnanya tidak rata.

Kulit kering

Kulit wajah mengelupas akan lebih mungkin terjadi pada orang-orang yang memiliki tipe kulit kering. Kemungkinan ini akan lebih bertambah apabila kulit terus menerus bersentuhan dengan air, sabun atau krim yang mengandung zat iritatif, air panas, cuaca sangat panas dan dingin, juga sinar matahari. Hal lain yang mungkin membuat kulit kering adalah peroses penuaan.

Perlu diketahui kondisi kulit seperti ini tidaklah berbahaya. Berbeda dengan mereka yang mengalami kulit kering seperti pada penderita ikitosis karena ini gangguan yang serius. Ikitosis adalah gangguan kulit yang disebabkanfaktor keturunan.

Alergi

Terdapat beberapa orang yang memiliki alergi pada hal tertentu. Hal ini dapat berpengaruh pada kulit wajah yang mengelupas apabila kulit wajah bersentuhan dengan alergen (zat pemicu alergi) yang menyebabkan kulit wajah bereaksi. Ada beberapa hal lain yang mungkin ditimbulkan selain pengelupasan kulit wajah, reaksi lainnya seperti gatal-gatal, ruam atau melepuh.

Efek samping obat-obatan

Terdapat beberapa jenis obat-obatan yang memicu pengelupasan kulit wajah seperti krim retinoid, asam salisilat, asam glikolat, dan AHA (Alpha Hydroxy Acids). Krim retinoid merupakan krim yang dapat mengatasi jerawat, mengurangi kerutan, dan mencerahkan flek-flek cokelat di kulit. Ini akan memebukakan jalan untuk tumbuhnya sel-sel kulit baru dengan cara mengelupaskan lapisan kulit wajah.

Atopik dermatitis (eksim)

Eksim merupakan sebuh kondisi yang dapat berlangsung dalam jangka panjang (kronis) dan memungkinkan untuk kambuh secara berkala. Untuk penyebabnya sendiri belum dapat diketahui secara pasti, namun ada beberapa yang mengubungkan dengan kulit kering, cuaca, gangguan sistem imun, bakteri Staphylococcus aureus, dan faktor genetik.

Belum terdapat obat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan kondisi ini. Salah satu cara yang dapat meminimalisir kulit mengelupas dan rasa gatal adalah dengan melakukan perawatan.

Cara Mengatasi Kulit Mengelupas

Sebelum mengambil tindakan untuk mengatasi kulit wajah yang mengelupas, Anda perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Namun pada umumnya kondisi ini dapat ditangani dengan beberapa cara berikut:

  • Kompres kulit dengan air dingin
  • Konsumsi banyak air
  • Rutin menggunakan pelembab, terutama setelah mandi
  • Apabila kulit wajah sedang mengelupas jangan digaruk karena hal ini akan memperburuk kondisi dan menimbulkan infeksi
  • Hindari paparan zat atau bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit. Anda dapat mengganti sabun wajah yang digunakan dengan sabun yang berbahan lembut dan aman untuk kulit

Disamping beberapa hal yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat beberapa penanganan yang dapat dilakukan untuk kulit wajah yang mengelupas karena penyakit atau kondisi tertentu yang dialami, seperti:

  • Untuk yang mengalami kulit mengelupas akibat alergi yaitu mengkonsumsi obat antihistamin. Fungsi obat ini untuk meringankan reaksi yang ditimbullkan oleh alergi.
  • Bagi penderita eksim lebih baik untuk berkonsultasi pada dokter. Dokter mungkin akan memberikan resep krim yang mengandung kortikosteroid, tacrolimus atau pimecrolimus. Mungkin juga akan disarankaan menjalani terapi seperti terapi cahaya.
  • Mengatasi pengelupasan kulit yang disebabkan efek dari obat-obatan adalah dengan menghentikan penggunaanya. Akan tetapi bagi yang sedang menjalani kemoterapi, disarankan untuk berkonsultasi dulu pada dokter untuk mendapatkan penangan.
  • Bagi yang mengalami kondisi kulit wajah mengelupas karena penyakit genetik, ada baiknya untuk mengkonsultasikan kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan disarankan untuk dihindari ketika kulit mengelupas karena dapat memperburuk kondisi kulit. Hal-hal tersebut diantaranya paparan sinar matahari, sabu, krim, lotion dan kosmetik yang mengandung bahan iritatif, air panas, dan kondisi cuaca yang ektrem entah itu sangat panas atau dingin.


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Peeling skin Causes. Mayo Clinic. (Accessed via: https://www.mayoclinic.org/symptoms/peeling-skin/basics/causes/sym-20050672)
Peeling Skin: Symptoms, Signs, Causes & Treatment. MedicineNet. (Accessed via: https://www.medicinenet.com/peeling_skin/symptoms.htm)
8 Reasons Your Skin Is Peeling—And How to Deal. SELF. (Accessed via: https://www.self.com/story/skin-peeling-causes)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app