Penyebab Keluar Darah saat Berhubungan Intim

Dipublish tanggal: Mei 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Keluar Darah saat Berhubungan Intim

Vagina berdarah pasca melakukan seks pertama kali konon dianggap wajar sebagai bukti bahwa wanita itu masih perawan. Tapi, itu katanya dan bukan faktanya, sebab ada juga wanita yang tidak mengalami keluarnya darah dari vagina di awal hubungan seks mereka. 

Namun, jika berdarah berlebihan pasca berhubungan seksual dirasa tidak normal, Anda harus waspada karena bisa jadi mengindikasikan hal yang serius.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Sebab vagina berdarah pasca berhubungan seksual

Yuk, ketahui penyebab vagina berdarah pasca berhubungan seksual dengan melihat dan membaca keterangan di bawah ini:

  • Radang Serviks

Servisitis bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya keluar darah dari vagina pasca berhubungan seksual. Gejala ini bermula dari sebuah tanda seperti selayaknya keputihan, kemudian diiringi dengan keluarnya darah dari vagina yang tidak normal. 

Servisitis bisa menjadi indikasi terhadap penyakit vagina lainnya, seperti klamidia dan juga gonore. Servisitis adalah terjadinya peradangan pada serviks.

Berbagai jenis masalah serviks lainnya yang bisa mengakibatkan berdarah pasca berhubungan seks adalah ekstropion serviks dan polip serviks. Ekstropion adalah kondisi menonjolnya serviks pada area vagina. 

Sementara untuk polip adalah tumor jinak yang terdapat pada saluran vagina dan bisa terjadi ketika melampaui masa menopause, setelah berhubungan seks, dan ketika sedang tidak menstruasi.

Kondisi vagina yang kering juga menjadi sebab terjadinya keluar darah pasca berhubungan seksual. Sebab ketika vagina yang kering bergesekan dengan penis, keelastisannya terganggu dan mau tidak mau terjadilah ketidaknyamanan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Kebanyakan kasus vagina kering ini terjadi pada orang menopause, namun yang tidak menopause pun bisa mengalami vagina kering karena kekurangan hormone estrogen dalam tubuh.

Terakhir, ada vaginitis yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara bakteri jahat serta bakteri baik di dalam vagina. Ketidakseimbangan ini bisa amat memicu terjadinya pendarahan pasca berhubungan seksual. 

Gejalanya sederhana, keluarnya cairan tidak normal, vagina terasa gatal, dan juga timbulnya rasa sakit. Seperti vagina kering, vaginitis juga kerap melanda wanita yang memasuki masa menopause.

Penyebab lainnya yang menyebabkan Vagina Berdarah

Itu penyebab umum yang menyebabkan terjadinya pendarahan seusai berhubungan seksual. Di samping itu, masih ada penyebab lainnya yang bisa menyebabkan Anda mengalami pendarahan. Beragam gejala tersebut di antaranya adalah:

  • Adanya gesekan yang terjadi ketika Anda berhubungan seks dengan pasangan.
  • Menularnya beragam penyakit yang tidak diinginkan, seperti sipilis dan herpes genital.
  • Anda telah melewatkan foreplay sehingga pelumas pada vagina tidak seimbang.
  • Terjadinya kanker serviks pada leher rahim, kanker di uterus, dan kanker di vagina.

Langkah yang akan dilakukan oleh dokter

Jika merasakan kondisi kesehatan yang kerap menurun dan perdarahan terjadi sering sekali, ada baiknya Anda untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter. Sebab dokter akan mengambil langkah penanganan, seperti:

  • Jika Anda termasuk orang yang tidak teratur menstruasinya harus melakukan serangkaian tes untuk panggul, payudara, dan juga tiroid.
  • Untuk mendeteksi kanker serviks, akan dilakukan pap smear.
  • Sebelum premenopause, tes kehamilan amat dianjurkan untuk dilakukan.
  • Kekurangan atau kelebihan darah akan diketahui pasca dilakukannya tes darah.
  • Evaluasi fungsi tiroid, liver, dan juga ginjal bisa dilakukan dengan cara mengambil sample darah.
  • Dilakukan tes darah dengan tujuan mengetahui level hormone progesterone.
  • Menentukan riwayat medis dengan melakukan USG panggul.

Demikian berbagai hal yang sebagai wanita, Anda harus tahu sebagai pengetahuan dan juga bekal ketika menghadapi situasi tidak diinginkan. Bukan berarti Anda yang mengalami, namun ketika seseorang terdekat Anda mengalami, Anda bisa menginformasikan hal-hal di atas supaya mereka tahu apa yang mesti dilakukan. 

Hal yang pasti adalah, segera konsultasi ke dokter untuk jawaban lebih absah.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tarney CM, et al. (2014). Postcoital bleeding: A review on etiology, diagnosis, and management. DOI: (http://www.hindawi.com/journals/ogi/2014/192087/cta/)
Sommers MS. (2007) Defining patterns of genital injury sexual assault: A review. DOI: (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3142744/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app