Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Jun 10, 2021 Tinjau pada Mei 23, 2019 Waktu baca: 4 menit
Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Mengatasinya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Jamur lebih mudah tumbuh di area selangkangan karena daerah ini cenderung lembap, apalagi kalau kebersihannya tidak terjaga.
  • Inffeksi bakteri yang menyebabkan gatal di selangkangan umumnya ditandai dengan bercak kemerahan dan terbentuk nanah.
  • Penyebab gatal di selangkangan juga bisa karena intertrigo, scabies, alergi, hingga kondisi lainnya seperti kutu kemaluan dan diabetes melitus.
  • Jika disebabkan oleh infeksi jamur, gatal di selangkangan dapat diatasi dengan penggunaan obat antijamur berupa miconazole, clotrimazole, ketoconazole, terbinafine atau itraconazole.
  • Cara mengatasi gatal di selangkangan juga dapat dilakukan dengan menghindari pemakaian celana ketat dan hindari menggaruk area selangkangan.
  • Klik untuk mendapatkan obat anti jamur atau obat alergi ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Ada banyak penyebab gatal di selangkangan yakni bisa karena infeksi, iritasi kimia, alergi, dan sebagainya. Meskipun mungkin itu bukan kondisi yang serius, tetap saja rasanya pasti sangat menjengkelkan dan bahkan mungkin bikin malu. Sebelum mulai mencari pengobatan, sebaiknya cari tahu dulu penyebab gatal di selangkangan. Mungkin salah satunnya sedang Anda alami saat ini. 

Berbagai penyebab gatal di selangkangan

Gatal di selangkangan dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

1. Infeksi jamur

Infeksi jamur adalah salah satu penyebab gatal di selangkangan yang paling sering terjadi. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan tinea cruris. Jamur mudah tumbuh di area selangkangan karena umumnya daerah ini cenderung lembab, apalagi kalau kebersihannya kurang.

Ciri-ciri jamur selangkangan umumnya ditandai dengan munculnya warna merah kecokelatan atau kehitaman dengan batas tegas seperti pulau. Selain itu, biasanya disertai juga dengan kulit bersisik atau mengelupas, bagian tengahnya tampak seperti mau sembuh (central healing), dan gatalnya semakin parah ketika berkeringat.

Penyebab gatal di selangkangan juga bisa karena infeksi jamur Candida sp. Hal ini umumnya ditandai dengan adanya lesi berbentuk bercak kecil kemerahan dan dikelilingi oleh lesi-lesi kecil (lesi satelit).

Baca selengkapnya: Ciri-ciri dan Cara Mengobati Jamur di Selangkangan

2. Intertrigo

Intertrigo adalah merupakan peradangan pada kulit (dermatitis) yang hanya mempengaruhi lipatan kulit. Hal ini terjadi ketika kulit teriritasi oleh gesekan antar kulit atau dengan pakaian, kemudian diperburuk oleh kelembaban dan panas.

Tanda dan gejala intertrigo meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11
  • Kemerahan pada kulit
  • Sensasi panas seperti terbakar di kulit
  • Gatal-gatal di lipatan kulit, termasuk lipat paha atau selangkangan

Dibandingkan orang yang berat badannya normal, orang obesitas lebih berisiko mengalami intertrigo. Selain itu, faktor risiko intertrigo juga dapat dipengaruhi oleh panas dan kelembapan lingkungan sekitar.

3. Infeksi bakteri

Iritasi seperti pada intertrigo membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi. Salah satunya adalah infeksi bakteri yang menyebabkan gatal di selangkangan, umumnya ditandai dengan bercak kemerahan dan terbentuk nanah. Jika dibiarkan terus-menerus dan menjadi parah, kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan demam.

4. Scabies

Skabies adalah peradangan kulit yang disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabei. Kutu penyebab scabies ini sangat menyukai area kulit yang tipis seperti sela-sela jari, perut, dan daerah selangkangan. 

Tanda dan gejala scabies biasanya berupa rasa gatal pada kulit yang seringnya muncul di malam hari. Ketika satu orang terkena scabies di dalam rumah, maka anggota keluarga atau teman satu rumah lainnya juga akan ikut terkena scabies.

Baca selengkapnya: Mengenal Penyakit Scabies (Kudis, Gudik) dan Pengobatannya

5. Reaksi alergi

Penyebab gatal di selangkangan juga bisa karena alergi. Faktor iritasi bahan kimia seperti deterjen, semprotan tubuh, krim salep, pelembut kain, hingga busa kontrasepsi atau jeli dapat memicu reaksi alergi pada tubuh. Paparan terus-menerus pada kulit yang sensitif dapat memicu gatal hingga ruam merah di area selangkangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

6. Penyebab lainnya

Ada banyak penyebab lain yang juga mungkin menimbulkan gatal di selangkangan, misalnya kutu kemaluan atau Phthirus pubis. Selain itu, masalah diabetes melitus yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah juga dapat menimbulkan gatal pada selangkangan. Bahkan mungkin akan memperburuk kondisi yang sudah ada.

Baca juga: Kutu Kemaluan Menyerang Siapa Saja, Apa Gejalanya?

Cara mengatasi gatal di selangkangan

Setelah memastikan penyebabnya, kini Anda bisa lebih mudah menentukan cara mengatasi gatal di selangkangan yang tepat. Pasalnya, setiap pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya masing-masing sehingga penanganannya jadi lebih tepat.

Berikut cara mengatasi gatal di selangkangan sesuai dengan penyebabnya:

  • Infeksi jamur: Penggunaan obat antijamur dalam sediaan topikal (obat oles) atau oral (obat minum), seperti miconazole, clotrimazole, ketoconazole, terbinafine atau itraconazole. Bersihkan kulit terlebih dahulu, lalu oleskan salep atau krim antijamur pada bagian kulit sekitar selangkangan. Obat antijamur ini bermanfaat untuk melawan jamur yang menyebabkan selangkangan Anda gatal.
  • Intertrigo: Penggunaan salep anti-inflamasi kortikosteroid, seperti betamethasone atau hydrocortisone.
  • Infeksi bakteri: Penggunaan obat antibiotik, tetapi diperlukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang terlebih dahulu untuk memastikan diagnosis. Gunakan antibiotik sesuai dosis dan aturan penggunaan dari dokter. 
  • Kutu scabies: Penggunaan obat topikal seperti permethrin, malathion, dan sulfur. Setelah menggunakan salep, segera cuci bagian kulit tersebut setelah 24 jam penggunaan. Hal ini bertujuan agar kutu terbunuh secara maksimal dan pemakaian salep dapat diulang kembali setelah 1 minggu. 
  • Kutu kemaluan: Pemberian obat salep antikutu yang dioleskan di seluruh tubuh, terutama di daerah berambut dan biarkan semalaman. Hindari mengoleskan obat antikutu pada area mukosa mata, bibir, atau kemaluan karena dapat menimbulkan iritasi. Selain itu, hindari juga kontak fisik untuk mencegah penularan kutu kemaluan. 
  • Gunakan obat antihistamine seperti CTM, cetrizine, atau loratadine dan gunakan lotion calamine untuk mengurangi rasa gatal. 

Selain itu, ada juga beberapa langkah perawatan tambahan yang perlu diikuti untuk mencegah perburukan gejala gatal di selangkangan, yaitu: 

  • Gunakan pakaian atau celana yang longgar sehingga mengurangi panas dan kelembapan. Hindari menggunakan celana yang ketat.
  • Setelah mandi, segera keringkan daerah selangkangan dengan handuk yang bersih.
  • Hindari kebiasaan sering pakai baju secara bergantian dengan orang lain.
  • Hindari penggunaan produk seperti deodoran di daerah selangkangan atau produk lainnya yang berpotensi mengiritasi kulit dan membuat gatal semakin parah.
  • Jangan menggaruk area selangkangan terlalu sering atau terlalu keras karena akan menambah iritasi dan memperparah gatal yang terjadi.
  • Jika diperlukan, tempelkan es atau kompres dingin pada selangkangan untuk mengurangi gatal dan peradangan.

Jangan biarkan gatal selangkangan terus mengganggu aktivitas Anda. Segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan penyebab gatal di selangkangan. Dengan begitu, dokter akan membantu menentukan penanganan dan cara mengatasi gatal selangkangan yang tepat sesuai kondisi Anda.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
American Academy of Dermatology Association (AAD). 8 Reasons Your Groin Itches and How to Get Relief. (https://www.aad.org/public/everyday-care/itchy-skin/itch-relief/relieve-groin-itch).
Healthline. Jock Itch: Causes, Symptoms, and Treatments. (https://www.healthline.com/health/jock-itch). 29 April 2019.
Itchy Skin & Itching: 22 Possible Causes You Feel Itchy All Over (https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/why-so-itchy#1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app