Pengobatan

Mengenal Penyakit Scabies (Kudis, Gudik) dan Pengobatannya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Mei 23, 2019 Waktu baca: 3 menit
Mengenal Penyakit Scabies (Kudis, Gudik) dan Pengobatannya

Pernahkah Anda mengalami gatal yang muncul terutama di malam hari? dan pada saat yang sama ada keluarga atau orang lain yang tinggal satu rumah mengalami hal yang sama? Jika demikian kemungkinan itu adalah penyakit scabies (baca: Skabies).

Pada kesempatan kali ini mari kita pelajari penyakit scabies pada manusia, mulai dari pengertian, penyebab, gejala, cara penularan dan pengobatannya dengan harapan agar penyakit yang menimbulkan gatal beramai-ramai ini bisa segera dikenali dan diobati dengan baik sehingga jangan sampai menyebar luas di lingkungan kita.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pengertian Scabies

Penyakit scabies adalah penyakit gatal pada kulit yang disebabkan oleh tungau atau kutu kecil yang bernama Sarcoptes scabiei , ditandai dengan keluhan gatal, terutama pada malam hari dan mudah menular melalui kontak langsung atau tidak langsung.

Penyakit scabies ini banyak diderita di masyarakat kita, maka tak heran banyak penamaan untuk penyakit ini seperti gudik (gudikan), kudis (kudisan), gatal agogo, budukan, dan lain-lain

Penyebab scabies

Seperti telah disebutkan sebelumnya penyakit scabies disebabkan oleh tungau yang berukuran kecil tak tampak oleh mata telanjang sehingga untuk melihatnya diperlukan alat bantu berupa mikroskop. Ukuran kutu (tungau) betina 0,3-0,4 mm, sedangkan S. scabei jantan setengah dari ukuran betina.

Sarcoptes scabei penyebab gudikan atau kudis

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Kutu betina yang sudah dibuahi akan tinggal di kulit dengan membuat liang terowongan pada kulit (lihat gambar), disana ia bertelor sekitar 40-50 butir telur, dan akan menetas dalam waktu 3-5 hari. Di luar kulit, kutu ini hanya dapat bertahan hidup 2-3 hari pada suhu kamar. Kutu ini akan mati dengan suhu sekitar >50 C hanya dalam waktu 10 menit.

Cara Penularan Scabies

Karena penyebab scabies adalah kutu yang dapat menyebar dari orang ke orang maka penyakit ini mudah menular. Penularan scabies bisa terjadi secara kontak langsung atau bersentuhan kulit-kulit, bersalaman dan hubungan suami istri. Bisa juga terjadi secara tak langsung misalnya melalui pakaian, handuk, dan tempat tidur yang dipakai bersama-sama.

Maka tak heran jika penyakit scabies ini akan mengenai orang secara berjamaah seperti dalam satu keluarga, satu asrama, pondok pesantren, dan satu sekolah.

Gejala Scabies

Gejala utama penyakit scabies adalah gatal pada kulit, terutama memburuk pada malam hari. Rasa gatal terjadi karena reaksi alergi terhadap tungau. Gatal paling hebat dirasakan disela-sela jari tangan dan kaki karena pada tempat tersebut paling banyak mengandung zat keratin sebagai sumber makanan kutu tersebut. Selain itu, kutu betina pada malam hari akan mengeluarkan telurnya pada daerah tersebut terutama pada malam hari. Terjadi secara berkelompok seperti telah disebutkan di atas.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gejala scabies atau kudis lainnya meliputi:

  • Gatal dengan predileksi  sela-sela jari dan pergelangan tangan, permukaan luar siku dan di ketiak,  perut dan pusar, bagian bokong dan selangkangan, puting susu, garis bra, dan sisi payudara (pada wanita), alat kelamin .
  • Bentukan lesi kulit berbentuk bentolan (blister), terowongan (burrow) , borok atau lesi kulit berbentuk krusta pada scabies tipe krustosa
  • Pada bayi dan anak-anak kecil, gatal-gatal dan iritasi kulit juga dapat terjadi pada kulit kepala, leher, dan wajah dan telapak tangan dan telapak kaki.

Pengobatan Scabies

Penyakit scabies atau Kudis ini tidak akan sembuh dengan sendirinya. Untuk menghilangkannya, dan agar tidak menyebar kepada orang lain, maka perlu menggunakan obat scabies berbentuk krim khusus atau lotion yang dioleskan pada kulit. Obat krim scabies ini mengandung permethrin atau kandungan lainnya.

Oleskan obat scabies merata ke seluruh permukaan kulit yang gatal, tapi hindari daerah sekitar mata dan mulut. Setelah dioleskan biarkan, jangan terkena air selama 8 sampai 14 jam (tergantung obatnya) baru kemudian dibersihkan atau mandi.

Antihistamin (seperti interhistin, cetirizin, dll), krim steroid, atau, dalam kasus yang parah, pil steroid dapat membantu mengurangi rasa gatal. Obat anti gatal ini diminum sebelum menggunakan obat scabies di atas, tentu hal ini harus berdasarkan rekomendasi dokter. Baca juga: Obat gatal paling ampuh

Jika terdapat infeksi skunder yang ditandai dengan nanah pada kulit yang gatal, maka diperlukan antibiotik.

Tips Cara Mengobati Scabies (kudis atau gudik) dengan tuntas!

  • Penderita dalam satu rumah atau kelompok harus diobati secara bersamaan (serempak), untuk memutus rantai penularan. Ayo rame-rame ke dokter...
  • Cuci semua pakaian, seprai, dan handuk yang digunakan dalam 3 hari sebelum memulai pengobatan. Gunakan air panas pada sebelum mencucinya  dinginkan 10-15 menit kemudian dengan deterjen
  • Bersihkan dengan hati-hati tempat tidur, sofa, ruangan atau kamar yang digunakan oleh orang yang memiliki kudis atau gudikan.
  • Gunakan obat scabies pada malam hari dimulai dari area leher hingga keujung jari jari kaki diamkan hingga esok pagi, hindari terkena air dan bilas dengan mandi pada pagi harinya.
  • Jemur semua pakaian,handuk sprei dibawah sinar matahari langsung
  • Jangan menggaruk lesi kulit
  • Gunting kuku Anda untuk mencegah penularan

Itulah rangkuman tentang penyakit scabies yang dikenal juga dengan sebutan kudis atau gudikan yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

 

28 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
University of Illinois-Chicago, School of Medicine, Scabies (https://www.medicalnewstoday.com/articles/16961.php), 7 December 2017.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit