Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Neuropati Perifer: Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: SEP 17, 2019 Tinjau pada SEP 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.023.980 orang

Mengenai Neuropati Perifer

Penyakit Neuropati perifer merupakan salah satu penyakit saraf tepi. Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang atau  disebut sistem saraf pusat. Kondisi ini dapat menganggu perjalanan saraf dalam mengirim sinyal ke otak dan organ lainnya di dalam tubuh. Penyakit ini sering terjadi pada usia tua karena gangguan metabolisme, infeksi, peradangan, dan trauma.

Apakah Sistem Saraf Perifer?

Sistem saraf perifer adalah jalur saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat dari otak dan sumsum tulang belakang ke bagian penting di dalam tubuh seperti kelenjar, pembuluh darah, dan organ lainnya. Dari sistem saraf perifer maka organ-organ tubuh lainnya dapat menerima respon yang terhubung ke otak sehingga organ-organ tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Sistem saraf perifer dibagi menjadi 2 antara lain:

  1. Sistem saraf somatik 
  2. Sistem saraf sensorik  
  3. Sistem saraf otonom

Sistem saraf somatik bekerja mengontrol gerakan tubuh sesuai perintah kita seperti menggerakan otot di tubuh.

Sistem saraf sensorik mengirim sinyal sepeti bau, sentuhan, suara, dan rasa nyeri.

Sistem saraf otonom tidak dapat dikendalikan. Saraf ini akan bekerja secara spontan dengan mengontrol fungsi organ yang sesuai seperti otot jantung dan pencernaan. Sistem persarafan ini juga mengatur respon tubuh seperti pada stress yang dapat meningkatkan tekanan darah, laju napas, dan pelepasan hormon.

Penyebab Gangguan Sistem Saraf Perifer

Terjadinya gangguan saraf perifer terjadi akibat faktor yang memicu penyakit tersebut di antaranya:

  1. Gangguan metabolisme seperti diabetes melitus, dan hipotiroidisme 
  2. Gangguan organ kronis yang terjadi sebelumnya seperti adanya gagal ginjal, gangguan hati, dan gangguan sumsum tulang
  3. Adanya pertumbuhan sel kanker seperti kanker sumsum tulang dan kanker saraf
  4. Kekurangan vitamin B1, B6, B12
  5. Keracunan makanan atau zat kimia
  6. Trauma pada sistem saraf
  7. Munculnya infeksi seperti herpes, sifilis, dan HIV
  8. Riwayat keluarga dengan neuropati saraf
  9. Penyakit liver 
  10. Amiloidosis (penumpukan protein amiloid dalam tubuh)
  11. Vaskulitis
  12. Kanker kelenjar getah bening, kanker multiple myeloma 

Gejala Gangguan Sistem Saraf Perifer

Gejala awal pada neuropati saraf somatik adalah lemas otot dan kedutan yang muncul secara tiba-tiba. Akan timbul rasa nyeri seperti tertusuk-tusuk dan juga rasa kesemutan pada seluruh kaki. Beberapa orang mungkin saja tidak merasakan gejala tersebut. 

Pada saraf sensorik, dapat menimbulkan gejala-gejala termasuk kesemutan, mudah terasa nyeri, tidak dapat merasakan perubahan suhu dan adanya gangguan pada pergerakan tubuna. 

Pada saraf otonom, gejala yang dapat ditimbulkan adalah: 

  1. Detak jantung meningkat
  2. Napas pendek
  3. Kesulitan menelan 
  4. Mual muntah
  5. Gangguan pencernaan
  6. Sakit saat menelan
  7. Diare
  8. Hipotensi ortostatik 
  9. Sulit menahan kencing
  10. Disfungsi ereksi 

Pencegahan Neuropati Perifer

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit neuropati perifer adalah dengan perubahan pola gaya hidup yang sehat. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Gaya hidup sehat
  • Tidak merokok
  • Monitor gula darah untuk mencegah terjadinya diabetes
  • Olahraga secara teratur
  • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol 

Diagnosis Neuropati Perifer

Tidak mudah bagi dokter untuk memastikan penyakit neuropati perifer karena kondisi ini kebanyakan berkaitan juga dengan masalah organ lain. Pemeriksaan awal yang dilakukan dokter adalah dengan pemeriksaan fisik dan mencatat seluruh kelainan yang terjadi. 

Dokter akan bertanya apakah ada riwayat penyakit yang terjadi sebelumnya dan apakah ada kelainan yang terjadi melalui bawaan dari riwayat keluarga. 

  • Pemeriksaan neurologis- Selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan neurologis untuk melihat fungsi saraf dari reflek sendi, otot, dan kemampuan menggerakan anggota tubuh.
  • Pemeriksaan darah- Pemeriksaan darah sangat penting dilakukan untuk mendeteksi adanya peran infeksi yang menimbulkan gangguan saraf tepi
  • Pemindaian- Pemeriksaan tubuh bagian dalam dengan metode CT atau MRI- dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya sel kanker, kelainan otak, dan gangguan fungsi saraf lainnya.
  • Elektromiogram - Pemeriksaan dengan Elektromiogram (EMG)- dapat mendeteksi adanya gangguan impuls saraf yang terlibat.
  • Pungsi lumbal - Untuk memeriksa apakah ada peradangan pada tulang belakang.
  • Biopsi saraf

Pengobatan Neuropati Perifer

Memperbaiki gejala dan gangguan saraf adalah kunci utama pada penanganan kasus neuropati perifer. Beberapa obat-obatan dapat membantu mengurangi gejala agar tidak menganggu kenyamanan penderita.

  • Obat anti nyeri
    Obat anti nyeri jenis anti-inflamasi non steroid dapatdigunakanuntukmengurangi rasa nyeri pada otot dan pergelangan. Obat yang sering digunakan adalah parasetamol, ibuprofen dan tramadol.
  • Opioid
    Obat anti nyeri jenis opioid diberikan sesuai resep dokter apabila gejala tidak berkurang dengan obat anti nyeri biasa.
  • Obat anti kejang
    Pemberian obat anti kejang berfungsi untuk mengurangi kedutan otot dan nyeri saraf. Obat yang sering digunakan yaitu gabapentin.
  • Amitriptiline
    Obat amitriptiline merupakan jenis obat anti depresi yang dipercaya dapat mengurangi gejala neuropati.

Selain obat-obatan, terapi dengan TENS atau Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, plasmapheresis atau transfusi tukar plasma darah, serta terapi imunoglobulin dapat bermanfaat apabila ditemukan gangguan saraf yang lebih berat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit