Kanker Tenggorokan: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 385.566 orang

Kanker adalah suatu penyakit, sel membelah secara tidak terkontrol di dalam tubuh. Sel yang tumbuh tetapi tidak berbahaya disebut tumor. Kanker sakit tenggorokan adalah kanker yang terjadi pada kotak suara, pita suara dan bagian-bagian lain pada tenggorokan seperti tonsil dan orofaring. 

Kanker tenggorokan biasanya dibagi menjadi dua kategori: kanker faingeal dan kaker laringeal. Kanker faringeal terbentuk di faring, yaitu saluran berbentuk tabung di belakang hidung hingga batang tenggorokan. Kanker laringeal terbentuk di laring, yaitu kotak suara.

Macam-Macam Kanker Tenggorokan

Terdapat dua macam kanker tenggorokan yang utama:

  • Squamous cell carcinoma. Tipe kanker tenggorokan ini mempengaruhi sel tipis yang melapisi tenggorokan.
  • Adenocarcinoma. Tipe kanker tenggorokan yang mempengaruhi sel glandular dan cukup jarang terjadi.

Bersama dengan dua macam kanker tenggorokan di atas, kanker tenggorokan dibagi menjadi dua lagi tipe. Salah satu tipe disebut kanker faringeal, yang tumbuh di daerah leher dan tenggorokan, antara lain:

  • Kanker nasofaring (bagian paling atas tenggorokan)
  • Kanker Orofaring (bagian tengah tenggorokan) Kanker hipofaring (bagian dasar tenggorokan)

Salah satu jenis lainnya adalah kanker laringeal, yang menjangkit laring, yang dapat terjadi di tiga bagian berikut:

  • Glottis. Bagian yang menyokong pita suara.
  • Supaglottis. Daerah di bagian atas glottis. Subglottis. Daerah di bawah pita suara dan di atas batang tenggorokan

Faktor risiko terkena penyakit Kanker Tenggorokan

  • Penggunaan tembakau untuk waktu yang lama. Merokok tembakau dan mengunyah tembakau memberikan faktor risiko terbesar pada kanker kepala dan leher, termasuk kanker tenggorokan.
  • Minum-minuman keras terlalu sering dan terlalu banyak. Minum alkohol melebihi dua kali sehari pada pria dan lebih dari dua hari pada wanita.
  • Gabungan keduanya di atas.
  • Umur. Kebanyakan orang yang terjangkit kanker tenggorokan berumur lebih dari 65 tahun.
  • Paparan zat kimia. Salah satunya adalah asbestos, nickel dan gas asam sulfat.
  • Ras. Ras Afrika-Amerika rentan terjangkit kanker tenggorokan.
  • Jenis kelamin. Pria lima kali lebih rentan terjangkit kanker tenggorokan daripada wanita.
  • HPV (Human Papilomavirus). HPV dihubungkan dengan terjadinya kanker pada belakang tenggorokan, termasuk kanker tonsil dan lidah. Untuk mencegah anak-anak terinfeksi virus ini, berikan serangkaian vaksin HPV pada umur 11 dan 12 tahun.

Penyebab terjadinya penyakit Kanker Tenggorokan

  • Merokok
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • HPV
  • Epstein-Barr Virus (EBV)
  • Diet yang tidak baik
  • Riwayat penyakit kanker di keluarga.
  • Terpapar asbestos
  • Kehigienisan mulut yang buruk

Gejala penyakit Kanker Tenggorokan

Tiap tipe kanker tenggorokan memiliki gejala yang berbeda. Gejalanya tergantung tingkatan dan lokasi kankernya. Adapun gejala awal yang umum terjadi pada kanker laringeal dan faringeal antara lain:

  • Kesulitan menelan.
  • Perubahan suara, seperti suara yang serak atau suara yang tidak terlalu jelas.
  • Radang tenggorokan
  • Kehilangan berat badan yang tidak direncanakan
  • Pembengkakan pada mata, rahang, tenggorokan atau leher.
  • Rasa sakit di telinga
  • Batuk yang sangat sering dan mungkin batuk berdarah
  • Nafas berbunyi mendecit

Pencegahan terhadap penyakit Kanker Tenggorokan

Sekitar 60% kanker faringeal dan laringeal yang terjadi di Australia disebabkan oleh aktivitas merokok, 30% akibat konsumsi alkohol yang berlebihan. Dengan berhenti merokok dan mengontrol konsumsi alkohol dapat mengurangi risiko terjangkit kanker tenggorokan. 

Selain dengan mengonsumsi buah dan sayur karena makanan tersebut mengandung antioksidan yang dapat mengurangi risiko terkena kanker. Melakukan vaksinasi HPV sejak usia dini, membatasi jumlah pasangan seksual dan mengenakan kondom setiap kali berhubungan seksual, dapat mencegah terjadinya kanker tenggorokan.

Penanganan penyakit Kanker Tenggorokan

Kunjungi spesialis berikut untuk menangani kanker tenggorokan:

  • Onkologis yang mampu melakukan prosedur operasi seperti pengangkatan tumor.
  • Onkologis radiasi yang menangani kanker dengan terapi radiasi.
  • Patologis yang memeriksa sampel jaringan dari hasil biopsi. 

Operasi

Jika ukuran tumor masih kecil, dokter akan merekomendasikan operasi

  • Operasi endoskopis. Prosedur ini menggunakan endoskop, yaitu tabung tipis dengan cahaya dan kamera di ujungnya, sehingga dapat melewati instrumen operasi atau laser untuk menangani kanker tingkat awal.
  • Kordektomi. Prosedur operasi yang mengangkat semua bagian atau sebagian pita suara.
  • Laringeoktomi. Operasi mengangkat seluruh atau sebagian kotak suara, bergantung dari keparahan kanker. Beberapa orang dapat berbicara secara normal setelah operasi, tetapi seseorang harus belajar untuk berbicara tanpa kotak suara.
  • Faringektomi. Prosedur ini mengangkat sebagian tenggorokan.
  • Neck Dissection. Jika kanker menyebar ke daerah leher, dokter akan mengangkat beberapa bagian nodus limpa yang terpengaruh.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit