Defisiensi Vitamin A - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 468.073 orang

Defisiensi vitamin A adalah salah satu masalah kesehatan yang paling sering terjadi. Penyebab utamanya adalah insufisiensi kandungan vitamin A dalam diet secara kronis sehingga gagal memenuhi kebutuhan fisiologis seperti pertumbuhan jaringan, metabolisme normal dan ketahanan terhadap infeksi.

Vitamin A merupakan mikronutrien yang sangat penting untuk menjadi bagian dari asupan makanan. Tubuh manusia tidak memiliki kemampuan sintesis vitamin A sehingga harus mengandalkan asupan dari luar. Makanan yang kaya akan vitamin A antara lain hati, minyak hati ikan, telur, biji-bijian, daging, produk olahan susu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Vitamin A lebih diketahui fungsinya dalam penglihatan, sebagai komponen yang penting dalam fisiologi fotoreseptor retina. Oleh sebab itu, defisiensi vitamin A merupakan penyebab utama kebutaan di negara-negara berkembang. 

Selain kebutaan, kurangnya vitamin A dapat berpengaruh terhadap menurunnya imunitas sehingga anak lebih mudah terkena penyakit infeksi, misalnya campak, malaria atau diare.

Apakah Penyebab Defisiensi Vitamin A?

Penyebab Defisiensi Vitamin A

Kekurangan vitamin A dalam tubuh sehingga menimbulkan komplikasi lain.

Gejala Defisiensi Vitamin A

Gejala-gejala yang sering timbul akibat kekurangan vitamin A adalah sebagai berikut:

  • Mata kering
  • Sulit melihat di malam hari
  • Kulit kering
  • Kuku pecah-pecah
  • Ulkus kornea
  • Kebutaan
  • Bintik putih di mata
  • Retardasi pertumbuhan
  • Infeksi

Pencegahan Defisiensi Vitamin A

Rekomendasi pemberian vitamin A sebagai upaya pencegahan defisiensi vitamin A adalah sebagai berikut:

  • Pemberian ASI ekslusif untuk 4-6 bulan pertama untuk mencegah terjadinya defisiensi vitamin A.
  • Dosis vitamin A untuk ibu baru melahirkan harus ditingkatkan sampai 400.000 IU dan sebaiknya dibagi dalam 2 dosis.
  • Usia di bawah satu tahun harus mendapatkan tiga dosis vitamin A sebanyak 50.000 IU dalam enam bulan pertama kehidupan. Tiga dosis ini dapat diberikan bersamaan dengan imunisasi.
  • Pada anak diatas 12 bulan, dosis tunggal vitamin A sebanyak 200.000 IU sebaiknya diberikan tiap 4-6 bulan.

Apakah Pengobatan Defisiensi Vitamin A?

Diagnosis Defisiensi Vitamin A

  • Anamnesa:

Vitamin A memegang peranan penting dalam memelihara fungsi epitel. Pada anak dengan defisiensi vitamin A, gejala yang muncul dapat berkaitan dengan gangguan fungsi epitel di seluruh organ tubuh termasuk mukosa. Pada kulit, nampak menjadi kering dan bersisik terutama pada daerah lengan, kaki, bahu dan bokong.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Gangguan pada mukosa usus dapat menyebabkan diare. Gangguan pada mukosa saluran napas dapat menyebabkan obstruksi bronkus. Selain itu, gangguan pada mukosa saluran kemih dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Penderita kondisi ini biasanya sering mengeluhkan masalah penglihatan dimana mengalami kesulitan mengadaptasi penglihatan di tempat gelap (night blindness).

  • Pemeriksaan Fisik:

Pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisis secara menyeluruh dan terarah, pemeriksaan tumbuh kembang anak, dan mencari adanya tanda-tanda yang mendukung kelainan sesuai hasil anamnesia. Pada pemeriksaan fisik juga dapat ditemukan tanda tanda yang mengarah pada gangguan tumbuh, anemia, retardasi mental, peningkatan tekanan intrakranial.

Pemeriksaan mata juga dapat menunjukan karakteristik yang khas. Pada tahap awal, kornea tampak kering, bersisik, dan opak. Kondisi ini memudahkan terjadinya infeksi. Selanjutnya dapat terjadi ulserasi dan nekrosis kornea yang berujung pada kerusakan permanen pada kornea dan berakhir pada kebutaan.

  • Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis defisiensi vitamin A tahap awal dapat dilakukan dengan tes adaptasi gelap. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan sitologi impresi konjungtiva, pemeriksaan kadar retinol plasma dan plasma retinol binding protein.

Pengobatan Defisiensi Vitamin A

Kekurangan vitamin A bisa diobati dengan suplemen vitamin A. Jumlah dari suplemen tergantung dari umur anak-anak. Suplemen vitamin A bisa memperbaiki rabun senja dan bisa menolong mata mendapatkan lubrikasi alaminya lagi.

Namun, kehilangan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan di area kornea mata tidak bisa disembuhkan dengan suplemen vitamin A. Segera konsultasikan diri jika mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan untuk mendapat penanganan secepatnya. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit