Amebiasis - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 29, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Apr 16, 2019 Waktu baca: 3 menit

Amebiasis adalah infeksi parasit pada usus yang disebabkan oleh protozoa Entamoeba histolytica, atau E. histolytica. Gejala amebiasis termasuk tinja cair, kram perut, dan sakit perut. Namun, kebanyakan orang dengan amebiasis tidak mengalami gejala yang signifikan.

Amebiasis adalah penyakit saluran cerna yang sering terjadi di negara-negara tropis dengan sanitasi yang kurang baik. Amebiasis paling sering terjadi di bagian Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan bagian Afrika. Amebiasis relatif jarang terjadi di Amerika Serikat.

Risiko mengalami amebiasis meningkat pada :

  • Orang-orang yang bepergian ke lokasi tropis dengan sanitasi yang buruk
  • Imigran dari negara tropis dengan kondisi sanitasi yang buruk
  • Orang-orang yang tinggal di institusi dengan kondisi sanitasi yang buruk, seperti penjara
  • Pria yang berhubungan seks dengan pria lain
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah

Apa yang menyebabkan amebiasis?

E. histolytica adalah protozoa sel tunggal memasuki tubuh manusia ketika seseorang menelan parasit tersebut melalui makanan atau air. E. histolytica juga bisa masuk ke tubuh melalui kontak langsung dengan kotoran.

Kista adalah bentuk parasit yang relatif tidak aktif yang dapat hidup selama beberapa bulan di tanah atau lingkungan luar. Kista mikroskopis hadir di tanah, pupuk, atau air yang telah terkontaminasi dengan kotoran yang terinfeksi. 

Seseorang dapat menularkan kista E. histolytica saat menyiapkan makanan. Penularan juga mungkin terjadi selama seks anal, oral-anal sex, dan irigasi kolon.

Ketika kista memasuki tubuh, mereka berada di saluran pencernaan. Mereka kemudian berubah menjadi parasit aktif dan invasif yang disebut trofozoit. Parasit berkembang biak di saluran pencernaan dan bermigrasi ke usus besar, di sana mereka dapat bersembunyi di dinding usus atau usus besar, sehingga menyebabkan diare berdarah, radang usus besar, dan kerusakan jaringan. 

Orang yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan penyakit dengan melepaskan kista baru ke lingkungan melalui kotoran yang terinfeksi.

Gejala amebiasis

Gejala biasanya muncul 1 hingga 4 minggu setelah kista masuk ke dalam saluran pencernaan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hanya sekitar 10 hingga 20% orang yang menderita amebiasis menimbulkan gejala berat. Biasanya gejala yang muncul cenderung ringan seperti tinja cair dan kram perut.

Setelah trofozoit menembus dinding usus, trofozoit dapat memasuki aliran darah dan melakukan perjalanan ke berbagai organ internal. Mereka dapat berakhir di hati, jantung, paru-paru, otak, atau organ lainnya. Jika trofozoit menyerang organ internal, mereka berpotensi menyebabkan:

  • Abses
  • Infeksi
  • Penyakit parah
  • Kematian

Jika parasit E. histolytica menyerang lapisan usus Anda, maka parasit ini dapat menyebabkan disentri amuba. Disentri amuba adalah bentuk amebiasis yang lebih berbahaya dengan feses yang encer dan berdarah serta kram perut yang lebih parah.

Hati sering menjadi tempat berkembangnya parasit. Gejala penyakit hati amebik meliputi demam dan nyeri tekan di bagian kanan atas perut Anda.

Bagaimana saya bisa mencegah amebiasis?

Menjaga kebersihan adalah kunci untuk menghindari amebiasis. Cucilah tangan dengan sabun dan air dengan seksama setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum menyiapkan makanan. Jika Anda bepergian ke tempat-tempat endemik E. histolytica, ikuti tips-tips di bawah ini saat menyiapkan makanan:

  • Cuci buah dan sayuran dengan seksama sebelum makan.
  • Hindari makan buah atau sayuran kecuali Anda mencuci dan mengupasnya sendiri.
  • Gunakan air kemasan.
  • Jika Anda harus minum air, rebus air sampai mendidih.
  • Hindari mengkonsumsi es batu sembarangan
  • Hindari susu, keju, atau produk susu lainnya yang tidak dipasteurisasi.
  • Hindari makanan yang dijual oleh pedagang kaki lima.

Diagnosa

Dokter dapat menegakan diagnosa dengan menanyakan riwayat kesehatan dan riwayat perjalanan Anda baru-baru ini. Kemudian dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti :

  • Pemeriksaan tinja untuk mencari kista E. histolytica
  • Pemeriksaan fungsi hati, untuk mengevaluasi jika terjadi kerusakan hati
  • Pemeriksaan USG dan CT scan, untuk mengevaluasi jika infeksi parasit E. histolytica telah menyebar ke luar usus.
  • Akhirnya, kolonoskopi mungkin diperlukan untuk memeriksa keberadaan parasit di usus besar Anda (kolon).

Perawatan amebiasis

Perawatan untuk kasus amebiasis tanpa komplikasi umumnya dapat dilakukan dengan pemberian kapsul metronidazole selama 10 hari. Dokter Anda mungkin juga meresepkan obat untuk mengendalikan mual jika Anda membutuhkannya.

Jika parasit ada di jaringan usus Anda, perawatan harus mengatasi tidak hanya organisme tetapi juga kerusakan pada organ yang terinfeksi. Pembedahan mungkin diperlukan jika usus besar atau jaringan peritoneum mengalami kebocoran (perforasi).


18 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Barwell, et al. Healthline (2017). Amebiasis. (https://www.healthline.com/health/amebiasis)
NIH (2016). MedlinePlus. Amebiasis. (https://medlineplus.gov/ency/article/000298.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app