Kenali Amebiasis dari Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: Apr 12, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 359.363 orang

Kenali penyakit Amebiasis

Hewan kecil yang tidak terlihat oleh mata telanjang ada di sekitar kita! Mereka hidup di air dan tanah, dan beberapa dari mereka bahkan dapat hidup di dalam tubuh kita! Selain bakteri, di sekitar kita terdapat organisme yang berukuran kecil yang disebut dengan protozoa. Protozoa adalah organisme bersel tunggal, berbeda dengan bakteri karena Protozoa memiliki banyak kemiripan dengan binatang di mana mereka bergerak dan berburu mangsanya layaknya binatang. 

Bahkan, kata Protozoa adalah bahasa Yunani yang berarti 'binatang pertama,' nama yang diberikan kepada organisme kecil bersel satu ini karena perilaku mereka yang seperti binatang dan diyakini bahwa kehidupan pertama berasal dari Protozoa yang berkembang dan membentuk kehidupan dalam rupa yang lebih kompleks seperti binatang. Namun, Protozoa memiliki kesamaan dengan bakteri, yaitu dapat menyebabkan penyakit seperti diare hingga penyakit yang lebih serius lainnya. Penyakit yang paling banyak disebabkan olehgt;infeksi Protozoa adalah Amebiasis. Apa itu Amebiasis? Untuk lebih jelasnya, yuk disimak artikel yang satu ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Apa itu Amebiasis?

Amebiasis adalah penyakit parasit (juga dikenal sebagai amebic atau amoebic disentri dan / atau amoebiasis) yang disebabkan oleh infeksi Entamoeba histolytica atau jenis Protozoa lain (misalnya, E. dispar); penyakit ini mungkin tidak menimbulkan gejala apa-apa pada sebagian besar individu. E. histolytica adalah spesies yang menghasilkan gejala hanya sekitar 10% dari mereka yang terinfeksi. Infeksi Protozoa biasanya menghasilkan disentri (buang air besar berdarah) dan masalah di dalam usus maupun di luar usus, komplikasi yang paling umum terjadi adalah abses hati, meskipun organ-organ lain dapat terlibat. 

Penyakit ini paling sering terjadi pada orang yang tinggal di daerah tropis dengan sanitasi yang buruk. Diperkirakan bahwa amebiasis menyebabkan 50.000-100.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun. Infeksi penularan Protozoa dimulai ketika bentuk kistik (tahap infektif) tertelan ketika orang minum air yang terkontaminasi atau makan makanan yang terkontaminasi, kontak langsung dengan sumber yang terkontaminasi atau tercemar dari tangan yang terkontaminasi saat tangan tersebut mengolah makanan yang kita makan, atau juga bisa tertular melalui praktik seksual anal.

Siapa yang lebih berisiko terkena Amebiasis?

Amebiasis lebih sering terjadi di negara-negara tropis dengan sanitasi yang buruk. Amebiasis paling sering ditemukan di India, bagian dari Amerika Tengah dan Selatan, dan sebagian Afrika. Amebiasis jarang ditemukan di negara-negara maju. Orang dengan risiko terkena amebiasis, adalah orang-orang yang:

- Orang-orang yang bepergian ke negara tropis dengan tingkat sanitasi yang buruk Imigran dari negara-negara tropis dengan kondisi sanitasi yang buruk
- Orang-orang yang tinggal di lembaga pemasyarakatan dengan kondisi sanitasi yang buruk, seperti penjara
- Pria yang berhubungan seks dengan pria lain
- Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun dan kondisi kesehatan lainnya yang menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Gejala apa saja yang bisa ditimbulkan jika Anda menderita Amebiasis?

Meskipun hanya sekitar 10% -20% orang yang terinfeksi parasit menimbulkan gejala, biasanya gejala yang muncul pada orang-orang tersebut meliputi:

- Gejala awal (sekitar satu sampai empat minggu) termasuk tinja yang longgar dan kram perut ringan.
Jika penyakit berkembang, sering, berair, dan / atau tinja berdarah dengan kram perut yang parah (disebut disentri amuba) dapat terjadi. Jika trofozoit mencapai dinding usus dan melewatinya, gejala infeksi hati seperti nyeri hati dan demam adalah tanda awal dan gejala pembentukan abses hati (amebiasis hati).
- Organ lain (jantung, paru-paru, otak, misalnya) dapat menghasilkan gejala khusus untuk organ dan menghasilkan penyakit berat dan / atau kematian.
- Perut yang tegang dan nyeri bila disentuh
- Perut kembung
- Hilangnya nafsu makan
- Berat badan turun
- Kelelahan
- Anemia
- Kadang-kadang menyebabkan lesi kulit (amebiasis kulit)

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Daftar gejala di atas mungkin bukan merupakan daftar gejala yang lengkap, Hubungi dokter Anda atau pergi ke rumah sakit jika Anda memiliki gejala berikut:

- Demam tinggi suhu lebih dari 38.5oC
- Diare disertai darah 

- Sakit perut yang tidak tertahankan Sakit pada perut bagian kanan Penyakit kuning

Diagnosis Amebiasis

Dalam mendiagnosis amebiasis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan menanyakan aktivitas yang dilakukan pasien sebelumnya, termasuk lokasi yang dikunjungi. 

Beberapa tes penunjang mungkin perlu dilakukan untuk membantu dokter memastikan diagnosis, termasuk:

  • Pemeriksaan tinja. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri histolytica. Pengambilan sampel untuk pemeriksaan ini idealnya dilakukan beberapa kali pada hari yang berbeda.
  • Tes darah. Metode ini direkomendasikan dicurigai terdapat parasit histolytica di dinding usus atau organ tubuh lainnya. Tes ini juga dapat dilakukan untuk memeriksa kondisi terkait, seperti anaemia.
  • Kolonoskopi
  •  CT scan atau USG, untuk memeriksa jika terdapat peradangan pada organ tertentu.
  • Tes jarum. Tes ini biasanya dilakukan saat ada penumpukan nanah (abses) pada hati

Apa yang harus Anda lakukan jika Anda terkena Amebiasis?

Tentu saja sangat bijak jika Anda pergi ke dokter untuk melakukan pengobatan Amebiasis. Walaupun sekilas gejalanya hanya mencret dan mual, tetapi orang yang terkena Amebiasis dapat berakhir fatal jika tidak mendapat pengobatan yang sesuai. Saat Anda pergi ke klinik atau rumah sakit untuk memeriksa keadaan ini lebih lanjut, Anda mungkin diminta untuk melakukan pemeriksaan kotoran untuk menemukan apakah ada Amoeba di dalam kotoran Anda. 

Setelah melakukan pemeriksaan, pengobatan yang dapat dilakukan pada orang dewasa adalah pemberian antibiotik berupa Metronidazole dan Iodoquinol. Namun, obat-obat ini memiliki efek samping seperti mual, sakit kepala, menyebabkan mulut kering, atau warna urin yang gelap. 

Jika mengonsumsi obat-obat ini, Anda tidak boleh meminum alkohol selama perawatan. Sedangkan pengobatan untuk anak-anak adalah usahakan untuk memberi minum anak, atau memberikan terapi cairan agar kebutuhan cairan bayi terpenuhi. Sebenarnya penyakit ini adalah penyakit yang bisa dicegah dengan mudah. Yaitu hanya dengan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan. Amebiasis umumnya bisa sembuh jika Anda rutin menjalani perawatan dan pengobatan. Biasanya pengobatan akan berlangsung sekitar 2 minggu. Jika Anda memiliki kasus yang lebih serius, yaitu di mana parasit muncul di jaringan internal atau organ dalam Anda, ini harus segera diobati.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit