Kenali Paronikia Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 354.475 orang

Pernahkah kuku kaki Anda tersandung pintu atau meja? Rasanya luar biasa sakit bukan? Apalagi jika kuku kaki Anda mengalami infeksi yang menyebabkan nyeri seperti tersandung pintu yang terjadi setiap saat.

Infeksi pada kuku kaki dikenal dengan istilah Paronikia dalam istilah medis, atau masyarakat lebih mengenalnya dengan istilah kecantengan.

Apa penyebab terjadinya Paronikia?

Penyebab terjadinya infeksi pada kecantengan adalah infeksi bakteri atau infeksi jamur, atau bahkan keduanya secara bersamaan. Yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah, bagaimana kuku kaki seseorang dapat mengalami infeksi? Ada beberapa faktor pendukung yang menyebabkan terjadinya infeksi pada kuku kaki yang berujung kecantengan, yaitu :

  • Memotong kuku dengan cara yang salah sehingga menyebabkan kuku luka.
  • Kuku tersandung sehingga mengakibatkan luka pada kuku
  • Sering terkena air dalam waktu yang lama misalnya sering mencuci di sungai
  • Tidak menjaga kebersihan kaki dengan baik

Pada beberapa kasus, terjadinya kecantengan disebabkan oleh penyakit gula. Pada seseorang yang menderita penyakit gula, infeksi lebih mudah terjadi. Melakukan perawatan kuku di salon juga dapat meningkatkan terjadinya kecantengan, karena kita tidak pernah tahu pada siapa peralatan salon telah digunakan.

Apa gejala yang terjadi pada Paronikia?

Jika Anda memiliki kuku kaki yang kecantengan, Anda pasti langsung menyadarinya. Area kulit di sekitar kuku akan terasa nyeri saat Anda menyentuhnya. Area itu mungkin akan merah, bengkak dan terasa hangat. Anda mungkin melihat terbentuknya bengkak yang berisi nanah.

Jika paronikia terjadi dalam waktu yang lama, kuku akan mengalami perubahan warna. Selain terjadi perubahan warna pada kuku, dasar kuku juga mungkin akan terlihat tampak bengkak, sehingga mendorong posisi kuku hingga kuku tampak seperti terlepas.

Apa yang Harus Anda Lakukan?

Jika paronikia yang Anda derita masih dalam tahap ringan dan belum mulai menyebar di luar kuku, Anda mungkin bisa mengobatinya di rumah. Rendam kuku yang terinfeksi di dalam air hangat selama 20 menit beberapa kali sehari. Infeksi ini mungkin akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Jika gejala paronikia tidak membaik setelah satu minggu atau lebih, segera pergi ke dokter apalagi jika Anda mengalami abses ( nanah yang terkumpul di kulit atau di bawah kuku) atau jika infeksi telah menyebar ke luar area kuku.

Jika paronikia kronis yang tidak diobati, kemungkinan infeksi bisa berkembang lebih jauh. Infeksi yang awalnya hanya terjadi pada kuku kaki dapat berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh.

Apa yang dilakukan Dokter untuk mengobati paronikia?

Biasanya, dokter atau perawat akan dapat mendiagnosis paronikia hanya dengan memeriksa area yang terinfeksi. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin mengambil sampel nanah untuk diperiksa di laboratorium untuk menentukan jenis kuman apa yang menyebabkan infeksi.

Jika Anda menderita diabetes, beri tahukan dokter Anda jika Anda merasakan adanya tanda-tanda paronikia,walaupun hanya berupa gejala ringan.

Jangan mencoba memecahkan abses atau berusaha memotongnya dengan gunting kuku. Melakukan hal itu dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius bahkan bisa menyebabkan terjadinya komplikasi lainnya. 

Untuk abses yang terbentuk, dokter akan mengeringkan abses, kemudian akan meresepkan obat antibiotik untuk mengobati infeksi. Setelah abses diobati, infeksi yang terjadi pada kuku jari kaki biasanya akan mengalami penyembuhan dengan cepat.

Jika paronikia tidak sembuh dengan pemberian antibiotik, kemungkinan paronikia disebabkan oleh jamur,jika hal ini terjadi, dokter mungkin akan meresepkan krim antijamur, lotion, atau obat-obatan lainnya.

Apakah Paronikia dapat dicegah?

Karena kaki kecantengan biasanya terjadi akibat trauma atau tingkat kebersihan seseorang yang buruk, maka untuk mencegah terjadinya Paronikia, seseorang harus lebih berhati-hati dan menjaga kebersihan diri sendiri maupun lingkungan sekitar. 

Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya paronikia:

  • Jangan memotong kuku terlalu pendek. Gunakan gunting kuku untuk menggunting kuku, jangan menggunakan gunting biasa untuk menghindari kulit sekitar kuku terpotong, dan setelah memotong kuku, asah ujung-ujungnya yang tajam dengan papan ampelas atau kikir kuku. Waktu terbaik untuk melakukan ini adalah setelah mandi ketika tekstur kuku Anda lebih lunak.
  • Jika Pekerjaan Anda memerlukan Anda merendam kaki Anda dalam waktu yang lama, upayakan untuk menggunakan sepatu boot atau rendam kaki Anda dengan antiseptik setelah Anda bekerja.
  • Jika Anda menderita diabetes, pastikan gula darah Anda terkendali.
  • Praktekkan kebersihan yang baik: jaga tangan dan kaki Anda tetap bersih dan kering.
  • Jika Anda melakukan perawatan manikur atau pedikur di salon kuku, pertimbangkan untuk membawa gunting sendiri, kikir kuku, dan alat lainnya. Sebisa mungkin, cobalah untuk tidak melukai kuku dan kulit di sekitarnya. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit