Paronychia (Kuku Bernanah): Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Feb 28, 2020 Tinjau pada Mei 2, 2019 Waktu baca: 2 menit

Mungkin Anda pernah mengalami masalah pada kuku, seperti kuku bernanah, cantengan, atau bahkan sekarang malah sedang mengalami hal tersebut. Dimana kuku kaki ataupun tangan menjadi sakit, bengkak, kemerahan bahkan bernanah.

Apa itu kuku bernanah?

Kuku nanahan atau kuku bernanah, cantengan dalam bahasa kedokteran disebut Paronychia (baca = paronikia). Paronikia merupakan infeksi di sekitar tepi kuku bahkan seluruh bagian kuku.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Paronychia merupakan jenis infeksi yang paling sering pada kuku jari tangan terutama jempol, jika tidak diobati dengan tepat, dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih parah.

Paronikia paling sering disebabkan oleh bakteri kulit, biasanya memasuki kulit di sekitar kuku yang telah rusak oleh trauma, seperti menggigit kuku, mengisap jari, cuci piring, atau iritasi kimia. Infeksi jamur juga dapat menjadi penyebab paronychia, dan harus dicurigai terutama pada orang dengan infeksi kuku berulang dan tak kunjung sembuh.

Tanda dan gejala paronikia

Gejala awal paronikia dapat berupa kemerahan dan pembengkakan di sekitar kuku. Pada keadaan ini, kuku sangat sakit bila disentuh dan kemudian berlanjut kuku dan/atau kulit menjadi berwarna kuning-hijau. Ini artinya telah terjadi pengumpulan nanah di bawah kuku dan kulit (disebut abses).

Tanda dan gejala cantengan yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut:

  • Pembengkakan
  • Kemerahan
  • Bernanah
  • Terasa Nyeri bahkan terasa nyut-nyutan

Bagaimana cara mengobati kuku cantengan ini?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati kuku cantengan di rumah, antara lain:

  • Merendam jari cantengan ke dalam campuran air hangat 50% dan 50% sabun antibakteri cair. Lakukan 3-4 kali sehari selama sekitar 10-15 menit. Perendaman ini harus dilakukan pada gejala awal berupa kemerahan di sekitar kuku.
  • Letakkan dental floss di bawah kuku agar tumbuh normal
  • Gunakan krim antibiotik kemudian bungkus dengan kassa
  • Gunakan alas kaki yang nyaman
  • Bila nyeri, minumlah obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, atau naproxen 

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter, jika kemerahan melampaui kulit di sekitar kuku. Kemerahan ini menunjukkan bahwa infeksi mungkin membentuk infeksi jari yang lebih serius dengan pembentukan nanah dari jaringan dalam ujung jari Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Anda juga harus menghubungi dokter jika terdapat tumpukan nanah yang banyak. Dimana nanah tersebut harus dikeluarkan dengan cara steril.

Jangan coba-coba menyayat kulit yang bernanah sendiri di rumah. Jika caranya tidak tepat, hal ini malah bisa membuat infeksi menjadi meluas. Pada kasus yang berat, infeksi dapat bergerak di bawah kuku dan perlu pembuangan kuku sebagian atau lengkap (cabut kuku).

Jika ditangani dengan tepat, cantengan dapat sembuh dengan baik. Kuku yang telah di cabut pun dapat tumbuh kembali dengan sempurna.

Bagaimana cara mencegah agar tidak terkena cantengan?

Lakukan hal-hal berikut agar terhindar dari kuku cantengan, yaitu:

  • Hindari menggigit kuku
  • Pakailah sarung tangan karet jika hendak memegang benda atau melakukan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan trauma.
  • Gunting kuku dengan ukuran yang tepat
  • Gunakan alas kaki (sepatu) yang nyaman
  • Kontrol penyakit kronis, seperti diabetes.
  • Sering cuci tangan, terutama setelah bekerja di tanah, pertukangan, atau pekerjaan di mana tangan Anda menjadi kotor dan memiliki potensi untuk luka dan goresan.

Jangan anggap remeh cantengan. Walaupun terkesan ringan, namun jika tidak diobati dengan tepat dapat menjadi luas dan infeksi yang parah.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Paronychia (Nail Infection) Treatment: First Aid Information for Paronychia (Nail Infection). WebMD. (https://www.webmd.com/first-aid/paronychia-nail-infection-treatment)
Paronychia: Causes, Symptoms, and Diagnosis. Healthline. (https://www.healthline.com/health/paronychia)
Paronychia: Causes and treatment of an infected nail. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/324059.php)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app