Parainfluenza : Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: May 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 243.854 orang

Parainfluenza merujuk kepada kelompok virus yang disebut human parainfluenza viruses (HPIV). Terdapat empat virus pada kelompok ini. Setiap virusnya menyebabkan gejala dan penyakit yang berbeda. 

Semua jenis HPIV menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas atau bawah tubuh manusia. Gejala HPIV mirip dengan pilek biasa. Saat kasus parainfluenza tidak parah, virus sering salah didiagnosis. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Kebanyakan orang sehat yang terinfeksi HPIV dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, seseorang dengan sistem imun yang lemah berisiko untuk mengalami infeksi yang membahayakan nyawa.

Apa saja tipe Virus Parainfluenza?

Ada empat tipe HPIV. Semuanya menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan, tetapi tipe infeksi, gejala dan lokasi akan bergantung pada tipe virus yang menginfeksi Anda. Terdapat empat tipe HPIV yang dapat menginfeksi siapapun:

HPIV-1

HPIV-1 adalah penyebab penyakit utama pada anak-anak. Croup adalah penyakit pernapasan yang menyebabkan pembengkakan di dekat pita suara dan bagian lainnya di sistem pernapasan bagian atas. 

HPIV-1 bertanggungjawab atas wabah croup pada musim gugur. Di Amerika Serikat, wabah cenderung menyebar pada tahun-tahun ganjil.

HPIV-2

HPIV-2 menyebabkan croup pada anak-anak, tetapi dokter mendeteksi bahwa HPIV-2 lebih tidak sering daripada HPIV-1. HPIV-2 sering terlihat pada musim gugut tetapi pada suhu yang lebih rendah daripada HPIV-1.

HPIV-3

Infeksi HPIV-3 sering dihubungkan dengan pneumonia dan bronkiolitis, yaitu pembengkakan akibat inflamasi pada jalur nafas terkecil di paru-paru. HPIV-3 sering menyebabkan infeksi pada musim semi dan awal musim panas, tetapi muncul sepajang tahun. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Periode waktu Anda dapat menularkan HPIV-3 masih belum bisa ditentukan. Namun, terdapat pelepasan virus, sehingga terdapat risiko menularkan HPIV-3 , biasanya terjadi pada awal 3 hingga 10 hari gejala. Pada kasus yang jarang, pelepasan virus terlihat hingga tiga sampai empat minggu.

HPIV-4

HPIV-4 lebih jarang daripada tipe lainnya. Tidak seperti tipe HPIV lainnya, tidak dapat diketahui pola musim HPIV-4.

Bagaimana Parainfluenza terlularkan?

Anda bisa terinfeksi HPIV dengan beberapa langkah. HPIV dapat bertahan pada permukaan yang keras hingga 10 jam. Jika Anda menyentuk permukaan yang terkontaminasi dengan tangan Anda dan kemudian Anda menyentuh hidung atau mulut Anda, Anda akan terinfeksi. 

Virus juga dapat menginfeksi Anda melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Biasanya virus akan membutuhkan waktu dua hingga tujuh hari setelah infeksi untuk menyebabkan gejala.

Apa saja gejala Parainfluenza?

Gejala umum empat tipe HPIV mirip dengan pilek biasa, antara lain:

  • Demam
  • Batuk
  • Hidung meler
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri di dada
  • Radang tenggorokan
  • Nafas pendek
  • Nafas berdecit
  • Kesulitan bernapas

Seringkali, gejala HPIV tidak cukup parah sehingga menyebabkan kekhawatiran pada orang dewasa sehat. Tetapi, HPIV dapat bersifat membahayakan nyawa pada balita, orang lansia, dan orang-orang yang memiliki sistem imun yang lemah. 

Jika Anda adalah kelompok orang yang memiliki risiko tinggi dan memiliki gejala HPIV, Anda harus memeriksakan diri ke dokter atau masuk ke unit gawat darurat.

Bagaimana Parainfluenza didiagnosis?

Jika Anda bukan bagian dari kelompok berisiko tinggi, dokter tidak akan mendiagnosa Anda dengan tipe HPIV. Jika Anda memiliki sistem imun yang lemah, dokter akan mengecek tipe tertentu HPIV pada Anda. 

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah gejala Anda cocok dengan gejala yang disebabkan HPIV. Untuk diagnosis yang lebih akurat, dokter akan mengambil sampel tenggorokan atau hidung Anda. 

Dokter akan mendeteksi dan mengindentifikasi adanya virus pada kultur sel. Dokter juga akan mendiagnosis virus tertentu dengan mendeteksi antigen pada tubuh Anda yang melawan virus. 

Dokter juga akan melakukan X-ray di dada atau CT scan. Teknik pemindaian akan mempermudah dokter untuk melihat gejala yang Anda alami dan apakah Anda mengalami komplikasi seperti pneumonia.

Bagaimana menyembuhkan Parainfluenza?

Tidak ada obat yang dapat menghilangkan HPIV dari tubuh Anda. Jika Anda mengalami infeksi HPIV, Anda hanya harus melalui masa infeksi tersebut. Gejala yang terjadi dapat diatasi dengan obat yang dijual bebas seperti tetes hidung dan analgesik seperti aspirin atau asetaminofen. 

Namun, perlu dicatat bahwa anak-anak dan remaja yang demam dan mengalami infeksi virus tidak boleh meminum aspirin. Aspirin dihubungkan dengan sindrom Reye, yaitu gangguan yang mengancam nyawa, jika digunakan untuk mengobati penyakit akibat virus.

Bagaimana cara mencegah Influenza?

Anda harus mengambil langkah preventif untuk mencegah infeksi HPIV. Cucilah tangan secara rutin dan lakukan desinfeksi pada permukaan yang mungkin bervirus. Mencegah kontak langsung dengan orang yang terinfeksi juga dapat menurunkan risiko Anda terinfeksi. 

Saat ini masih belum ada vaksin untuk mencegah infeksi HPIV?

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit