Omegesic: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Omegesic adalah obat pereda nyeri. Diindikasikan untuk meringankan rasa sakit parah, demam, dan nyeri otot, sakit gigi, sakit kepala, atau nyeri selepas operasi
  • Obat Omegesic merupakan kombinasi dari metampiron dengan beberapa vitamin yaitu tiamin hidroklorida (B1), piridoksin hidroklorida (B6) dan sianokobalamin (B12)
  • Omegesic yang mengandung Metamprion merupakan obat pereda nyeri dan demam yang cukup dan memiliki efek samping yang cukup berbahaya berupa agranulositosis (berkurangnya sel darah putih dalam darah)
  • Obat Omegesic harus dikonsumsi oleh orang dewasa dengan menggunakan resep dokter dan tersedia dalam bentuk tablet salut selaput
  • Penggunaan obat Omegesic sebaiknya dihindari oleh ibu hamil atau hanya digunakan jika sangat dibutuhkan saja dan harus dalam pengawasan dokter
  • Klik untuk mendapatkan Omegesic atau obat saraf lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Omegesic obat apa?

Omegesic adalah obat pereda nyeri, pegal-pegal, dan demam. Obat ini merupakan kombinasi dari metampiron yang merupakan obat anti inflamasi nonsteroid dengan beberapa vitamin yaitu tiamin hidroklorida (B1), piridoksin hidroklorida (B6) dan sianokobalamin (B12).

Metamprion merupakan obat pereda nyeri dan demam yang cukup kuat dibanding obat NSAID lainnya namun memiliki efek samping yang cukup berbahaya berupa agranulositosis (berkurangnya sel darah putih dalam darah).

Itulah mengapa obat ini dikombinasikan dengan vitamin B1, B6 dan B12 yang baik untuk pembentukan sel darah sehingga diharapkan dapat mencegah efek samping metampiron tadi. Ketahui kegunaan, dosis, efek samping Omegesic lainnya serta bahayanya untuk ibu hamil dan menyusui pada artikel ini.

Ikhtisar Obat Omegesic

Jenis obat Pereda nyeri dan demam
Kandungan Metampiron, tiamin hidroklorida (vitamin B1), piridoksin hidroklorida (vitamin B6), sianokobalamin (vitamin B12)
Kegunaan Pereda nyeri dan demam
Kategori Obat Resep
Konsumen Dewasa
Kehamilan Kategori C untuk trisemester ke 1 dan 2 dan Kategori D untuk trisemester ke 3
Sediaan Omegesic tablet salut selaput

Mekanisme Kerja

Cara kerja Omegesic dapat diketahui dari komposisi bahan aktif penyusunnya, yaitu:

  • Metampiron merupakan senyawa obat yang bersifat analagesik (pereda nyeri), anitpiretik (penurun demam) dan anti inflamasi dan merupakan golongan senyawa NSAID. Obat ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat termasuk sumsum tulang belakang dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX-3). Obat ini memiliki efek yang lebih kuat dibanding obat NSAID lainnya yang hanya menghambat enzim COX-1 dan COX-2.
  • Tiamin hidroklorida (vitamin B1) merupakan vitamin yang dibutuhkan dalam banyak fungsi tubuh terutama dalam metabolisme karbohidrat, mencegah penyakit beri-beri, mencegah inflamasi pada saraf (neuritis) yang berhubungan dengan penyakit pellagra dan kehamilan. Vitamin ini juga dapat membantu mengatasi masalah pencernaan, nafsu makan rendah, kolitis ulseratifa dan diare.
  • Piridoksin hidroklorida (vitamin B6) merupakan vitamin yang dibutuhkan dalam metabolisme gula, lemak dan protein dalam tubuh. Senyawa ini juga dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak
  • Sianokobalamin (vitamin B12) merupakan vitamin yang penting dalam proses metabolisme tubuh terutama untuk pembentukan sel darah serta menunjang fungsi saraf. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia, masalah pencernaan dan kerusakan jaringan saraf.

Manfaat Omegesic

Omegesic diindikasikan untuk meringankan rasa sakit parah, demam dan nyeri otot seperti pada kondisi berikut:

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

Dosis Omegesic dan Cara Penggunaan

Omegesic tersedia dalam bentuk sediaan kaplet salut selaput dengan kandungan bahan aktif per kapletnya sebagai berikut:

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Omegesic untuk mengatasi nyeri dan demam

  • Dosis dewasa: saat nyeri parah menyerang direkomendasikan 1-2 tablet sehari dikonsumsi 6 sampai 8 jam sekali.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah setelah makan dan dianjurkan cukup minum air putih setelahnya.
  • Minumlah obat ini dengan langsung menelannya utuh, jangan mengunyah atau menghancurkannya sebelum diminum.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6-8 jam. Oleh karena itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Omegesic pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Omegesic

Omegesic umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

Efek Overdosis Omegesic

Penggunaan Omegesic secara berlebihan atau tidak sengaja terminum dalam jumlah banyak dapat menyebabkan efek overdosis. Jika muncul gejala seperi mual, muntah, kejang-kejang hingga koma, segera hubungi unit kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan segera. Jangan lupa bawa kemasan obat untuk mempermudah penanganan.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Mionalgi, terutama terhadap kandungan metampironnya. Beberapa interaksi itu diantaranya adalah:

  • Metampiron diketahui dapat mengurangi efek dari obat cyclosporin jika dikonsumsi bersamaan.
  • Obat jenis sedatif dan hipnotik dapat meningkatkan efek metampiron dalam tubuh.

Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Hindari menambahkan dosis melebihi yang dianjurkan oleh dokter.
  • Berhati-hatilah saat memberikan obat ini pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Penggunaan pada anak-anak sebaiknya dalam pengawasan dokter.
  • Hindari penggunaan obat ini pada pecandu alkohol karena dapat memperbesar risiko efek sampingnya.

Bolehkah Omegesic untuk ibu hamil dan menyusui?

Omegesic, terutama kandungan metampironnya digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil pada trisemester 1 dan 2 serta kategori D untuk ibu hamil pada trisemester 3. Oleh karena itu penggunaan obat ini sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, atau hanya digunakan jika sangat dibutuhkan saja dan harus dalam pengawasan dokter.

  • Kategori C berarti studi kandungan obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
  • Kategori D berarti kandungan obat ini terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Kandungan metampiron dalam Omegesic diketahui dapat terekskresi ke dalam ASI ibu menyusui dan berpotensi membahayakan bayi. Oleh karena itu sebaiknya menghindari penggunaan obat ini pada ibu menyusui atau hanya jika direkomendasikan oleh dokter.

Artikel terkait:


9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Nikolova, Irina & Tencheva, Jasmina & Voynikov, Yulian & Petkova, Valentina & Benbasat, Niko & Danchev, Nikolai. (2012). Metamizole: A Review Profile of a Well-Known “Forgotten” Drug. Part I: Pharmaceutical and Nonclinical Profile. Biotechnology & Biotechnological Equipment. 26. 3329-3337. 10.5504/BBEQ.2012.0089.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/234075699_Metamizole_A_Review_Profile_of_a_Well-Known_Forgotten_Drug_Part_I_Pharmaceutical_and_Nonclinical_Profile)
Miljkovic, M., Dragojevic-Simic, V., Rancic, N., Simic, R., Pekez-Pavlisko, T., Kovacevic, A., & Stamenkovic, D. (2018). Metamizole Utilization and Expenditure During 6-Year Period: Serbia vs. Croatia. Frontiers In Public Health, 6. https://doi.org/10.3389/fpubh.2018.00213. Frontiers. (https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpubh.2018.00213/full)
Lutz, M. (2019), Metamizole (Dipyrone) and the Liver: A Review of the Literature. The Journal of Clinical Pharmacology, 59: 1433-1442. doi:10.1002/jcph.1512. American College of Clinical Pharmacology. (https://accp1.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1002/jcph.1512)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app