Benazepril : Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: Feb 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 676.004 orang

Benazepril merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk terapi penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi. Benazepril merupakan metabolisme dari benazeprilat, yang sebagai penghambat enzim angiotensin-converting atau ACEI. ACEI berperan dalam mengantur sistem renin angiotensin untuk mengatur vasokonstriksi pembuluh darah.

Benazepril menghambat konversi daripada angiotensi I menuju angiotensin II sebagai mediator dari vasokonstrisi pembuluh darah. Saat benazepril masuk ke dalam tubuh, penghambat ACEI muai bekerja dengan:

  • Menurunkan kadara angiotensin
  • meningkatkan aktivitas renin plasma
  • mengurangi sekresi aldostero
  • Meningkatkan kadar bradikinin

Fungsi kerja dari benazepril sebagai golongan ACEI antara lain:

  • Merelaksasikan pembuluh darah
  • Mengurangi kerja jantung dalam memompa darah
  • Mengurangi tekanan darah

Manfaat Benazepril

Peran ACEI dalam obat benazeperil sangat bermanfaat dalam menyembuhkan gejala pada penyakit terkait jantung dan pembuluh darah antara lain:

Hipertensi
Hipertensi adalah peningkatan tekanan tinggi di atas normal yang sering di alami banyak orang sekarang. Tekanan darah normal yaitu 120/80 mmHg. 

Peningkatan tekanan darah di atas normal perlu dilihat pada adanya keterkaitan faktor resiko seperti adanya riwayat keluarga, emosional, makanan, dan kebiasaan hidup yang buruk, dan adanya penyakit lain yang memicu hipertensi. 

Hipertensi paling sering ditemukan pada laki-laki daripada perempuan. Gejala hipertensi antara lain sakit kepala, nyeri belakang leher, penglihatan buram, cepat lelah, nyeri dada, sulit bernapas, mual, dan lain-lain.

Infarksi miokard
Infarksi miokard adalah penyumbatan yang terjadi pada aliran darah di jantung sehingga detak jantung menjadi tidak adekuat. Kondisi ini memicu serangan jantung karena kurangnya oksigen di dalam darah yang tidak dialirkan secara lancar. 

Sel-sel jantung menjadi tidak aktif dan dapat beresiko terjadinya nekrosis. Gejala yang dialami antara lain demam, nyeri dada, sesak napas, nyeri perut, takikardia, dan badan lemas

Stroke
Stroke adalah kerusakan otak akibat terganggunya sirkulasi darah ke otak. Stroke terdiri dari dua yaitu stroke iskemik (penyumbatan) dan strok hemoragik (pendarahan). 

Stroke iskemik terjadi akibat penumpukan kolesterol di dalam dinding pembuluh darah sehingga darah tidak dapat sampai ke otak akibat penyempitan pembuluh darah. 

Sedangkan pada stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah sehngga darah keluar dan menimbulkan timbunan darah di sekitar jaringan. Gejala stroke antara lain nyeri kepala hebat, mati rasa pada satu sisi, pingsan, pandangan buram, dan berbicara tidak jelas.

Efek samping obat Benazepril

Obat benazepril sangat bermanfaat pada terapi hipertensi dan infarksi miokard serta profilaksis pada stroke berulang. Namun efek samping daripada obat mungkin saja muncul. Efek samping terkait penggunaan benazepril antara lain:

  • Pusing
  • Batuk
  • Tekanan darah menurun drastis
  • Hiperkalemia
  • Edema wajah
  • Gagal ginjal
  • Mual muntah
  • Nyeri dada
  • Infeksi saluran napas

Perhatian khusus pada pengobatan dengan Benazepril

Beberapa perhatian khusus yang perlu diketahui baik bagi dokter atau pasien selama pengobatan dengan benazepril yaitu:

  • Benazepril tidak boleh dikonsumsi pada ibu hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Obat ini memiliki resiko kematian janin yang cukup tinggi.
  • Benazepril tidak boleh dikonsumsi pada ibu menyusui
  • Benazepril tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat herbal
  • Benazepril tidak boleh diberikan bersamaan dengan valsartan
  • Beberapa obat diabetes tidak boleh diberikan bersamaan dengan benazepril karena berdampak pada munculnya efek samping dari obat diabetes.
  • Tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat stabilisasi mood seperti lithium
  • Resiko kerusakan ginjal pada pemberian benazepril yang bersamaan dengan obat anti nyeri.

Dosis dan cara pakai obat Benazepril

Obat benazepril tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis 5 mg, 10 mg, 20 mg, dan 40 mg. Dosis obat benazepril diberikan ssehari sekali dan dosisnya diatur sesuai usia, beratnya penyakit, atau melalui berat badan terutama pasien anak-anak. Obat ini tidak boleh diberikan pada anak dibawah usia 6 tahun.

Obat benazepril boleh diberikan bersamaan dengan obat diuretik dimulai dari dosis kecil yaitu 5 mg. Khusu penderita gagal ginjal, perhatikan nilai GFR atau serum kreatinin. Serum kreatinin yang lebih dari 3 mg/dl boleh mengonsumsi benazepril dengan dosis awal 5 mg per hari dengan maksimal 40 mg per hari. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit