Bursitis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 709.650 orang

Bursitis merupakan pembengkakan atau peradangan pada bursa. Manusia memiliki sekitar 160 bursa dalam tubuh. Bursa adalah struktur seperti kantung berisi cairan yang terletak di antara kulit dan tulang atau antara tendon, ligamen, dan tulang dan berfungsi sebagai bantalan untuk melumasi dan mengurangi gesekan antara tulang dan tendon.

Bursitis terjadi ketika lapisan sinovial yang berisi cairan menjadi menebal dan menghasilkan cairan yang berlebih, menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada beberapa bagian tubuh.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Gejala bursitis mungkin termasuk beberapa hal sebagai berikut:

  • Sakit yang terlokalisasi
  • Nyeri yang diperburuk oleh pergerakan sendi, tendon, atau keduanya
  • Edema
  • Eritema
  • Kurangnya pergerakan

Apa yang menyebabkan terjadinya Bursitis?

Bursitis memiliki banyak penyebab, termasuk gangguan autoimun, penumpukan senyawa kristal (asam urat dan pseudogout), penyakit menular, kejadian pasca trauma, dan gangguan hemoragik, serta menjadi penyebab sekunder jika terlalu sering digunakan. Cedera berulang dalam bursa menghasilkan vasodilatasi lokal dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah, yang merangsang terjadinya inflamasi. 

Penyakit sistemik berikut juga telah sering dikaitkan dengan terjadinya Bursitis:

  • Radang sendi
  • Ankylosing spondylitis
  • Artritis reaktif
  • Artritis psoriatik
  • Scleroderma
  • Lupus erythematosus sistemik
  • Pankreatitis
  • Penyakit Whipple
  • Oxalosis
  • Uremia
  • Hypertrophic pulmonary osteoarthropathy
  • Sindrom Idiopathic hypereosinophilic
  • Asam urat

Bursitis septik paling sering terjadi pada bursa superfisial. Pada sebagian besar kasus, bursitis septik merupakan hasil dari masuknya mikroorganisme melalui cedera traumatis. Pada kasus yang jarang, infeksi pada bursa dapat disebabkan oleh artritis septik atau bakteremia.

Organisme penyebab yang paling umum adalah Staphylococcus aureus, dan streptokokus. Namun, banyak organisme lain yang terlibat dalam bursitis septik, termasuk mycobacteria (baik strain tuberkulosis dan non-tuberkulosis), jamur (Candida), dan alga (Prototheca wickerhamii). 

Faktor-faktor predisposisi infeksi lainnya termasuk diabetes mellitus, terapi steroid, uremia, alkoholisme, penyakit kulit, dan trauma. Riwayat peradangan bursa yang tidak menular juga dapat meningkatkan risiko terjadinya bursitis septik.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Bagaimana cara mencegah terjadinya Bursitis?

Karena pada kebanyakan kasus bursitis disebabkan oleh penggunaan sendi atau tendon yang berlebihan, makan pengobatan yang terbaik adalah dengan melakukan pencegahan. Penting untuk menghindari atau mengurangi kegiatan yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada bursa. 

Kondisi lain yang dapat memicu terjadinya peradangan pada bursa seperti perbedaan panjang kaki, atau teknik yang buruk saat berolahraga atau bekerja harus diperbaiki. Beberapa posisi, seperti berlutut dan duduk, secara signifikan juga dapat meningkatkan tekanan sendi.

Lakukanlah beberapa hal sebagai berikut untuk mencegah terjadinya bursitis:

  • Pemanasan sebelum melakukan olahraga yang berat dan melakukan pendinginan sesudahnya adalah cara paling efektif untuk menghindari bursitis dan jenis lain yang dapat mempengaruhi tulang, otot, dan ligamen.
  • Hindari dan hentikan aktivitas yang dapat memperparah peradangan pada bursa.
  • Istirahatkan area yang mengalami peradangan setelah aktivitas.
  • Gunakan pelindung pada sendi Anda untuk menghindari tekanan dan trauma yang berkepanjangan.

Bagaimana cara mengobati Bursitis?

Sebagian besar orang yang mengalami bursitis dapat diobati secara konservatif untuk mengurangi peradangan pada bursa. Pengobatan konservatif dapat meliputi istirahat, kompres dingin dan panas, pemberian obat-obatan, aspirasi bursal, dan injeksi steroid intra-bursal.

Tujuan pemberian obat farmakoterapi adalah untuk mengurangi morbiditas dan mencegah komplikasi. Obat yang dapat digunakan termasuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kortikosteroid, dan anestesi topikal.

Seseorang dengan dugaan bursitis septik harus diobati dengan antibiotik sambil menunggu hasil kultur bakteri. Bursitis septik superfisial dapat diobati dengan pengobatan oral. Sedangkan orang yang memiliki gejala sistemik atau yang immunocompromised mungkin memerlukan pemberian terapi antibiotik intravena (IV).

Eksisi bedah bursa mungkin diperlukan untuk bursitis kronik atau peradangan yang berulang. Pembedahan dilakukan sebagai pilihan terakhir bagi pasien yang gagal dalam pengobatan konservatif. Operasi yang dilakukan bervariasi tergantung pada tempat terjadinya peradangan.

Sebagian besar orang yang mengalami bursitis dapat merespons dengan baik terhadap pengobatan konservatif. Seseorang dengan bursitis yang tidak menanggapi pengobatan non-operatif atau yang memiliki cedera pada tendon atau ligamen memerlukan evaluasi lebih lanjut. Konsultasikan kembali dengan ahli bedah umum atau ortopedi atau rheumatologist jika Anda mengalami tanda atau gejala peradangan pada bursa atau bursitis.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit