Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Napas Bau - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.776.085 orang

Bau mulut memengaruhi setiap orang. Bau mulut juga dikenal sebagai halitosis atau fetor oris. Bau dapat berasal dari mulut, gigi, atau sebagai akibat dari masalah kesehatan yang mendasarinya. Bau mulut bisa menjadi masalah sementara atau kondisi kronis. Setidaknya 50 persen orang dewasa pernah mengalami halitosis dalam hidup mereka.

Apa Penyebab Napas Bau mulut

Kebersihan Gigi Buruk

Bakteri memecah partikel makanan yang terperangkap di gigi atau mulut. Kombinasi bakteri dan makanan busuk di mulut Anda menghasilkan bau yang tidak sedap. Menyikat dan membersihkan gigi secara teratur menghilangkan makanan yang terjebak sebelum menimbulkan bau mulut hingga karang.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Menyikat gigi juga berfungsi menghilangkan plak, zat lengket yang menumpuk di gigi Anda yang menyebabkan bau. Penumpukan plak dapat menyebabkan gigi berlubang dan memicu penyakit gigi dan mulut. Bau mulut juga bisa menjadi masalah jika Anda memakai gigi palsu dan tidak membersihkannya setiap malam.

Makanan dan Minuman yang Kuat

Ketika Anda mengonsumsi bawang, bawang putih, atau makanan lain dengan bau yang kuat, perut Anda akan menyerap minyak dari makanan selama pencernaan. Minyak ini masuk ke aliran darah Anda dan menuju ke paru-paru. 

Ini menghasilkan bau yang dapat dirasakan orang lain dan bertahan di dalam mulut Anda hingga 72 jam. Minum minuman dengan aroma yang kuat, seperti kopi, juga dapat menyebabkan bau mulut.

Merokok

Merokok menyebabkan bau tidak sedap dan membuat mulut anda kering yang bisa membuat bau napas Anda semakin parah.

Mulut kering

Mulut kering juga dapat terjadi jika kelenjar di dalam mulut anda tidak dapat memproduksi cukup air liur. Air liur membantu menjaga mulut Anda bersih dan mengurangi bau mulut. Mulut kering dapat menjadi masalah jika Anda memiliki kondisi kelainan kelenjar ludah, tidur dengan mulut terbuka, atau minum obat-obatan tertentu, termasuk pengobatan tekanan darah tinggi dan gangguan berkemih.

Penyakit periodontal

Penyakit periodontal terjadi ketika Anda membiarkan plak gigi menempal. Seiring berjalannya waktu, plak mengeras menjadi karang gigi. Anda tidak dapat membuang karang gigi dengan hanya menyikat gigi, sehingga beresiko menimbulkan kerusakan gusi

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Tar dapat menyebabkan lubang kecil yang terbentuk di daerah antara gigi dan gusi. Makanan, bakteri, dan plak gigi dapat terkumpul dan menyebabkan bau mulut yang kuat.

Kondisi Sinus, Mulut, atau Tenggorokan

Bau mulut dapat terjadi jika Anda memiliki:

  • infeksi sinus
  • drainase postnasal
  • bronkitis kronis
  • infeksi pada sistem pernapasan bagian atas atau bawah Anda

Bengkak amandel juga dapat menjadi sumber bau mulut karena bakteri cenderung berkumpul

Penyakit

Bau napas yang tidak biasa dapat menjadi gejala dari beberapa penyakit, termasuk penyakit ginjal, diabetes, dan gangguan refleks gastroesofageal (GERD). GERD adalah penyebab halitosis yang relatif umum. 

Jika Anda memiliki gagal ginjal atau hati atau diabetes, napas Anda mungkin berbau amis. Ketika diabetes Anda tidak terkendali, napas Anda bisa mencium aroma buah.

Cara Mencegah Napas Bau Mulut

Anda harus menyikat gigi anda dua kali atau lebih setiap hari. Bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss setiap hari.Gunakan obat kumur antimikroba setiap hari untuk membunuh bakteri. Menyikat lidah Anda dengan sikat gigi atau scraper lidah juga dapat membantu menghilangkan bakteri.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Tetap  menjaga hidrasi dapat membantu menghilangkan atau mencegah napas bau mulut. Minumlah air putihuntuk membersihkan partikel makanan dan menjaga kelembapan mulut Anda. Berhenti merokok jika merokok juga dapat membantu menjaga mulut tetap lembab dan bebas dari bau mulut.

Beberapa tindakan rutin untuk mencegah bau mulut seperti membersihkan gigi palsu juga dapat menjadi tindakan yang baik. Ganti sikat gigi lama Anda dengan yang baru setiap tiga bulan, dan jadwalkan pembersihan dan pemeriksaan gigi Anda setiap enam bulan.

Cara Mengobati Napas Bau Mulut

Jika bau napas disebabkan oleh penumpukan plak, membersihkan gigi secara rutin dapat mengatasi masalah tersebut. Pembersihan gigi rutin mungkin diperlukan jika Anda memiliki penyakit periodontal.

Tindakan pengobatan kelainan medis yang mendasarinya, seperti infeksi sinus atau penyakit ginjal, juga dapat membantu meningkatkan pengobatan dari bau napas. Dokter gigi Anda mungkin menyarankan agar Anda menggunakan cairan liur buatan dan mengonsumsi  banyak air jika mulut kering menjadi sebab utama dari napas bau mulut.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini