HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Minyak Ikan: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Mei 1, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 29 menit

Minyak ikan dapat diperoleh dari mengonsumsi ikan atau dengan mengonsumsi suplemen. Ikan sangat kaya akan minyak bermanfaat yang dikenal sebagai asam lemak omega-3 seperti ikan tenggiri, haring, tuna, salmon, minyak ikan kod, lemak paus, dan lemak anjing laut. 

Dua jenis asam lemak omega-3 yang paling penting yang terkandung dalam minyak ikan adalah asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA). Pastikan untuk melihat daftar EPA dan DHA secara terpisah, serta minyak ikan kod, dan minyak hati hiu.

Beberapa Jenis Minyak Ikan telah Disetujui oleh FDA untuk Menurunkan Kadar Trigliserida

Suplemen minyak ikan telah dicoba untuk beberapa kondisi lainnya. Minyak ikan paling sering digunakan untuk kondisi yang berhubungan dengan sistem jantung dan pembuluh darah. 

Beberapa orang menggunakan minyak ikan untuk menurunkan tekanan darah, trigliserida dan kadar kolesterol. Minyak ikan juga digunakan untuk mencegah penyakit jantung atau stroke, serta mencegah arteri yang tersumbat, nyeri dada,  denyut jantung yang tidak beraturan, operasi bypass, gagal jantung, denyut jantung yang cepat, mencegah pembekuan darah, dan tekanan darah tinggi setelah transplantasi jantung.

Minyak ikan juga digunakan untuk beberapa masalah yang berhubungan dengan ginjal seperti penyakit ginjal, gagal ginjal, dan komplikasi penyakit ginjal yang berhubungan dengan diabetes, sirosis, penyakit Berger (IgA neuropati), transplantasi jantung, atau penggunaan obat siklosporin.

Ikan telah memiliki reputasi sebagai “makanan bagi otak” karena beberapa orang mengonsumsi ikan untuk membantu depresi, gangguan bipolar, psikosis, kelainan hiperaktivitas karena kurang perhatian (ADHD), penyakit Alzheimer, gangguan koordinasi perkembangan, sakit kepala migrain, epilepsi, skizofrenia, gangguan stress pasca trauma, dan gangguan mental.

Beberapa orang mengonsumsi minyak ikan untuk mengatasi mata kering, katarak, glaukoma, dan degenerasi makula yang terkait dengan usia (AMD), suatu kondisi yang sangat umum terjadi pada orang tua yang dapat menyebabkan masalah serius pada penglihatan. Minyak ikan juga digunakan untuk mencegah komplikasi mata yang berhubungan dengan penyakit diabetes.

Minyak ikan dikonsumsi secara oral untuk mengatasi masalah pada usus yang disebabkan oleh Helicobacter pylori (H. pylori), penyakit radang usus, pankreatitis, kelainan bawaan yang disebut fenilketonuria, alergi terhadap salisilat, penyakit Crohn, penyakit Behcet dan sindrom Raynaud.

Wanita terkadang mengonsumsi minyak ikan untuk mencegah nyeri haid; nyeri payudara; dan komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan seperti keguguran (termasuk yang disebabkan oleh kondisi yang disebut sebagai sindrom antifosfolipid), tekanan darah tinggi di akhir kehamilan, persalinan dini, pertumbuhan bayi yang lambat, dan untuk membantu perkembangan bayi.

Minyak ikan dikonsumsi secara oral untuk menurunkan berat badan, kinerja olahraga dan kekuatan otot, nyeri otot setelah berolahraga, pneumonia, kanker, penyakit paru-paru, alergi musiman, sindrom kelelahan kronis, dan untuk mencegah penyempitan kembali pembuluh darah setelah dilakukan operasi pelebarannya. 

Minyak ikan juga digunakan untuk diabetes, prediabetes, asma, gangguan gerakan dan koordinasi yang disebut sebagai dispraksia, disleksia, eksim, autisme, obesitas, osteoporosis, artritis reumatoid (RA), psoriasis, penyakit autoimun yang disebut sebagai lupus eritematosus sistemik (SLE), sklerosis ganda, HIV/AIDS, fibrosis kistik, penyakit gusi, penyakit Lyme, penyakit sel sabit, dan mencegah penurunan berat badan yang diakibatkan oleh beberapa obat kanker.

Minyak ikan digunakan sebagai bagian dari bentuk makanan khusus yang diberikan secara intravena (dengan IV) untuk kulit bersisik dan gatal (psoriasis), infeksi pembuluh darah (sepsis), fibrosis kistik, luka tekan, and artritis reumatoid (RA). Minyak ikan juga digunakan untuk mencegah cedera hati pada orang yang diberikan makanan secara intravena dalam jangka waktu yang panjang.

Minyak ikan diaplikasikan ke kulit untuk psoriasis.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Banyak manfaat pada minyak ikan yang berasal dari asam lemak omega 3 yang terkandung. Menariknya, tubuh kita sendiri tidak menghasilkan asam lemak omega 3. 

Tubuh juga tidak dapat membuat asam lemak omega 3 dari asam lemak omega 6, yang biasa ditemukan pada makanan barat. Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh EPA dan DHA, dua jenis asam omega 3 yang sering terkandung dalam suplemen minyak ikan.

Asam lemak omega 3 dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Ini mungkin dapat dijelaskan mengapa minyak ikan lebih efektif untuk psoriasis dan mata kering.

Asam lemak ini  juga dapat mencegah pembekuan darah dengan mudah. Ini mungkin dapat dijelaskan mengapa minyak ikan sangat berguna untuk beberapa kondisi jantung.

Penggunaan dan Efektifitas

Efektif untuk :

  • Trigliserida yang tinggi. Banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa minyak ikan dapat menurunkan kadar trigliserida. Efek dari minyak ikan terlihat sangat baik pada individu yang memiliki kadar trigliserida yang sangat tinggi. Jumlah minyak ikan yang dikonsumsi juga tampaknya memengaruhi banyaknya kadar trigliserida yang berkurang.
    Namun minyak ikan mungkin tidak dapat menurunkan kadar trigliserida seefektif obat  fibrat. Olahan minyak ikan tertentu, seperti Lovaza, Omtryg, dan Epanova, disetujui sebagai obat resep untuk mengobati kadar trigliserida yang sangat tinggi. Produk-produk ini paling sering dikonsumsi dengan dosis 4 gram setiap hari. Ini memberikan sekitar 3,5 gram asam lemak omega-3 per hari. 
  • Beberapa suplemen minyak ikan tanpa resep juga menunjukkan manfaat dalam penelitian, namun para ahli melarang penggunaan produk ini. Seringkali produk ini mengandung lebih sedikit asam lemak omega 3 daripada produk minyak ikan yang diresepkan. Akibatnya, orang perlu mengonsumsi sebanyak 12 kapsul suplemen minyak ikan per hari untuk mendapatkan efek yang sama seperti minyak ikan yang diresepkan.

Kemungkinan Efektif untuk:

  • Mencegah penyumbatan kembali pembuluh darah setelah angioplasti, yaitu prosedur untuk membuka pembuluh darah yang tertutup. Penelitian menunjukkan bahwa minyak ikan mampu mengurangi tingkat penyumbatan kembali pembuluh darah hingga 45% apabila diberikan setidaknya 3 minggu sebelum angioplasti dan dilanjutkan selama satu bulan setelahnya. Tetapi, apabila diberikan selama 2 minggu atau kurang sebelum angioplasti, sepertinya tidak memiliki efek.
  • Keguguran pada wanita hamil dengan kelainan autoimun yang disebut sindrom antifosfolipid. Mengonsumsi minyak ikan secara oral tampaknya dapat mencegah keguguran dan meningkatkan angka kelahiran hidup pada wanita hamil dengan sindrom antifosfolipid.
  • Kelainan hiperaktivitas karena kurang perhatian (ADHD) pada anak-anak. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan mampu memperbaiki atensi, fungsi mental, dan sifat pada anak berusia 8-13 tahun dengan ADHD. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen spesifik yang mengandung minyak ikan dan minyak evening primrose (Eye Q, Novasel) mampu meningkatkan fungsi mental dan sifat pada anak berusia 7-12 tahun dengan ADHD.
  • Gangguan bipolar. Mengonsumsi minyak ikan dan melakukan terapi konvensional pada penderita bipolar tampaknya mampu memperbaiki gejala depresi tetapi mania tidak pada penderita bipolar.
  • Penurunan berat badan yang berhubungan dengan kanker. Mengonsumsi minyak ikan dengan dosis yang tinggi tampaknya dapat memperlambat penurunan berat badan pada beberapa pasien kanker. Minyak ikan dengan dosis rendah tampaknya tidak menunjukkan efek ini. Beberapa peneliti percaya bahwa minyak ikan dapat memperlambat penurunan berat badan yang berhubungan dengan kanker dengan melawan depresi dan meningkatkan suasana hati penderita kanker.
  • Penyakit jantung. Mengonsumsi ikan secara efektif dapat menjaga kesehatan jantung sehingga terhindar dari penyakit jantung. Mengonsumsi 1-2 sajian ikan tanpa digoreng setiap minggunya sangat dianjurkan. Penderita penyakit jantung yang mengonsumsi ikan mungkin juga dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Namun fungsinya masih kurang jelas terhadap konsumsi suplemen minyak ikan. Untuk orang yang telah mengonsumsi obat jantung seperti “statin” dan bagi yang telah mengonsumsi ikan dalam jumlah yang cukup, mengonsumsi suplemen minyak ikan sebagai tambahan mungkin tidak memberikan manfaat tambahan.
  • Operasi bypass jantung. Mengonsumsi minyak ikan tampaknya dapat mencegah penutupan kembali arteri koroner setelah menjalankan prosedur bypass.
  • Tekanan darah tinggi akibat penggunaan obat siklosporin. Siklosporin adalah obat yang digunakan untuk mengurangi risiko penolakan organ setelah menjalani transplantasi organ. Mengonsumsi minyak ikan sepertinya dapat mencegah tekanan darah tinggi akibat dari obat ini.
  • Kerusakan ginjal akibat obat siklosporin. Siklosporin adalah obat yang digunakan untuk mengurangi risiko penolakan organ setelah menjalani transplantasi organ. Mengonsumsi minyak ikan sepertinya mampu mencegah kerusakan ginjal pada pasien yang mengonsumsi obat ini. Minyak ikan tampaknya juga dapat meningkatkan fungsi ginjal selama fase penyembuhan setelah penolakan organ yang ditransplantasi pada pasien yang mengonsumsi siklosporin.
  • Gangguan koordinasi perkembangan (DCD). Kombinasi minyak ikan (80%) dan minyak evening primrose (20%) tampaknya mampu meningkatkan kemampuan membaca, mengeja, dan perilaku apabila diberikan kepada anak berusia 5-12 tahun dengan gangguan koordinasi perkembangan. Namun, sepertinya tidak dapat meningkatkan kemampuan motorik.
  • Nyeri haid (dismenore). Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan, baik tunggal maupun dengan vitamin B12, dapat mengurangi nyeri haid dan mengurangi konsumsi obat nyeri pada wanita dengan nyeri haid.
  • Gangguan gerakan pada anak (dispraksia). Mengonsumsi produk minyak ikan yang juga mengandung minyak evening primrose, minyak thyme, and vitamin E (Efalex, Efamol Ltd) tampaknya mampu mengurangi gangguan gerakan pada anak dengan dispraksia.
  • Kanker endometrium. Beberapa bukti telah menunjukkan bahwa wanita yang secara rutin mengonsumsi 2 makanan yang mengandung minyak ikan per minggu dapat mengurangi risiko perkembangan dari kanker endometrium.
  • Gagal jantung. Asupan minyak ikan dengan dosis tinggi dari makanan telah dikaitkan dengan pengurangan risiko terjadinya gagal jantung. Mengonsumsi 1-2 ikan tanpa digoreng selama seminggu sangat direkomendasikan. Terlalu cepat untuk mengetahui apakah mengonsumsi suplemen minyak ikan membantu mencegah terjadinya gagal jantung. Tetapi penelitian awal menunjukkan bahwa suplemen minyak ikan dapat mengurangi beberapa akibat buruk seperti perawatan di rumah sakit atau kematian pada orang dengan riwayat gagal jantung.
  • Transplantasi jantung. Mengonsumsi minyak ikan dapat menjaga fungsi ginjal dan mengurangi risiko peningkatan tekanan darah jangka panjang setelah transplantasi jantung.
  • Kolesterol abnormal yang disebabkan oleh pengobatan HIV/AIDS. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan mampu mengurangi kadar trigliserida pada orang dengan kadar kolesterol abnormal yang disebabkan oleh terapi HIV/AIDS. Mengonsumsi minyak ikan juga dapat mengurangi jumlah kadar kolesterol pada pengguna ini, walaupun hasilnya tidak konsisten.
  • Tekanan darah tinggi. Minyak ikan tampaknya sedikit menurunkan tekanan darah pada orang dengan tekanan darah sedang hingga tekanan darah sangat tinggi. Beberapa jenis minyak ikan mungkin juga dapat menurunkan tekanan darah pada orang dengan tekanan darah yang agak tinggi, namun hasilnya tidak konsisten. Minyak ikan sepertinya memberikan efek tambahan pada beberapa pengguna obat-obatan penurun tekanan darah, tetapi tidak semuanya. Namun, minyak ikan tampaknya tidak menurunkan tekanan darah pada orang dengan tekanan darah yang tidak terkontrol yang telah mengonsumsi obat penurun tekanan darah.
  • Gangguan ginjal, IgA neuropati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan minyak ikan jangka panjang dapat memperlambat penurunan fungsi ginjal pada pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami IgA neuropati. Minyak ikan mungkin memiliki efek yang lebih besar jika dikonsumsi dalam dosis yang besar pula. Juga, minyak ikan mungkin sangat efektif untuk penderita IgA neuropati yang memiliki kadar protein yang tinggi dalam urin.
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis). Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan saja atau disertai dengan konsumsi kalsium dan minyak evening primrose mampu memperlambat tingkat pengeroposan tulang dan meningkatkan kepadatan tulang pada tulang paha (femur) dan tulang belakang pada orang tua dengan osteoporosis. Namun mengonsumsi minyak ikan tidak memperlambat pengeroposan tulang pada orang tua dengan osteoartritis pada lutut tetapi tidak pada tulang lemah.
  • Psoriasis. Beberapa bukti menunjukkan bahwa pemberian minyak ikan secara intravena (dengan IV) dapat mengurangi gejala psoriasis yang parah. Selain itu, mengaplikasikan minyak ikan pada kulit juga dapat memperbaiki beberapa gejala psoriasis. Namun mengonsumsi minyak ikan secara oral tampaknya tidak memberikan efek pada psoriasis.
  • Psikosis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen minyak ikan dapat membantu mencegah perkembangan penyakit psikotik secara keseluruhan pada remaja dan orang dewasa muda dengan gejala ringan. Namun efek ini belum diujicobakan pada orang tua.
  • Sindrom Raynaud. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan dapat meningkatkan toleransi dingin pada penderita sindrom Raynaud. Namun, penderita sindrom Raynaud disebabkan oleh suatu kondisi yang disebut sebagai sklerosis sistemik progresif yang tampaknya tidak menunjukkan efek dari suplemen minyak ikan.
  • Kolesterol abnormal yang berhubungan dengan transplantasi ginjal. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan saja atau dengan obat penurun kadar kolesterol dapat memperbaiki kadar kolesterol pada orang dengan kadar kolesterol abnormal setelah menjalani transplatasi ginjal.  
  • Artritis reumatoid (RA). Mengonsumsi minyak ikan secara oral, saja atau dengan obat naproxen (Naprosyn), sepertinya dapat membantu memperbaiki gejala RA. Individu yang mengonsumsi minyak ikan terkadang dapat mengurangi penggunaan obat-obatan antisakit. Juga, pemberian minyak ikan secara intravena (dengan IV) mampu mengurangi pembengkakan dan kekakuan sendi pada penderita RA.
  • Stroke. Mengonsumsi ikan (sekali atau dua kali seminggu) tampaknya mampu menurunkan risiko stroke sebanyak 27%. Namun, mengonsumsi ikan yang sangat tinggi (lebih dari 46 gram ikan per hari) sepertinya meningkatkan risiko stroke, bahkan mungkin dua kali lipat. Mengonsumsi ikan tidak menurunkan risiko stroke pada orang yang sudah mengonsumsi obat aspirin untuk mencegah stroke.

Mungkin Tidak Efektif untuk:

  • Nyeri dada (angina). Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen minyak ikan tidak mengurangi risiko kematian atau memperbaiki kesehatan jantung pada penderita nyeri dada. Beberapa bukti bahkan menunjukkan bahwa suplemen minyak ikan sebenarnya mungkin dapat meningkatkan risiko kematian yang berhubungan dengan penyakit jantung pada penderita nyeri dada.
  • Penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen minyak ikan dapat sedikit mengurangi perkembangan aterosklerosis. Tetapi banyak penelitian yang menunjukkan bahwa minyak ikan tidak memperlambat perkembangan atau memperbaiki gejala aterosklerosis.
  • Kulit bersisik dan gatal (eksim). Penelitian menunjukkan bahwa minyak ikan tidak memperbaiki eksim. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan selama masa kehamilan tidak MENCEGAH eksim pada anak. Pemberian minyak ikan pada bayi juga tampaknya tidak mencegah eksim pada anak. Namun anak yang mengonsumsi ikan setidaknya satu kali seminggu dari usia 1 sampai 2 tahun tampaknya memiliki risiko perkembangan eksim yang lebih rendah.
  • Detak jantung yang tidak beraturan (atrial fibrilasi). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi ikan lima atau beberapa kali seminggu mampu mengurangi risiko detak jantung yang tidak beraturan. Tetapi sebagian penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lemak ikan atau suplemen minyak ikan tidak mengurangi risiko detak jantung yang tidak beraturan.
  • Gangguan otak karena gangguan pembuluh darah (penyakit cerebrovascular). Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan mampu mengurangi risiko penyakit cerebrovaskular. Namun penelitian dengan kualitas yang lebih tinggi menyatakan bahwa minyak ikan tidak menunjukkan efek ini.
  • Jaringan parut pada hati (sirosis). Mengonsumsi minyak ikan secara oral tampaknya tidak memperbaiki masalah ginjal yang berhubungan dengan sirosis yang disebabkan oleh penyakit hati lanjut.
  • Nyeri kaki akibat gangguan peredaran darah (klaudikasio). Mengonsumsi minyak ikan secara oral tidak meningkatkan jarak berjalan pada penderita klaudikasio.
  • Fungsi mental. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa suplemen minyak ikan tidak meningkatkan fungsi mental pada orang tua, orang dewasa muda atau anak-anak.
  • Penyakit gusi (gingivitis). Mengonsumsi minyak ikan tampaknya tidak memperbaiki radang gusi.
  • Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori). Mengonsumsi minyak ikan tampaknya tidak mengurangi infeksi H. pylori bila dibandingkan dengan pengobatan standar.
  • HIV/AIDS. Beberapa bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung minyak ikan tidak meningkatkan jumlah sel CD4 pada penderita HIV. Juga, mengonsumsi obat yang mengandung minyak ikan juga tampaknya tidak mengurangi jumlah HIV dalam darah.
  • Nyeri payudara (mastalgia). Mengonsumsi minyak ikan tampaknya tidak mengurangi nyeri payudara jangka panjang.
  • Sakit kepala migrain. Mengonsumsi minyak ikan secara oral sepertinya tidak mengurangi tingkat atau keparahan sakit kepala migrain.
  • Osteoartritis. Penderita osteoartritis yang mengonsumsi minyak ikan dengan dosis rendah tampaknya dapat mengurangi sedikit rasa sakit dan memiliki fungsi yang lebih baik dibandingkan dengan mengonsumsi minyak ikan dengan dosis tinggi. Hasil ini merupakan hasil yang tak terduga dan mungkin karena adanya efek plasebo. Menambahkan minyak ikan pada glukosamin sejauh ini tidak mengurangi rasa sakit atau kekakuan bila dibandingkan hanya mengonsumsi glukosamin saja.
  • Pneumonia. Sebagian besar penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara konsumsi ikan dengan risiko terjadinya pneumonia.
  • Transplantasi ginjal. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan tidak membantu dalam meningkatkan jangka hidup seseorang yang telah menjalani transplantasi ginjal. Ini juga tampaknya tidak dapat mencegah tubuh dari penolakan transplantasi.
  • Infeksi darah (sepsis). Penelitian menunjukkan bahwa pemberian minyak ikan secara intravena (dengan IV) tidak meningkatkan kelangsungan hidup atau mengurangi cedera otak pada penderita sepsis.
  • Irama jantung yang tidak beraturan (aritmia ventrikular). Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan dalam jumlah yang besar tidak memberikan efek terhadap risiko aritmia ventrikular. Tetapi hasil penelitian klinis tidak konsisten. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan setiap hari tidak memiliki efek terhadap risiko aritmia ventrikular. Sedangkan penelitian lainnya menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan selama 11 bulan dapat memperlambat perkembangan kondisi ini. Namun secara keseluruhan, mengonsumsi minyak ikan tampaknya tidak mengurangi risiko kematian pada penderita aritmia ventrikular.

Tidak Efektif untuk:

  • Diabetes. Mengonsumsi minyak ikan tidak menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Namun minyak ikan dapat memberikan beberapa manfaat pada penderita diabetes seperti menurunkan lemak darah trigliserida.

Bukti yang Tidak Cukup untuk

  • Penurunan penglihatan terkait faktor usia. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi ikan lebih dari satu kali dalam seminggu mampu mengurangi risiko  penurunan penglihatan terkait faktor usia. Namun, penelitian klinis menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan secara oral selama 5 tahun tidak mencegah penurunan penglihatan.
  • Alergi musiman (hayfever). Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ibu yang mengonsumsi suplemen minyak ikan selama akhir masa kehamilan dapat menurunkan terjadinya alergi pada anak-anak mereka. Namun penelitian lainnya menyebutkan bahwa minyak ikan tidak mengurangi perkembangan alergi pada anak-anak apabila dikonsumsi oleh ibu selama kehamilan.
  • Penyakit Alzheimer. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa minyak ikan mungkin dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer. Namun hal tersebut tampaknya tidak membantu mencegah penurunan dalam kemampuan berpikir pada sebagian besar penderita yang telah didiagnosis terkena penyakit Alzheimer.
  • Asma. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen minyak ikan dapat membantu MENGOBATI beberapa gejala asma. Tetapi hasilnya tidak konsisten. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan mampu meningkatkan pernapasan dan mengurangi kebutuhan akan obat-obatan. Penelitian lain menunjukkan bahwa minyak ikan tidak mengurangi keparahan asma pada anak-anak. Minyak ikan dapat membantu MENCEGAH asma pada anak-anak muda apabila dikonsumsi oleh ibu saat hamil. Tetapi minyak ikan tampaknya tidak memberikan manfaat apapun ketika dikonsumsi oleh ibu menyusui atau oleh bayi. Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa minyak ikan tidak membantu MENGOBATI eksim sekali ia telah berkembang.
  • Autisme. Sebuah studi kecil menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan dapat mengurangi hiperaktif pada anak penderita autisme. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan tidak mengurangi hiperaktif.
  • Kanker. Penelitian tentang efek minyak ikan dalam mencegah kanker menunjukkan hasil yang bertentangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan atau mengonsumsi minyak ikan yang mengandung omega 3 dengan kadar darah tinggi berhubungan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker mulut, kanker faring, kanker esofagus, kanker usus besar, kanker rektum, kanker payudara, kanker ovarium dan kanker prostat. Namun penelitian lainnya menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan tidak mengurangi risiko kanker.
  • Katarak. Ada beberapa bukti awal menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan tiga kali seminggu dapat sedikit menurunkan risiko terjadinya katarak.
  • Sindrom kelelahan kronis (CFS). Ada beberapa bukti yang bertentangan mengenai penggunaan dari produk spesifik (Efamol Marine) yang dikombinasikan dengan minyak ikan dan minyak evening primrose dalam mengurangi gejala CFS.
  • Penyakit ginjal kronis. Penelitian awal menunjukkan bahwa minyak ikan mungkin memberikan manfaat pada beberapa penderita penyakit ginjal kronis yang menerima perawatan dialisis. Tetapi tidak jelas apakah minyak ikan membantu penderita dengan fungsi ginjal yang buruk.
  • Kolesterol abnormal akibat klozapin. Clozapine adalah obat yang digunakan untuk mengobati skizofrenia. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan mampu menurunkan kadar trigliserida, namun dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan dapat menurunkan lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL atau “kolesterol jahat”), pada orang dengan kadar kolesterol abnormal akibat penggunaan klozapin.
  • Kesulitan berpikir (gangguan kognitif). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan secara oral selama 12 bulan dapat memperbaiki ingatan pada penderita yang kekurangan fungsi mental.
  • Kanker kolorektal. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan selama kemoterapi mungkin dapat memperlambat perkembangan tumor pada penderita kanker kolorektal.
  • Penyakit Crohn. Penelitian mengenai efek minyak ikan terhadap penyakit Crohn membuahkan hasil yang bertentangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi produk minyak ikan spesifik (Purepa, Tillotts Pharma) dapat mencegah kambuhnya penyakit Crohn pada penderita yang sudah sembuh. Namun, penelitian lainnya menunjukkan bahwa minyak ikan tidak memberikan efek pada penyakit ini.
  • Fibrosis kistik. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan secara oral dapat memperbaiki fungsi paru-paru pada penderita fibrosis kistik. Namun, pemberian minyak ikan secara intravena (dengan IV) tidak memberikan efek apapun pada penyakit ini.
  • Penurunan daya ingat (demensia). Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan setidaknya sekali seminggu mampu mengurangi risiko terjadinya demensia. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa tidak ada keterkaitan antara mengonsumsi ikan dengan risiko demensia.
  • Depresi. Terdapat bukti yang tidak konsisten tentang efek mengonsumsi minyak ikan untuk depresi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan bersama dengan antidepresan mungkin dapat membantu memperbaiki gejala pada beberapa orang. Penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan tidak memperbaiki gejala depresi. Hasil yang bertentangan mungkin disebabkan oleh jumlah EPA dan DHA dalam suplemen atau keparahan depresi sebelum terapi.
  • Kerusakan ginjal pada penderita diabetes (neuropati diabetik). Beberapa bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan tidak meningkatkan fungsi ginjal pada penderita neuropati diabetik.
  • Gangguan mata pada penderita diabetes (retinopati diabetik). Asupan minyak ikan yang tinggi dari makanan berpengaruh terhadap pengurangan risiko gangguan mata pada penderita diabetes.
  • Mata kering. Asupan minyak ikan yang tinggi dari makanan berpengaruh terhadap penurunan risiko mata kering pada wanita. Namun efek minyak ikan pada orang dengan mata kering menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak ikan mampu mengurangi gejala mata kering seperti rasa sakit, penglihatan yang kabur, dan sensitivitas mata. Namun minyak ikan tampaknya tidak memperbaiki tanda-tanda dan gejala mata kering lainnya seperti produksi air mata dan cedera pada permukaan mata. Mengonsumsi minyak ikan juga tidak dapat memperbaiki tanda-tanda dan gejala mata kering jika digunakan dengan pengobatan mata kering lainnya.
  • Disleksia. Mengonsumsi minyak ikan secara oral tampaknya mampu meningkatkan penglihatan pada malam hari pada anak penderita disleksia.
  • Kadar kolesterol atau lemak dalam darah yang abnormal (dislipidemia). Ada data yang bertentangan tentang efek minyak ikan terhadap lemak darah pada penderita dislipidemia. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi dua porsi ikan per minggu dapat menurunkan kolesterol dan lemak darah pada orang dengan kolesterol tinggi. Mengonsumsi suplemen minyak ikan juga tampaknya memperbaiki kadar trigliserida dan lemak darah tertentu lainnya pada penderita diabetes dan kadar lemak darah abnormal. Tetapi sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen minyak ikan tidak memperbaiki kadar kolesterol pada orang dengan kadar kolesterol abnormal atau tinggi. Faktanya, mengonsumsi suplemen minyak ikan sebenarnya dapat meningkatkan kadar lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL atau “kolesterol jahat”) pada orang-orang ini.
  • Penyakit ginjal kronis (stadium akhir penyakit ginjal). Beberapa bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan mengurangi tanda pembengkakan (peradangan) pada penderita penyakit ginjal kronis.
  • Epilepsi. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi asam lemak omega-3 dari minyak ikan setiap hari selama 10 minggu mampu mengurangi kejang pada penderita epilepsi yang kebal terhadap obat-obatan.
  • Nyeri otot karena olahraga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan setiap hari selama 1-6 bulan sebelum dan selama berolahraga tidak mencegah nyeri otot pada siku atau lutut saat berkontraksi. Tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan mampu mengurangi rasa sakit dari latihan ekstensi lutut.
  • Kinerja olahraga. Beberapa bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan dapat meningkatkan fungsi paru-paru pada atlet. Tetapi bukti lain menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan tidak meningkatkan daya tahan, pemulihan, detak jantung, atau durasi latihan.
  • Alergi makanan. Mengonsumsi minyak ikan selama masa kehamilan tampaknya mampu mengurangi risiko alergi telur pada bayi. Namun ini tidak mengurangi risiko alergi makanan lainnya seperti alergi susu dan kacang pada bayi.
  • Mencegah penyumbatan transplantasi yang digunakan dalam dialisis ginjal. Mengonsumsi minyak ikan tampaknya membantu mencegah pembentukan pembekuan darah dalam transplantasi hemodialisis. Ini mungkin juga membantu transplantasi bekerja lebih lama. Tetapi masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui dosis minyak ikan mana yang terbaik.
  • Prediabetes. Penelitian awal menunjukkan bahwa minyak ikan dapat membantu mencegah prediabetes dari tahap lanjut ke diabetes tipe 2.
  • Perkembangan bayi. Penelitian terkuat menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan selama kehamilan dan menyusui tidak meningkatkan perkembangan mental pada bayi. Memberikan susu formula dengan minyak ikan pada bayi tampaknya dapat meningkatkan penglihatan bayi namun tidak pada perkembangan mental bayi.
  • Sklerosis ganda. Mengonsumsi suplemen minyak ikan spesifik (MaxEPA) tampaknya tidak mengurangi durasi, frekuensi, atau keparahan relaps pada pasien dengan sklerosis ganda.
  • Kekuatan otot. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan setiap hari selama 90-150 hari dengan penambahan 90 hari latihan resistensi kekuatan mungkin dapat meningkatkan pertumbuhan dan kekuatan otot pada wanita tua yang sehat.
  • Penurunan berat badan. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan tidak berpengaruh pada penurunan berat badan. Namun mengonsumsi ikan sebagai bagian dari diet rendah kalori sepertinya dapat membantu.
  • Pembengkakan pankreas (pankreatitis). Bukti menunjukkan bahwa pemberian secara intravena (dengan IV) dengan nutrisi yang telah diperkaya dengan minyak ikan mampu mengurangi jumlah hari terapi transplantasi ginjal yang dibutuhkan oleh penderita radang pankreas yang parah.
  • Fenilketonuria (PKU). Beberapa bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen minyak ikan meningkatkan keterampilan motorik, koordinasi, dan penglihatan pada anak-anak dengan kelainan genetik langka yang disebut fenilketonuria.
  • Gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa menambahkan suplemen yang mengandung asam lemak omega-3 dari minyak ikan ke psikoedukasi tidak memberikan manfaat lebih lanjut kepada penderita PTSD.
  • Komplikasi kehamilan. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan atau makan makanan laut selama kehamilan dapat membantu mencegah kelahiran prematur. Namun, minyak ikan tampaknya tidak membantu mencegah tekanan darah tinggi selama kehamilan.
  • Prematuritas. Susu formula bayi yang telah diperkaya dengan asam lemak dari minyak ikan dan minyak borage tampaknya meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf pada bayi prematur, terutama anak laki-laki.
  • Luka dekubitus (luka tekan). Penelitian awal menunjukkan bahwa menambahkan tabung makanan atau IV dengan minyak ikan selama 28 hari dapat memperlambat perkembangan luka tekan.
  • Intoleransi salisilat. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan mungkin dapat memperbaiki gejala intoleransi salisilat, seperti serangan asma dan gatal-gatal.
  • Skizofrenia. Ada satu laporan mengenai minyak ikan memperbaiki gejala skizofrenia pada wanita hamil. Sebuah studi awal juga menunjukkan bahwa minyak ikan dapat memperbaiki gejala negatif dan positif pada penderita skizofrenia. Tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan dengan bahan kimia yang disebut asam alfa-lipoat tidak membantu mencegah memburuknya gejala pada penderita skizofrenia.
  • Penyakit sel sabit. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak ikan dapat mengurangi episode sakit luar biasa pada penderita penyakit sel sabit.
  • Lupus eritematosus sistemik (SLE). Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa minyak ikan membantu memperbaiki gejala SLE, sementara penelitian lainnya menunjukkan tidak ada efeknya.
  • Penyakit radang usus (kolitis ulseratif). Studi penelitian tentang efek minyak ikan terhadap pengobatan kolitis ulseratif menunjukkan hasil yang bertentangan.
  • Sindrom Behcet
  • Glaukoma.
  • Mencegah cedera hati pada penderita yang mendapatkan makanan khusus melalui pembuluh darah.
  • Kondisi lainnya.

Diperlukan lebih banyak bukti untuk menilai efektivitas minyak ikan dalam penggunaan ini.

Efek samping dan Keamanan

Minyak ikan AMAN diminum dalam dosis rendah (3 gram atau kurang per hari) bagi sebagian besar orang. Ada beberapa masalah keamanan jika minyak ikan dikonsumsi dalam dosis tinggi. Mengonsumsi lebih dari 3 gram per hari mungkin dapat mencegah pembekuan darah dan dapat meningkatkan kemungkinan pendarahan.

Minyak ikan dengan dosis tinggi mungkin juga dapat mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh, mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Ini merupakan masalah khusus bagi orang yang menggunakan obat untuk mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh mereka (misalnya pada pasien transplantasi organ) dan pada orang tua.

Konsumsi minyak ikan dengan dosis tinggi hanya saat berada di bawah pengawasan medis.

Minyak ikan dapat menyebabkan efek samping seperti bersendawa, bau mulut, mulas, mual, buang air besar, ruam, dan mimisan. Mengonsumsi suplemen minyak ikan dengan makanan atau membekukannya sering dapat mengurangi efek samping ini.

Minyak ikan MUNGKIN AMAN jika diinjeksikan secara intravena (dengan IV) dalam jangka pendek. Minyak ikan atau larutan asam lemak omega 3 telah aman dikonsumsi selama 1-4 minggu.

Mengonsumsi minyak ikan yang bersumber dari beberapa makanan dalam jumlah besar MUNGKIN TIDAK AMAN. Beberapa daging ikan (seperti hiu, king mackerel, dan salmon hasil peternakan) dapat terkontaminasi merkuri dan bahan kimia industri dan lingkungan lainnya. Suplemen minyak ikan biasanya tidak mengandung kontaminan ini.

Perhatian & Peringatan Khusus:

Anak-anak : Minyak ikan MUNGKIN AMAN bila dikonsumsi dengan tepat. Minyak ikan aman digunakan melalui tabung makanan pada bayi hingga 9 bulan. Tetapi anak-anak kecil tidak boleh mengonsumsi lebih dari dua ons ikan per minggu. 

Minyak ikan juga mungkin AMAN bila diberikan melalui pembuluh darah oleh profesional kesehatan kepada bayi yang tidak bisa mengonsumsi makanan melalui mulut. Minyak ikan yang bersumber dari makanan MUNGKIN TIDAK AMAN apabila dikonsumsi dalam jumlah besar. Ikan berlemak mengandung racun seperti merkuri. 

Mengonsumsi ikan yang terkontaminasi seringkali dapat menyebabkan kerusakan otak, keterbelakangan mental, kebutaan dan kejang pada anak-anak.

Kehamilan dan menyusui : Minyak ikan AMAN bila dikonsumsi dengan tepat. Mengonsumsi minyak ikan selama kehamilan sepertinya tidak memengaruhi janin atau bayi saat menyusui. 

Wanita yang sedang hamil atau yang mungkin hamil, dan ibu menyusui harus menghindari konsumsi hiu, ikan todak (swordfish), king mackerel, dan tilefish (kakap emas), karena mengandung kadar merkuri yang tinggi. 

Batasi konsumsi ikan lain hingga 12 ons / minggu (sekitar 3 sampai 4 porsi / minggu). Minyak ikan yang bersumber dari makanan MUNGKIN TIDAK AMAN apabila dikonsumsi dalam jumlah yang besar. Ikan berlemak mengandung racun seperti merkuri.

  • Gangguan bipolar : Mengonsumsi minyak ikan mungkin dapat meningkatkan beberapa gejala kondisi ini.
  • Gangguan hati : Minyak ikan mungkin dapat meningkatkan risiko pendarahan pada penderita sirosis.
  • Depresi : Mengonsumsi minyak ikan mungkin dapat meningkatkan beberapa gejala kondisi ini.
  • Diabetes : Ada beberapa kekhawatiran bahwa mengonsumsi minyak ikan dengan dosis tinggi dapat menyebabkan gula darah menjadi lebih sulit dikontrol.
  • Familial adenomatous polyposis : Ada beberapa kekhawatiran bahwa minyak ikan mungkin lebih meningkatkan risiko terkena kanker pada penderita dengan kondisi ini.

Tekanan darah tinggi : Minyak ikan dapat menurunkan tekanan darah dan mungkin dapat menyebabkan tekanan darah menurun terlalu rendah pada pasien yang sedang dirawat dengan obat penurun tekanan darah.

HIV / AIDS dan kondisi lainnya dimana respons sistem kekebalan tubuh menurun : Dosis minyak ikan yang lebih tinggi dapat menurunkan respons sistem kekebalan tubuh. Ini bisa menjadi masalah bagi orang yang sistem kekebalannya sudah lemah.

Implan defibrilator (alat yang ditanam melalui pembedahan untuk mencegah detak jantung yang tidak teratur) : Beberapa, tetapi tidak semua, penelitian menunjukkan bahwa minyak ikan dapat meningkatkan risiko detak jantung yang tidak teratur pada pasien dengan implan defibrilator. Tetap pada sisi aman dengan menghindari suplemen minyak ikan.

Alergi ikan atau makanan laut : Beberapa orang yang alergi terhadap makanan laut seperti ikan mungkin juga alergi terhadap suplemen minyak ikan. Tidak ada informasi yang reliabel yang menunjukkan seberapa besar kemungkinan orang dengan alergi makanan laut memiliki reaksi alergi terhadap minyak ikan. 

Sambil menunggu hasil penelitian lebih lanjut, sebaiknya pasien yang alergi terhadap makanan laut dianjurkan untuk menghindari atau mengonsumsi suplemen minyak ikan dengan hati-hati.

Interaksi

Interaksi Moderat

Berhati-hatilah dengan kombinasi ini

  • Pil KB (obat kontrasepsi) berinteraksi dengan MINYAK IKAN

Minyak ikan tampaknya membantu mengurangi beberapa kadar lemak dalam darah. Lemak ini disebut sebagai trigliserida. Pil KB mungkin dapat menurunkan efektivitas minyak ikan dengan mengurangi kadar lemak ini dalam darah. 

Beberapa pil KB yang termasuk adalah etinil estradiol dan levonorgestrel (Triphasil), etinil estradiol dan norethindrone (Ortho-Novum 1/35, Ortho-Novum 7/7/7), dan lainnya.

  • Obat-obatan untuk tekanan darah tinggi (obat antihipertensi) berinteraksi dengan MINYAK IKAN

Minyak ikan tampaknya menurunkan tekanan darah. Mengonsumsi minyak ikan bersamaan dengan obat untuk tekanan darah tinggi mungkin dapat menyebabkan tekanan darah yang terlalu rendah. 

Beberapa obat-obatan untuk tekanan darah tinggi ialah captopril (Capoten), enalapril (Vasotec), losartan (Cozaar), valsartan (Diovan), diltiazem (Cardizem), Amlodipine (Norvasc), hydrochlorothiazide (HydroDiuril), furosemide (Lasix), dan banyak lainnya.

  • Orlistat (Xenical, Alli) berinteraksi dengan MINYAK IKAN

Orlistat (Xenical, Alli) digunakan untuk menurunkan berat badan. Ini mencegah lemak dari makanan yang diserap dari usus. Ada beberapa kekhawatiran bahwa orlistat (Xenical, Alli) mungkin juga dapat menurunkan penyerapan minyak ikan apabila mereka dikonsumsi bersamaan. 

Untuk menghindari interaksi potensial ini, konsumsi orlistat (Xenical, Alli) dan minyak ikan setidaknya selang 2 jam.

Interaksi Kecil

Berhati-hatilah dengan kombinasi ini

  • Obat-obatan untuk memperlambat pembekuan darah (obat Antikoagulan / Antiplatelet) berinteraksi dengan MINYAK IKAN
  • Minyak ikan mungkin dapat memperlambat pembekuan darah. Mengonsumsi minyak ikan bersama dengan obat-obatan yang juga memperlambat pembekuan darah mungkin dapat meningkatkan kemungkinan memar dan pendarahan. Beberapa obat-obatan yang memperlambat pembekuan darah ialah aspirin, clopidogrel (Plavix), diclofenac (Voltaren, Cataflam, lainnya), ibuprofen (Advil, Motrin , lainnya), naproxen (Anaprox, Naprosyn, lainnya), dalteparin (Fragmin), enoxaparin (Lovenox), heparin, warfarin (Coumadin), dan lainnya.

Dosis

Berikut dosis yang telah dipelajari dalam penelitian ilmiah :

DEWASA

DENGAN MULUT :

  • Untuk kadar trigliserida yang tinggi : dosis 1-15 gram minyak ikan setiap hari selama 6 bulan telah dilakukan dalam penelitian. Namun para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi dosis minyak ikan yang mengandung 3.5 gram asam lemak omega 3 setiap hari. Jumlah ini tersedia dalam empat kapsul 1 gram dari produk minyak ikan yang diresepkan. Produk-produk yang diresepkan ini adalah Lovaza (sebelumnya dikenal sebagai Omacor, GlaxoSmithKline), Omtryg (Trygg Pharma, Inc.), dan Epanova (AstraZeneca Pharmaceuticals). Anda mungkin perlu mengonsumsi suplemen minyak ikan sebanyak 12 kapsul setiap hari untuk mendapatkan jumlah asam lemak omega-3 yang sama.
  • Untuk penyakit jantung : minyak ikan mengandung 0.6-10 gram DHA dan atau EPA setiap hari dikonsumsi selama 1 bulan sampai 9 tahun.
  • Untuk mencegah dan mengembalikan perkembangan pengerasan arteri setelah angioplasti : Konsumsi 6 gram minyak ikan setiap hari mulai satu bulan sebelum angioplasti dan dilanjutkan selama satu bulan setelahnya, diikuti dengan 3 gram setiap hari selama 6 bulan. Juga, konsumsi 15 gram minyak ikan setiap hari selama 3 minggu sebelum angioplasti dan selama 6 bulan sesudahnya.
  • Untuk mencegah keguguran pada wanita dengan sindrom antibodi antifosfolipid dan riwayat keguguran : Konsumsi 5.1 gram minyak ikan dengan rasio 1.5 EPA : DHA setiap hari selama 3 tahun
  • Untuk kelainan hiperaktivitas karena kurang perhatian (ADHD) : konsumsi suplemen spesifik yang mengandung 400 mg minyak ikan dan 100 mg minyak evening primrose (Eye Q, Novasel) 6 kapsul sehari selama 15 minggu. Juga, konsumsi 250 mg asam lemak omega 3 yang dikombinasikan dengan fosfatidilserin selama 3 bulan.
  • Untuk gangguan bipolar : minyak ikan mengandung 6.2 gram EPA dan 3.4 gram DHA dikonsumsi setiap hari selama 4 bulan. Juga, konsumsi 1.6 gram EPA selama 12-16 minggu atau asam lemak omega 3 yang mengandung 4.4-6.2 gram EPA ditambah 2.4-3.4 gram DHA selama 4-16 minggu.
  • Untuk kanker kolorektal : minyak ikan (Omega-3, Phytomare, Governador Celso Ramos, SC, Brazil) 2 gram setiap hari yang mengandung 360 mg EPA dan 240 mg DHA selama 9 minggu dikonsumsi bersamaan dengan kemoterapi.
  • Untuk memperlambat penurunan berat badan pada pasien kanker : Konsumsi 30 mL produk minyak ikan spesifik (ACO Omega-3, Pharmacia, Stockholm, Sweden) mengandung 4.9 gram EPA dan 3.2 gram DHA setiap hari selama 4 minggu. 7.5 gram minyak ikan setiap hari yang mengandung EPA 4.7 gram dan DHA 2.8 gram dikonsumsi selama 6 minggu. Selain itu, 2 kaleng suplemen bernutrisi dari minyak ikan yang mengandung 1.09 gram EPA dan 0.96 gram DHA per kaleng dikonsumsi setiap hari selama 7 minggu.
  • Untuk menjaga pembuluh darah agar tetap terbuka setelah bypass : 4 gram minyak ikan yang mengandung 2.04 gram EPA dan 1.3 gram DHA dikonsumsi setiap hari selama 1 tahun.
  • Untuk mata kering : suplemen minyak ikan yang mengandung 360-1680 mg EPA dan 240-560 mg DHA dikonsumsi selama 4-12 minggu. Beberapa orang menggunakan produk spesifik (PRN Dry Eye Omega Benefits softgels). Produk kombinasi spesifik yang mengandung 450 mg EPA, 300 mg DHA, dan 1000 mg minyak biji rami (TheraTears Nutrition, Advanced Nutrition Research; Caruso's Natural Health UltraMAX fish oil, Sydney, New South Wales, Australia) dikonsumsi sehari sekali selama 90 hari.
  • Untuk tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh obat siklosporin : Konsumsi 3-4 gram asam lemak omega 3 setiap hari selama 6 bulan setelah transplantasi jantung. Kemudian konsumsi juga 2-18 gram minyak ikan setiap hari selama 12 bulan setelah transplantasi ginjal.
  • Untuk gangguan ginjal yang berhubungan dengan penggunaan siklosporin untuk mencegah penolakan transplantasi organ : Konsumsi 12 gram minyak ikan setiap hari selama 2 bulan dikonsumsi setelah transplantasi hati. Kemudian konsumsi juga 6 gram minyak ikan setiap hari selama 3 bulan setelah transplantasi ginjal.
  • Untuk nyeri haid : Konsumsi dosis harian 1080 mg EPA dan 720 DHA disertai dengan 1.5 mg vitamin E setiap hari selama 2 bulan. Konsumsi juga 500-2500 mg minyak ikan setiap hari selama 2-4 bulan.
  • Untuk gagal jantung : Konsumsi 600-4300 mg asam lemak omega 3 setiap hari selama 12 bulan. Juga, konsumsi 1 gram minyak ikan setiap hari selama 2.9 tahun.
  • Transplantasi jantung : Konsumsi 4 gram minyak ikan yang mengandung 46.5% EPA dan 37.8% DHA setiap hari selama satu tahun.
  • Untuk kadar kolesterol abnormal yang disebabkan oleh pengobatan HIV/AIDS : Konsumsi 2 kapsul suplemen minyak ikan spesifik (Omacor, Pronova BioPharma, Norway) yang mengandung 460 mg EPA dan 380 mg DHA dua kali sehari selama 12 minggu.
  • Untuk tekanan darah tinggi : 4 sampai 15 gram minyak ikan setiap hari, dikonsumsi baik tunggal maupun dosis yang dibagi, selama 36 minggu. Juga, 3-15 gram asam lemak omega 3 setiap hari selama 4 minggu.
  • Untuk memelihara fungsi ginjal pada pasien dengan IgA neuropati yang parah : Konsumsi 1-12 gram minyak ikan setiap hari selama 2-4 tahun. Juga, konsumsi 3 gram minyak ikan yang dikombinasi dengan obat renin-angiotensin system blocker (RASB) setiap hari selama 6 bulan.
  • Untuk pengeroposan tulang (osteoporosis) : 4 kapsul 500 mg dari campuran evening primrose dan minyak ikan, dikonsumsi 3 kali sehari bersamaan dengan konsumsi makanan dengan 600 mg kalsium karbonat selama 18 bulan.
  • Untuk psoriasis : Konsumsi kapsul minyak ikan yang mengandung 3.6 gram EPA dan 2.4 gram DHA setiap hari selama 15 minggu disertai dengan terapi UVB.
  • Untuk psikosis : Konsumsi kapsul minyak ikan yang mengandung 700 mg EPA dan 480 DHA yang dicampur dengan tokoferol dan asam lemak omega 3 lainnya setiap hari selama 12 minggu.
  • Untuk sindrom Raynaud : Konsumsi dosis harian 3.96 gram EPA dan 2.64 DHA selama 12 minggu.
  • Untuk kadar kolesterol yang tidak normal setelah transplantasi ginjal : Konsumsi 6 gram minyak ikan setiap hari selama 3 bulan.
  • Untuk artritis reumatoid (RA) : Konsumsi 10 gram minyak ikan setiap hari selama 6 bulan, atau minyak ikan yang mengandung 0.5-4.6 gram EPA dan 0.2-3.0 gram DHA, terkadang dikonsumsi bersama vitamin E 15 IU, setiap hari selama 15 bulan.

DENGAN IV:

  • Untuk psoriasis : 100-200 mL larutan minyak ikan spesifik yang mengandung 2.1 sampai 4.2 gram EPA dan 2.1 sampai 4.2 gram DHA (Omegavenous, Fresenius, Oberursel, Germany), diberikan selama 10-14 hari
  • Untuk artritis reumatoid (RA) : Konsumsi 0.1-0.2 mg/kg asam lemak omega 3 dari minyak ikan setiap hari selama 7 hari. Juga, konsumsi 0.2gram/kg larutan minyak ikan spesifik (Omegaven, Fresenius-Kabi) setiap hari selama 14 hari berturut-turut, diikuti dengan 0.05 gram minyak ikan yang dikonsumsi secara oral setiap hari selama 20 minggu.

DIAPLIKASIKAN PADA KULIT:

  • Untuk psoriasis : Mengaplikasikan minyak ikan pada kulit selama 6 jam sehari selama 4 minggu.

ANAK-ANAK

DENGAN MULUT:

  • Untuk gangguan koordinasi perkembangan pada anak : konsumsi minyak ikan yang mengandung 558 mg EPA dan 174 mg DHA dosisnya dibagi 3 setiap hari untuk 3 bulan telah dilakukan pada anak berusia 5-12 tahun.
  • Untuk memperbaiki gangguan koordinasi gerak yang buruk pada anak (dispraksia) : Suplemen spesifik yang mengandung minyak ikan yang dikombinasikan dengan minyak evening primrose, minyak thyme, dan vitamin E (Efalex, Efamol Ltd), dikonsumsi selama 4 bulan.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app