Retardasi Mental - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Aug 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 931.584 orang

Retardasi mental, adalah suatu kondisi yang ditandai oleh kecerdasan di bawah rata-rata dan kurangnya keterampilan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Orang-orang yang mengalami retardasi mental dapat mempelajari keterampilan yang baru, tetapi mereka mempelajarinya mereka membutuhkan waktu yang lebih lama.

Seseorang dikatakan retardasi mental, jika memiliki keterbatasan dalam dua bidang, yaitu:

  • Fungsi intelektual. Juga dikenal sebagai IQ, ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk belajar, bernalar, membuat keputusan, dan menyelesaikan masalah.
  • Perilaku adaptif. Ini adalah keterampilan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan sehari-hari, seperti mampu berkomunikasi secara efektif, berinteraksi dengan orang lain, dan merawat diri sendiri.

Retardasi mental diklasifikasikan ke dalam 5 kategori:

  • Retardasi mental ringan dengan IQ dari (50-55) hingga 70
  • Retardasi mental sedang dengan IQ dari (35-40) hingga (50-55)
  • Retardasi mental berat dengan IQ dari (20-25) hingga (35-40)
  • Retardasi mental sangat berat dengan IQ di bawah (20-25)
  • Retardasi mental yang tingkat keparahannya tidak dapat ditentukan. Kategori ini diberikan untuk seseorang yang tidak dapat diuji dengan tes kecerdasan standar.

Apa yang menyebabkan terjadinya retardasi mental?

Menurut Manual Merck, dokter hanya dapat mengidentifikasi penyebab spesifik Retardasi mental pada sekitar sepertiga dari kasus ringan dan dua pertiga dari kasus sedang hingga berat.

Penyebab Retardasi mental dapat mencakup:

  • gangguan pada masa kehamilan, seperti infeksi, paparan alkohol, obat-obatan, atau racun lainnya
  • trauma selama kelahiran, seperti kekurangan oksigen atau kelahiran prematur
  • kelainan bawaan, seperti fenilketonuria (PKU) atau penyakit Tay-Sachs
  • kelainan kromosom, seperti sindrom Down
  • keracunan timbal atau merkuri
  • malnutrisi berat
  • penyakit anak usia dini, seperti batuk rejan, campak, atau meningitis
  • cedera otak parah

Gejala retardasi mental

Gejala retardasi mental sangat bervariasi berdasarkan tingkat kecacatan anak Anda. Gejala umumnya meliputi:

  • tidak memenuhi standar intelektual
  • duduk, merangkak, atau berjalan lebih lambat dari anak-anak lain
  • masalah belajar berbicara atau kesulitan berbicara dengan jelas
  • masalah memori
  • ketidakmampuan untuk memahami konsekuensi dari tindakan
  • ketidakmampuan untuk berpikir secara logis
  • perilaku kekanak-kanakan yang tidak sesuai dengan usia aktual anak
  • kurangnya rasa ingin tahu
  • kesulitan belajar
  • IQ di bawah 70
  • ketidakmampuan untuk menjalani kehidupan normal karena tantangan berkomunikasi, merawat diri sendiri, atau berinteraksi dengan orang lain

Apakah retardasi mental dapat dicegah?

Retardasi mental dalam kebanyakan kasus tidak dapat dicegah. Namun, beberapa kondisi metabolisme seperti fenilketonuria (PKU), galaktosemia, dan hipotiroidisme bawaan dapat diobati sebelum menyebabkan keterbelakangan mental.

Kondisi ini dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan darah sederhana setelah bayi lahir. Tes selama kehamilan juga dapat dilakukan untuk menilai apakah bayi memiliki kelainan kromosom seperti sindrom Down.

Anak-anak yang mengalami gangguan metabolisme biasanya mendapatkan perawatan dengan obat-obatan atau melakukan diet khusus. Jika perawatan dimulai sejak dini, maka kemungkinan terjadinya retardasi mental dapat dicegah. Sindrom Alkohol Janin juga dapat dicegah dengan tidak mengkonsumsi alkohol selama kehamilan.

Bagaimana penanganan pada anak-anak yang mengalami retardasi mental?

Diagnosa

Retardasi mental dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Jika bayi memiliki kelainan fisik yang menunjukkan kelainan genetik atau metabolisme, berbagai tes dapat dilakukan untuk menegakan diagnosa. Pemeriksaan yang dilakukan termasuk tes darah, tes urin, tes pencitraan dan electroencephalogram (EEG).
Pada anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan jika keterlambatan perkembangan tidak disebabkan oleh masalah lain seperti masalah pendengaran dan gangguan neurologis tertentu. 
Tiga hal yang menjadi faktor dalam mendiagnosa retardasi mental, yaitu: wawancara dengan orang tua, pengamatan anak, dan pengujian kecerdasan dan perilaku adaptif. Seorang anak dianggap retardasi mental jika ia memiliki kekurangan baik dalam IQ maupun perilaku adaptif. Jika hanya satu hal yang ditemukan, maka anak tersebut tidak bisa didiagnosa mengalami retardasi mental

Pilihan pengobatan untuk anak retardasi mental

Anak yang didiagnosa mengalami retardasi mental, tidak bisa sembuh sepenuhnya. Tetapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk merawat anak Anda agar dapat berkembang layaknya anak normal.

Tujuan utama perawatan adalah untuk membantu anak Anda mencapai potensi penuh mereka dalam hal pendidikan, keterampilan sosial, dan keterampilan hidup. Perawatan mungkin termasuk terapi perilaku, terapi okupasi, konseling, dan dalam beberapa kasus, pengobatan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak Anda, meliputi:

  • Melatih kemandirian anak Anda. Biarkan anak Anda mencoba hal-hal baru dan dorong anak Anda untuk melakukan sesuatu sendiri. 
  • Libatkan anak Anda dalam kegiatan kelompok. Mengambil kelas seni atau berpartisipasi dalam Pramuka akan membantu anak Anda membangun keterampilan sosial.
  • Pantau perkembangan anak Anda. Anda dapat memantau kemajuannya dan melatih kembali apa yang dipelajari anak Anda di sekolah melalui latihan di rumah.
  • Berkenalan dengan orang tua lain dari anak-anak dengan retardasi. Anda dapat berbagi saran, nasihat dan dukungan emosional.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit