Mepirilid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Agu 18, 2019 Waktu baca: 4 menit

Mepirilid adalah obat yang digunakan sebagai anti diabetes mellitus atau penyakit kencing manis.  Obat ini termasuk golongan sulfonylurea yang berkerja dengan meningkatkan sensitivitas hormon insulin pada tubuh. Berikut ini adalah informasi lengkap Mepirilid yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Mengenai Mepirilid

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Mepirilid dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 5 x 6 caplet 1 mg dan 2 mg

Kandungan

Tiap kemasan Mepirilid mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Glimepiride 1 mg / kaplet
  • Glimepiride 2 mg / kaplet

Manfaat Mepirilid

Kegunaan Mepirilid (Glimepiride) adalah untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2 jika kadar gula darah tidak cukup dikendalikan dengan diet, latihan fisik dan penurunan berat badan saja. (modifikasi gaya hidup)

Efek Samping Mepirilid

Berikut adalah beberapa efek samping Mepirilid (Glimepiride) yang umum terjadi :

  • Efek samping Glimepiride pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, sembelit dan nyeri pada ulu hati.
  • Obat ini juga mempunyai efek samping seperti sakit kepala, demam, kenaikan berat badan, dan reaksi alergi pada kulit terutama pada orang-orang yang memiliki riwayat alergi.
  • Hati-hati dengan resiko terjadinya hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah), terutama jika digunakan untuk jangka waktu lama dan dengan dosis yang lebih tinggi atau digunakan pada lansia.
  • anemia hemolysis karena kekurangan enzim G6PD
  • peningkatan berat badan

Dosis Mepirilid

Mepirilid (Glimepiride) diberikan dengan dosis :

  • Dosis dewasa :

awal : 1 x sehari 1 mg.pemeliharaan : Dosis bisa ditingkatkan dengan penambahan sebesar 1-2 mg dengan interval 1-2 minggu tergantung respon terapi.Dosis maksimal : 6-8 mg/hari.

  • Jika obat ini harus digunakan untuk lansia / atau penderita yang sangat lemah : Dosis awal dikurangi menjadi 1 mg / hari. Lansia perlu pemantauan kadar glukosa darah rutin.
  • Gunakan obat ini setelah makan atau bersama makanan (saat sarapan atau makanan besar pertama).
  • Dosis dan durasi pemakaian akan sangat tergantung dari evaluasi gula darah berkala yang dilakukan dokter.

Interaksi obat

Di bawah ini adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Penggunaan bersamaan dengan miconazole (obat jamur) bisa menyebabkan penurunan gula darah mendadak.
  • Fluconazole (obat jamur) menghambat metabolisme  Glimepiride sehingga konsentrasinya dalam plasma meningkat yang dapat menyebabkan penurunan gula darah.
  • Rifampin dapat menyebabkan penurunan konsentrasi plasma Glimepiride yang dapat menyebabkan memburuknya kontrol gula darah.
  • Pemakaian bersama bosentan bisa memicu masalah pada hati. Efektivitas kedua obat juga menurun.
  • Salisilat, sulfonamid, kloramfenikol, clarithromycinantikoagulan coumarin, probenesid, inhibitor CYP2C9, turunan asam fibric, Disopiramid, fluoxetine, kuinolon, ACE inhibitor, MAOIs dan β-blocker dapat mengganggu kadar gula darah.
  • Tiazid dan diuretik lain, kortikosteroid, fenotiazin, produk tiroid, estrogen, fenitoin, asam nikotinat dan induser CYP2C9 dapat mengurangi efek menurunkan gula darah sehingga dosis perlu ditingkatkan

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan Mepirilid untuk pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif (alergi) terhadap Glimepiride atau obat-obat yang termasuk golongan sulfonilurea dan sulfonamide lainnya.
  • Penderita diabetes mellitus tipe 1, prekoma dan koma diabetes atau pasien yang dalam urinenya terdapat senyawa keton (ketoasidosis) dilarang menggunakan obat ini.
  • kontraindikasi untuk penderita gangguan ginjal berat atau gangguan hati berat.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien jika menggunakan Mepirilid (Glimepiride) adalah sebagai berikut :

  • Obat ini digunakan setelah makan atau bersama makanan, biasanya pada makan pagi atau makan besar pertama.
  • Obat ini tidak boleh digunakan jika anda akan menjalani operasi, memiliki infeksi berat, penderita gangguan fungsi hati, gangguan ginjal terutama gagal ginjal, gangguan kelenjar adrenal atau kelenjar pituitari dan pasien lanjut usia (di atas 70 tahun).
  • Jangan menggunakan obat ini tanpa resep dokter atau menggunakannya melebihi dosis yang dianjurkan karena beresiko menyebabkan penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia) yang bisa berakibat fatal.
  • Obat-obat golongan sulfonilurea bisa menyebabkan hemolisis akut. Oleh karena itu, penggunaan Mepirilid (Glimepiride) untuk orang-orang dengan defisiensi G6PD (enzim yang melindungi sel darah merah), harus mendapatkan perhatian serius. Pemakaian obat alternatif non-sulfonylurea perlu dipertimbangkan.
  • Karena resiko terjadinya hipoglikemia yang ditandai dengan tubuh yang lemah dan pusing, sebaiknya anda tidak menyalakan mesin atau mengemudi selama menggunakan anti diabetes oral seperti Mepirilid (Glimepiride).
  • Jika anda sedang hamil atau anda ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
  • Pengobatan disaat stres sebaiknya menggunakan terapi suntikan insulin.
  • Pengaturan pola makan dan aktivitas olahraga mungkin akan membantu proses pengendalian gula darah anda.
  • Jika anda mengalami efek samping yang berat misalnya terjadi reaksi alergi atau anda lemas karena penurunan gula darah yang drastis segera hubungi pihak medis.
  • Konsumsi alkohol dan paparan sinar matahari harus dibatasi karena dapat memperburuk efek samping Mepirilid (Glimepiride).

Penggunaan Mepirilid untuk wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Glimepiride kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung Glimepiride oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app