Memahami Cara Penularan TBC dan Mencegahnya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Des 24, 2021 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Memahami Cara Penularan TBC dan Mencegahnya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Penyakit TBC dapat menular lewat droplet berisi bakteri penyebab TBC, kemudian terhirup oleh orang yang sehat;
  • Golongan orang-orang yang rentan tertular TBC adalah lansia, orang yang terinfeksi HIV atau AIDS, bayi, penderita kanker hingga kurang gizi;
  • Cara mencegah penularan TBC adalah menjaga jarak dan hindari kontak langsung dengan penderita, menerapkan pola hidup sehat, dan vaksinasi BCG;
  • Kunci terpenting untuk mengobati TBC adalah minum obat TBC hingga tuntas sesuai anjuran dokter;
  • Dapatkan paket pemeriksaan TBC paru atau medical check up lainnya dengan promo menarik dan dokter berpengalaman melalui HDmall;
  • Gunakan fitur chat untuk berbicara dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Tuberkulosis (TBC) adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini biasanya mempengaruhi paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi organ-organ lain. Bagaimana cara penularan TBC dan adakah cara mencegahnya? Berikut selengkapnya.

Jenis tuberkulosis

Tuberkulosis dikategorikan menjadi dua, yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

1. TBC aktif

TBC aktif terjadi ketika bakteri TB berkembang biak di dalam tubuh dan menimbulkan gejala-gejala TBC seperti:

  • Batuk
  • Keringat malam
  • Badan kurus

Pada kondisi ini, kuman TBC dapat ditularkan ke orang lain dengan mudah. Jenis TBC aktif yang lebih mematikan disebut TB milier karena pada kondisi ini kuman telah menyebar ke peredaran darah sehingga mempengaruhi banyak organ sekaligus.

2. TBC laten

TBC laten adalah kondisi ketika terdapat kuman TBC dalam tubuh, namun tidak mewujudkan sifat sejati dan tidak menimbulkan gejala apa pun. Bakteri dapat tinggal di dalam tubuh tanpa membuat orang menjadi sakit karena sistem kekebalan tubuh menekan pertumbuhannya.

Pada TBC laten, kuman tuberkulosis tidak dapat ditularkan. Namun, ada kemungkinan bahwa kasus laten dapat berubah menjadi TBC aktif segera setelah sistem kekebalan tubuh terganggu oleh penyakit seperti HIV, obat-obatan tertentu, atau usia tua.

Penyebab dan cara penularan TBC

Kuman TBC ditularkan melalui kontak udara ketika orang dengan TBC aktif sedang batuk atau bersin. Aktivitas tersebut menyebarkan cairan pernapasan ke udara dan dihirup oleh orang lain. Seseorang lebih mungkin untuk mengembangkan TBC dari kontak dengan orang yang tinggal atau bekerja bersama dalam satu ruangan daripada dari orang asing.

Ada beberapa kelompok orang yang lebih rentan terhadap infeksi tuberkulosis, yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli PARATUSIN 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Paratusin tablet 3

Orang-orang dengan kondisi tersebut berisiko lebih tinggi tertular infeksi TBC karena sistem kekebalan tubuhnya cenderung lemah. Akibatnya, tubuhnya akan lebih sulit menekan pertumbuhan bakteri TBC.

Cara mencegah tuberkulosis

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), TBC merupakan pembunuh terbesar kedua secara global yang disebabkan oleh organisme menular. Untungnya, penyakit ini dapat disembuhkan dan dicegah asalkan melakukan langkah-langkah mencegah penularan TBC yang efektif sebagai berikut:

1. Jaga jarak dengan penderita

Jika salah satu diduga memiliki TBC aktif atau telah menerima pengobatan tetapi masih kurang dari 2 minggu, orang lain harus lebih berhati-hati dan sebaiknya menjaga jarak dengan penderita TBC. Pasalnya, beberapa kuman yang terhirup oleh orang sehat dapat menyebabkan orang tersebut terinfeksi. 

Selain itu, memakai masker wajah dan sarung tangan juga dapat meminimalkan risiko penularan TBC.

2. Harus ekstra hati-hati jika berisiko tinggi

Jika Anda termasuk kelompok berisiko, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sebaiknya hindari kontak langsung dengan penderita TB. Selain itu, orang yang tinggal dalam satu ruangan yang dekat dengan orang lain seperti di penjara, rumah-rumah kecil, tempat penampungan, atau sejenisnya juga harus mendapat perhatian ekstra.

3. Berhati-hati saat melancong ke daerah yang berisiko tinggi

Orang yang bepergian ke negara-negara yang paling terpengaruh oleh TBC, khususnya Afghanistan, Angola, Bangladesh dan negara-negara kurang berkembang lainnya, harus mendapatkan pemeriksaan rutin dan mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk mengurangi paparan infeksi TB aktif.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 9

4. Menerapkan pola hidup sehat

Salah satu cara yang paling efisien untuk mencegah TBC adalah menjaga gaya hidup sehat. Mulai dari makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, mengembangkan kebersihan pribadi yang baik, dan tidak mengonsumsi zat berbahaya seperti alkohol, narkoba dan rokok.

5. Vaksinasi BCG

Jika ternyata kontak dengan penderita TB begitu tinggi, maka diperlukan langkah pencegahan yang lebih ketat yaitu dengan vaksin TBC, atau juga disebut dengan Bacilli Calmette-Guerin (BCG). Vaksin ini terutama digunakan di negara-negara berisiko tinggi. Namun, mencegah penularan TBC dengan vaksin BCG pada orang dewasa tidak seefektif jika diberikan saat bayi.

Baca juga: Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Vaksin BCG

Apa yang harus dilakukan jika terkena tuberkulosis laten?

Jika didiagnosis positif infeksi TB laten, diperlukan langkah-langkah untuk mencegah penularan TBC ke orang lain, di antaranya:

1. Lindungi anggota keluarga dan teman

Meskipun infeksi TB laten tidak dapat ditularkan kepada orang lain, ada kemungkinan jenis TBC tersebut berubah menjadi TB aktif. Oleh karena itu, melindungi teman-teman dan anggota keluarga dari kemungkinan penularan TBC harus menjadi perhatian penting. Hal ini dapat dicapai dengan:

  • Memakai masker wajah ketika Anda berkomunikasi dengan orang lain;
  • Tinggal di rumah sampai pengobatan telah dilakukan;
  • Menjaga ruang ventilasi untuk memungkinkan dispersi terbatas bakteri TB, karena mereka memiliki kecenderungan untuk menyebar dengan mudah melalui udara dengan sirkulasi buruk;
  • Menutupi mulut dengan tisu atau kain ketika batuk, bersin, atau tertawa dan kemudian membuang tisu yang kotor.

2. Ikuti pengobatan yang dianjurkan

Kunci terpenting untuk mengobati TBC adalah minum obat TBC hingga tuntas sesuai anjuran dokter. Jika pengobatan dihentikan sebelum waktu yang ditentukan atau ada dosis yang dilewati, maka bakteri tuberkulosis akan lebih kuat dan mampu menahan obat TBC (resisten). Beberapa dapat mengembangkan mutasi resisten, sehingga lebih sulit untuk mengobatinya di kemudian hari.

Baca juga: Kenapa Penderita TBC Harus Punya Pengawas Minum Obat (PMO)

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tuberculosis (TB): Causes, symptoms, and treatments. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/8856.php)
Tuberculosis - Symptoms and causes. Mayo Clinic. (https://www.mayoclinic.com/health/tuberculosis/DS00372/)
Tuberculosis (TB): Symptoms, Signs, Causes, Transmission & Contagiousness. WebMD. (https://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-basics)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Bahaya Akibat Menggunakan Vape bagi Kesehatan Tubuh
Bahaya Akibat Menggunakan Vape bagi Kesehatan Tubuh

Ternyata vape juga dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Berikut ini bahaya yang bisa dialami jika menggunakan vape atau rokok elektrik.

Buka di app