Mau Punya Bayi Kembar? Simak Fakta Persalinan Bayi Kembar Ini

Dipublish tanggal: Jul 13, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mau Punya Bayi Kembar? Simak Fakta Persalinan Bayi Kembar Ini

Kalau bisa memilih, kebanyakan pasangan tentu akan sangat senang bila dapat memiliki dua anak sekaligus alias hamil kembar. Pasalnya, Anda bisa mempunyai 2 bayi dalam satu kali hamil dan melahirkan. Hal ini bisa terwujud secara hamil alami atau melalui program bayi tabung. Namun, sebelum menginginkan bayi kembar, baiknya simak dulu berbagai fakta hamil kembar berikut ini.

Jenis kehamilan bayi kembar

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab hamil kembar, salah satunya karena perubahan hormon ketika usia bertambah. Perubahan hormon tersebut dapat menyebabkan wanita mengeluarkan dua sel telur secara bersamaan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Ada dua jenis kehamilan bayi kembar, antara lain:

1. Kembar identik

Kembar identik terjadi akibat sel telur yang telah dibuahi kemudian membelah menjadi dua janin. Inilah yang membuat bayi terlahir mirip (identik) dan umumnya berjenis kelamin sama.

2. Kembar tidak identik

Kembar tidak identik dapat terjadi ketika ada dua sel telur dibuahi oleh dua sel sperma. Karena berasal dari dua sel telur berbeda, maka ciri fisik dari kedua anak kembar cenderung tidak sama dan jenis kelaminnya pun bisa berbeda.

Jenis kembar tidak identik berpeluang lebih besar terjadi pada wanita yang mengandung di usia tua. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh yang merangsang ovarium melepaskan 2 sel telur secara bersamaan. Proses inilah yang berpotensi menyebabkan terjadinya hamil kembar. 

Baca Juga: Ciri-Ciri Hamil Anak Kembar yang Bisa Kita Amati

Asupan nutrisi untuk ibu hamil kembar

Dibandingkan ibu yang mengandung satu bayi, ibu hamil bayi kembar berisiko lebih tinggi kekurangan zat besi. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, contohnya daging merah, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Ibu hamil yang mengandung bayi kembar juga disarankan untuk meningkatkan asupan asam folat hingga 2 kali lipat. Hal ini berfungsi untuk mengurangi risiko bayi lahir cacat.

Tantangan ketika memiliki bayi kembar

Bila dibandingkan dengan hamil tunggal, ibu yang mengandung bayi kembar tentu memiliki tantangan tersendiri. Tentu saja, tidak mudah untuk mengandung 2 bayi sekaligus dalam perut sehingga risikonya jauh lebih besar.

1. Risiko komplikasi saat kehamilan dan persalinan yang besar

Meski tampak menyenangkan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai saat hamil kembar. Pasalnya, mengandung dua bayi sekaligus memiliki risiko komplikasi saat hamil dan persalinan yang lebih besar daripada hamil tunggal.

Ibu hamil kembar berisiko mengalami beberapa komplikasi saat hamil seperti preeklampsia, diabetes gestasional, persalinan prematur, hingga perdarahan. Selain itu, kemungkinan bayi terlahir sungsang juga rentan dialami oleh bayi kembar.

Baca Juga: 10 Komplikasi Umum yang Sering Terjadi Pada Kehamilan Kembar

2. Risiko mengalami depresi setelah melahirkan

Mengurus satu bayi saja bisa menyebabkan stres dan tertekan, apalagi saat harus mengasuh dua bayi sekaligus. Hal ini mengakibatkan risiko baby blues atau depresi setelah melahirkan lebih tinggi pada ibu hamil kembar.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Stres dan depresi setelah melahirkan bisa muncul akibat kurang tidur serta waktu yang harus tersita lebih banyak untuk mengurus dua bayi. Guna mengurangi risiko depresi setelah melahirkan, dibutuhkan dukungan penuh dari suami dan keluarga agar sang ibu tidak merasa sendirian dalam mengurus bayi kembar.

Baca Selengkapnya: 5 Langkah Penting Mengatasi Baby Blues Setelah Melahirkan

3. Morning sickness yang lebih berat

Hampir semua ibu hamil sering kali mengalami mual atau muntah di pagi hari, yang dalam istilah medis disebut dengan morning sickness. Keluhan saat hamil ini tentu sangat merepotkan karena ibu hamil jadi tidak dapat beraktivitas dengan optimal.

Meski dapat dialami oleh hampir semua ibu hamil, namun morning sickness ini lebih rentan terjadi pada ibu yang hamil anak kembar. Hal ini karena produksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang lebih banyak, sehingga ibu hamil kembar lebih rentan mual dan muntah di pagi hari.

4. Proses menyusui

Proses menyusui mungkin akan menjadi tantangan tersendiri bagi Anda yang memiliki dua bayi kembar sekaligus. Anda mungkin memang dapat langsung menyusui keduanya dalam waktu bersamaan, namun ini tentu membutuhkan energi ekstra dari sang ibu. 

Kalau tidak dapat dilakukan bersamaan, cobalah menyusui bayi kembar Anda secara bergantian. Anda dapat menyusui si kakak secara langsung (direct breastfeeding), sementara si adik dapat menyusu ASI dari botol lalu lakukan secara bergantian.

Proses persalinan yang harus dipersiapkan

Secara umum, proses persalinan bayi kembar maupun satu bayi dapat dilakukan dengan cara yang sama, yaitu persalinan normal ataupun caesar. Akan tetapi, karena hamil kembar cenderung lebih berisiko untuk lahir secara normal, maka ibu berpotensi tinggi melahirkan secara caesar.

Dokter umumnya akan menyarankan persalinan caesar maupun induksi persalinan tergantung kondisi kehamilan. Ketika jumlah bayi yang dikandung semakin besar, risiko persalinan prematur makin mungkin terjadi. 

Baca Juga: 9 Cara Membuat Anak Kembar

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app