Kwashiorkor - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Nov 9, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit

Kwashiorkor adalah salah satu bentuk gizi buruk (busung lapar) yang disebabkan oleh kekurangan gizi protein, dikenal juga sebagai kekurangan gizi edematous karena tanda dominan yang ditampakkan adalah edema atau penumpukan cairan pada tubuh terutama pada daerah mata kaki, kaki, perut, dan bisa seluruh tubuh.

Kwashiorkor masih menjadi masalah kesehatan Balita di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya dimana asupan makanan sumber protein sulit didapat atau karena pemanfaatan sumber makanan kaya protein yang masih minim akibat kurangnya pengetahuan orang tua. Untungnya kondisi ini bisa dipulihkan sepenuhnya dengan memberikan tambahan protein dalam makanan.

Anak-anak yang mengalami kwashiorkor mungkin tidak bisa tumbuh atau berkembang dengan baik dan dapat tetap terhambat sampai sisa hidupnya. Ada komplikasi serius yang menyertai kwashiorkor ketika tidak segera mendapatkan penanganan, termasuk koma, syok, serta cacat mental dan fisik permanen. Bahkan pada kasus yang berat busung lapar dapat menyebabkan kegagalan organ-organ vital dan akhirnya menyebabkan kematian.

Baca juga: Penyakit-Penyakit Akibat Kekurangan Protein

Mengenal Gejala dan Ciri - Ciri Kwashiorkor

Tanda-tanda dan gejala yang bisa kita amati pada anak yang mengalami kwashiorkor antara lain:

  • Perubahan warna dan tekstur rambut (warna karat) serta mudah dicabut atau rontok.
  • Perubahan kulit, menjadi lebih sensitif, kulit mudah meradang, akan tampak ruamm bersisik dan terkadang sampai timbul borok.
  • Lemas seperti tak bertenaga
  • Hilangnya massa otot sehingga tampak mengecil atau menyusut (Atrofi otot)
  • Diare dan gangguan pencernaan lainnya
  • Edema (pembengkakan) pada pergelangan kaki, kaki, dan perut bahkan seluruh tubuh simetris (sama) kanan dan kiri.
  • Sistem kekebalan tubuh yang rusak, yang dapat menyebabkan infeksi yang lebih sering dan parah
  • Perubahan mental sampai apatis
  • Anemia yang ditandai dengan pucat dan lemas

Apa Penyebab Kwashiorkor?

Kwashiorkor disebabkan oleh kekurangan asupan protein. Padahal protein adalah komponen utama dalam setiap sel tubuh kita. Protein diperlukan tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan membentuk sel-sel baru. Tubuh manusia yang sehat meregenerasi sel dengan cara ini terus-menerus. Protein juga sangat penting bagi pertumbuhan selama masa kanak-kanak dan kehamilan. Jika tubuh kekurangan protein, maka pertumbuhan dan fungsi tubuh yang normal akan mulai terhambat, dan kwashiorkor dapat terjadi.

Protein dalam darah juga berfungsi untuk menjaga kesetabilan cairan dalam pembuluh darah, ketika protein (albumin) jumlahnya kurang, maka cairan dalam pembuluh darah tidak ada yang menahannya sehingga banyak cairan yang merembes ke jaringan sekitar dan menyebabkan edema (pembengkakan).

Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa Kwashiorkor masih menjadi masalah kesehatan paling umum di negara-negara di mana persediaan makanan yang terbatas atau kekurangan. Hal ini sebagian besar ditemukan pada anak-anak dan bayi di sub-Sahara Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Tengah. Kurangnya pengetahuan gizi dan ketergantungan daerah pada diet rendah protein, seperti diet berbasis jagung dari banyak negara Amerika Selatan, juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Jika ada yang dicurigai mengalami kwashiorkor, maka dokter terlebih dahulu akan memeriksa pembesaran hati (hepatomegali) dan pembengkakan pada bagian tubuh. Selanjutnya, diperlukan pemeriksaan darah dan tes urine mungkin mengukur kadar protein dan gula dalam darah.

Tes lain dapat dilakukan pada darah dan urine untuk mengukur tanda-tanda gizi buruk dan kurangnya protein. Tes ini dapat mencari kerusakan otot dan menilai fungsi ginjal, kesehatan secara keseluruhan, dan status pertumbuhan anak. Pemeriksaan yang dimaksud meliputi:

  • Gas darah arteri
  • Blood urea nitrogen (BUN)
  • Kadar kreatinin
  • Kadar kalium ( untuk melihat Hiperkalemia atau Hipokalemia )
  • Urinalisis
  • Hitung darah lengkap (CBC)

Langkah Penatalaksanaan Kwashiorkor

# Penanganan

Kwashiorkor dapat ditangani dengan memberikan makan yang mengandung lebih banyak protein dan lebih banyak kalori secara keseluruhan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Namun sebelum melakukan itu semua, perlu ditangani terlebih dahulu masalah kesehatan yang mengancam nyawa, misalnya dehidrasi dengan memberikan cairan, infeksi dengan memberikan antibiotik, pemberian vitamin A dan lain-lain.

Pertama diberikan lebih banyak kalori dalam bentuk karbohidrat, gula, dan lemak. Setelah kalori ini menyediakan energi, selanjutnya diberikan makanan tinggi protein. Makanan harus diperkenalkan dan kalori harus ditingkatkan secara perlahan karena tubuh perlu menyesuaikan diri dengan asupan yang meningkat, karena sebelumnya kekurangan nutrisi.

Dokter juga akan merekomendasikan vitamin dan suplemen untuk digunakan jangka panjang.

# Langkah Pencegahan

Ketika sudah ditangani dengan baik, maka harus melakukan langkah-langkah pencegahan agar kondisi tersebut tidak terulang kembali. Kwashirokor dapat dicegah dengan memastikan makan cukup kalori dan kaya protein. Pedoman diet dari Institute of Medicine merekomendasikan bahwa 10 sampai 35 persen dari kalori harian 'berasal dari protein' untuk orang dewasa. Sedangkan pada anak-anak, lima sampai 20 persen dan remaja 10 sampai 30 persen kalori harian harus berasal dari protein.

Protein dapat ditemukan dalam makanan seperti:

  • Makanan laut (Ikan, udang, cumi, dan lain-lain)
  • Telur
  • Daging tanpa lemak
  • Kacang polong
  • Kacang-kacangan atau produk olahannya seperti tahu tempe
  • Biji-bijian

Lebih lanjut baca: Sumber Makanan Tinggi Protein Terbaik

Cermati selalu asupan gizi dalam keluarga Anda untuk menghindari gizi buruk (busung lapar) kwashiorkor dan lainnya. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Karen Gill, M.D. Kwashiorkor (https://www.medicalnewstoday.com/articles/322453.php), 12 July 2018.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Nama suplemen vitamin yang cocok untuk ibu menyusui supaya nambah berat badan
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis
Buka di app