Ketahui Penyebab Vagina Gatal Saat Sedang Haid

Perubahan hormon yang terkait dengan siklus menstruasi Anda dapat menyebabkan perubahan pada pH vagina. Perubahan tersebut dapat menciptakan lingkungan untuk pertumbuhan berlebih dari jamur Candida, yang dikenal sebagai infeksi jamur.
Dipublish tanggal: Agu 31, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 30, 2020 Waktu baca: 2 menit
Ketahui Penyebab Vagina Gatal Saat Sedang Haid

Gatal pada area vagina selama haid adalah pengalaman umum yang sering terjadi pada setiap wanita. Hal ini sering dapat dikaitkan dengan sejumlah penyebab potensial, termasuk:

Gangguan iritasi

Gatal selama haid bisa disebabkan oleh tampon atau pembalut Anda. Terkadang, kulit sensitif bisa bereaksi terhadap bahan-bahan pada produk kebersihan yang Anda gunakan. 

Berikut adalah cara menghindari atau mengurangi gatal akibat iritasi:

  • Coba tampon atau pembalut tanpa aroma.
  • Ganti merek untuk mencoba pembalut atau tampon yang dibuat dengan bahan yang berbeda.
  • Ganti tampon dan pembalut Anda sesering mungkin.
  • Jika Anda menggunakan tampon secara eksklusif, pertimbangkan untuk menggunakan pembalut secara berkala.
  • Kenakan pakaian dalam yang berbahan katun.
  • Hindari menggunakan produk beraroma, seperti tisu pembersih beraroma, di area vagina Anda.
  • Cuci area hanya dengan air dan sabun lembut tanpa warna atau aroma.

Infeksi ragi vagina

Perubahan hormon yang terkait dengan siklus menstruasi Anda dapat menyebabkan perubahan pada pH vagina. Perubahan tersebut dapat menciptakan lingkungan untuk pertumbuhan berlebih dari jamur Candida, yang dikenal sebagai infeksi jamur. 

Seiring dengan rasa gatal, gejala infeksi jamur dapat meliputi:

  • tidak nyaman saat Anda buang air kecil
  • bengkak dan kemerahan
  • keputihan seperti keju

Infeksi ragi ini biasanya dapat diobati dengan obat antijamur. Dokter Anda dapat merekomendasikan obat topikal yang dijual bebas (OTC) atau meresepkan antijamur oral, seperti flukonazol (Diflucan).

Banyak orang yang membeli obat antijamur di apotik sebenarnya tidak memiliki infeksi jamur. Oleh karena itu, jika Anda merasa mengalami infeksi jamur, sebaiknya mengkonsultasikan diri dengan dokter terlebih dahulu.

Vaginosis bakteri

Siklus menstruasi Anda termasuk perubahan hormon yang dapat menciptakan ketidakseimbangan pH vagina Anda. Ketika ini terjadi, bakteri jahat dapat tumbuh subur dan berpotensi mengakibatkan infeksi seperti bacterial vaginosis (BV).

Seiring dengan gatal vagina, gejala-gejala BV mungkin termasuk:

  • tidak nyaman saat Anda buang air kecil
  • keputihan berair, cenderung berwarna putih keabuan.
  • bau yang tidak menyenangkan

Penyakit vaginosis bakteri harus didiagnosis oleh dokter Anda dan hanya dapat diobati dengan resep obat antibiotik, seperti:

Trikomoniasis

Infeksi menular seksual (STI) yang umum, trichomoniasis disebabkan oleh infeksi oleh parasit Trichomonas vaginalis. Seiring dengan gatal vagina, gejala trikomoniasis dapat meliputi:

  • rasa tidak nyaman saat Anda buang air kecil
  • perubahan keputihan
  • bau yang tidak menyenangkan
  • rasa sakit saat sedang berhubungan seksual
  • warna keputihan cenderung berwarna kehijauan
  • gatal

Biasanya, trikomoniasis diobati dengan antibiotik resep oral, seperti tinidazole atau metronidazole.

Penting untuk meminta dokter Anda untuk mendiagnosis dan mengobati trikomoniasis, terutama karena peradangan genital yang disebabkannya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), peradangan trikomoniasis ini membuat lebih mudah untuk mengirim atau menyebarkan jenis penyakit IMS lainnya. 

Mengalami rasa gatal di daerah vagina selama haid bukanlah hal yang aneh. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh iritasi yang dapat ditangani dengan mudah seperti dengan mengganti pembalut yang tidak beraroma.

Gatal, bagaimanapun, mungkin merupakan tanda dari suatu kondisi yang harus didiagnosis oleh dokter.

Jika rasa gatal yang Anda alami tidak membaik, segera periksakan diri dengan dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.


17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app