Vagina Terasa Gatal? Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Mei 31, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Vagina Terasa Gatal? Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya

Beberapa perempuan mengalami permasalahan pada alat kelaminnya, seperti gatal, iritasi, atau kelebihan keputihan. Masalah kewanitaan memang cenderung sensitif dan mudah terkena bakteri sehingga terkadang mengganggu perempuan dalam menjalani aktivitasnya. Meski pada beberapa kasus masalah tersebut tidak dianggap serius, masalah pada kewanitaan tidak bisa disepelekan karena berkaitan dengan dengan kesuburan reproduksi.

Supaya tidak terjadi masalah yang serius, ada baiknya jika Anda mengetahui penyebab masalah pada kewanitaan agar dapat diatasi dengan tepat dan cepat serta tidak menyebabkan permasalahan lainnya. Beberapa penyebab terjadinya gatal pada area vagina perempuan yaitu adalah:

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Kesalahan saat bercukur

Saat selesai bercukur, kulit memang terasa lebih halus dan bersih. Akan tetapi, selama beberapa waktu ketika rambut pubis akhirnya tumbuh kembali, Anda akan mulai merasa gatal. Jika terus-terusan digaruk maka akan menyebabkan iritasi. Ada pula kejadian kesalahan saat bercukur yaitu tergoresnya kulit vagina yang dapat menyebabkan iritasi. Jika tidak diatasi segera, iritasi tersebut dapat terinfeksi jamur yang membuat permasalah sekitar vagina semakin kompleks. Solusinya, Anda bisa segera mengoleskan obat merah dengan cotton buth pada kulit yang tergores dan untuk urusan cukur mencukur, trim ujung rambut saja atau dapatkan bikini wax.

Infeksi jamur

Dari sekian banyak perempuan, mengalami infeksi jamur vagina (vaginal candidiasis). Infeksi jamur disebabkan karena ketidakseimbangan koloni bakteri dan pH vagina. Infeksi jamur terjadi saat ragi vagina yaitu candida, berkembang pesat di luar batas normal vagina dan vulva. Hal-hal yang dapat menyebabkan perempuan mudah terinfeksi jamur yaitu kehamilan, hubungan seks, antibiotik, sistem imun yang melemah, serta kurangnya menjaga kebersihan di area vagina.

Infeksi jamur yang menyerang daerah vagina tidak hanya membuat vagina gatal dan iritasi, akan tetapi juga membuat vagina memproduksi cairan keputihan yang bertekstur kental dan berwarna putih susu yang berlebih. Cairan tersebut akan semakin membuat sekitar vagina terasa lembab dan gatal. Jika tidak diatasi dengan perilaku hidup sehat, jamur akan menyebar ke daerah terdekat vagina. Infeksi jamur ini dapat diatasi dengan salep atau obat yang bisa di beli di apotek. Akan tetapi jika lebih baiknya jika diperiksakan ke dokter untuk mengetahui adanya tanda dan gejala lain yang dapat terjadi pada organ reproduksi Anda.

Eksim atau psoriasis

Penyebab gatal atau iritasi pada vagina selanjutnya yang cukup serius yaitu eksis atau psoriasis. Eksim atau psoriasis merupakan gangguan kulit genetik yang dapat menyebabkan vagina gatal yang diikuti dengan belang ruam kemerahan. Keluhan yang dirasakan yaitu vagina gatal, memerah, dan tampak seperti bersisik. Penyakit ini dapat diobati rutin dengan menggunakan steroid ringan, seperti hydrocortisone, atau dapat diatasi dengan berendam dalam bubur oatmeal untuk meredakan rasa tidak nyaman. Untuk pengobatan lebih lanjut, Anda baiknya jika anda langsung menanyakan atau memeriksakan keadaan tersebut kepada dokter spesialis kulit.

Penyakit kelamin

Rasa gatal dan iritasi juga dapat disebabkan oleh beberapa penyakit kelamin yang digolongkan menular dan tidak menular. Penyakit tersebut sangat mengganggu penderita meski dalam jangka waktu yang singkat bahkan tidak jarang dapat berlangsung dalam jangka yang cukup lama. Beberapa di antaranya yaitu klamidia, herpes genital, trikomoniasis, dan gonore. Sensasi gatal yang dirasakan penderita akan berkembang menjadi rasa nyeri dan terbakar.

Jika Anda mengalami vagina gatal yang diikuti oleh gejala klasik lain dari penyakit kelamin seperti nyeri saat buang air kecil, keputihan berbau busuk, dan sakit saat berhubungan seks, segeralah berobat ke dokter untuk mendapatkan perawatan lanjut dengan rangkaian tes dan uji laboratorium agar dapat segera diketahui jenis penyakitnya.

Beberapa yang disebutkan di atas adalah kemungkinan penyebab vagina terasa gatal dan iritasi. Untuk menghindari penyakit semacam itu, ada baiknya jika Anda selalu menjaga kebersihan daerah vagina. Karena seperti yang diketahui, vagina merupakan alat vital yang memiliki pengaruh penting dalam proses reproduksi.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vulvar itching that is worse at night: Causes and relief. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/326495.php)
Vaginal Itching: Causes, Treatments, and Diagnosis. Healthline. (https://www.healthline.com/health/vaginal-itching)
Vaginal Itching, Burning, and Irritation. WebMD. (https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-itching-burning-irritation)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Penjelasan Medis tentang Luka Gatal Segera Sembuh
Penjelasan Medis tentang Luka Gatal Segera Sembuh

Penyembuhan luka dapat memicu mechanical stress yang menyebabkan rasa gatal tersebut. Selama fase penyembuhan, sel-sel di sekeliling luka akan bertumbuh dan bermigrasi ke bagian dasarnya. Sel-sel ini akan bersatu di bagian tengah, terikat satu sama lain, dan berusaha untuk menutup luka tersebut. Proses inilah yang menyebabkan mechanical stress yang dapat mengaktivasi rasa gatal dan menginstruksikan pada otak kita untuk “menggaruknya”.

Buka di app