Ketahui Kondisi Kesehatan Tubuh Anda Melalui Warna Urin

Banyak faktor yang bisa menyebabkan perubahan warna urin seperti makanan atau minuman yang Anda konsumsi seharian, serta karena suatu kondisi atau penyakit tertentu. Oleh karena itu, perhatikan juga penyebab dan gejala lain yang mengikuti perubahan warna urin Anda, terutama jika perubahan warna urin diiringi dengan rasa panas, nyeri seperti terbakar, nyeri saat buang air kecil, atau perih.
Dipublish tanggal: Jun 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Ketahui Kondisi Kesehatan Tubuh Anda Melalui Warna Urin

Warna urin dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi tubuh Anda saat itu. Warna urin dihasilkan dari kandungan urochrome (urobilin) yaitu zat yang dihasilkan ketika hemoglobin dipecah dalam tubuh menjadi bilirubin. Warna air kencing yang normal adalah kuning muda. 

Lalu warna urin mana saja yang termasuk normal dan mana yang harus segera diperiksakan ke dokter? Simak uraian di bawah ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Arti macam-macam warna urin

Perubahan warna urin tidak selamanya berbahaya bagi kondisi kesehatan Anda. Banyak faktor yang bisa menyebabkan perubahan warna urin seperti makanan atau minuman yang Anda konsumsi seharian, serta karena suatu kondisi atau penyakit tertentu. 

Oleh karena itu, perhatikan juga penyebab dan gejala lain yang mengikuti perubahan warna urin Anda, terutama jika perubahan warna urin diiringi dengan rasa panas, nyeri seperti terbakar, nyeri saat buang air kecil, atau perih.

Kuning tua

Warna urin yang terlalu pekat disebabkan oleh banyaknya zat sisa urochrome yang larut ke urin. Jika Anda mempunyai air kencing yang berwarna kuning tua dapat berarti bahwa Anda sedang mengalami dehidrasi.

Oranye

Mengkonsumsi wortel berlebihan dapat menyebabkan warna air kencing Anda berubah menjadi oranye. 

Beberapa obat seperti isoniazid (obat utama pada penderita tuberkolusis) rifampin, riboflavin, vitamin B, dan obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi warna urin Anda juga dapat menyebabkan warna urin Anda menjadi oranye.

Cokelat atau hitam

Mengkonsumsi kacang fava dan rhubarb yang berlebih dapat mengubah warna urin Anda menjadi kecoklatan. Indikasi dari urin yang berwarna cokelat atau hitam dapat disebabkan karena banyaknya hemoglobin yang menumpuk pada darah karena terdapat penyakit seperti sirosis, hepatitis, adanya tumor atau sumbatan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Merah

Banyak faktor yang dapat menyebabkan urin berwarna merah, seperti kanker, infeksi kandung kemih atau batu ginjal. Olahraga yang berat juga dapat mengakibatkan darah masuk ke dalam urin. 

Warna kencing merah juga dapat berasal dari kandungan myoglobin yaitu protein pengikat oksigen pada sel otot yang terdapat di sel darah merah dan mirip dengan hemoglobin. Selain itu, terlalu banyak mengkonsumsi buah bit dapat menyebabkan warna urin menjadi memerah.

Warna urin yang memerah (mulai dari merah muda sampai merah tua) dapat berarti bahwa Anda sedang mengalami penyakit hematuria (ditandai dengan darah yang larut dalam urin). Sedangkan pada laki-laki warna urin merah berarti gejala kanker prostat dan pembesaran kelenjar prostat.

Ungu

Urin yang berwarna ungu (termasuk merah maroon hingga biru tua atau kombinasi yang menghasilkan warna ungu terang) dapat terjadi jika Anda mengalami purple urine bag syndrome yang biasanya terjadi pada orang yang dipasang alat kateter atau kantung kencing. 

Warna urin berubah menjadi keuangan karena adanya infeksi bakteri pada alat kateter atau adanya substansi yang disebut indirubun yang dapat mengubah warna urin.

Biru

Methylene blue mempunyai kandungan anti mikroba yang biasanya ditemukan pada pengobatan dan obat herbal. Selain itu, methylene blue juga biasa digunakan untuk tes laboratorium. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Jika Anda pernah melakukan tes laboratorium untuk alasan apapun, hal ini dapat mengubah warna air kencing Anda menjadi biru. Urin yang berwarna biru juga dapat terjadi jika Anda mengalami hartnup disease dan blue diaper syndrome.

Hijau

Mengkonsumsi makanan yang berwarna hijau kadang dapat mengubah warna urin Anda menjadi hijau. Beberapa obat juga dapat mempengaruhi warna urin menjadi hijau seperti propofol (obat anestesi), obat asam lambung cimetidine, dan obat antidepresan trisiklik. 

Tetapi warna urin yang berubah menjadi hijau dapat diartikan sebagai gejala infeksi pada sistem kemih atau infeksi bakteri dalam darah.

Putih susu

Warna urin menjadi putih susu dapat terjadi ketika Anda mengalami infeksi, sehingga sistem kemih bereaksi melawan infeksi dengan melepaskan banyak sel darah putih yang dapat merubah warna urin Anda.

Selain itu, urin berwarna putih susu dapat diartikan Anda mengalami asam urat yang disebabkan oleh mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung purine seperti, ikan teri, dan daging merah. 

Berubahnya warna urin menjadi putih susu juga dapat diakibatkan dari kristalisasi fosfat akibat hormon paratiroid yang berlebih.

Sebaiknya Anda segera mengkonsultasikan dengan dokter Anda jika mengalami perubahan warna urin yang tidak normal.

19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Urinalysis (Urine) Test: Types, Drugs, Alcohol, Results and Interpretation. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/urinalysis/article.htm)
What Do the Color and Smell of Your Urine Tell You?. Everyday Health. (https://www.everydayhealth.com/urine/what-color-smell-your-urine-tell-you/)
Urine pH: Normal ranges and what they mean. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/323957.php)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Normalkah Jika Seseorang Memiliki Dua Aliran Kencing Saat Buang Air Kecil?
Normalkah Jika Seseorang Memiliki Dua Aliran Kencing Saat Buang Air Kecil?

Aliran urin bercabang yang sering atau persisten merupakan indikasi adanya masalah mendasar di uretra atau di kandung kemih. Penyebab umum kencing bercabang yang persisten adalah stenosis meatal, striktur uretra, dan pembesaran prostat. Kelainan kulup seperti phimosis atau kelainan pada anatomi stenosis meatal termasuk kutil kelamin pada meatus uretra juga dapat menyebabkan buang air kecil yang tidak teratur atau bercabang.

Buka di app