Keputihan - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Mei 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Keputihan  merupakan kejadian normal dan paling sering terjadi. Namun, ada beberapa jenis keputihan yang dapat mengindikasikan infeksi. Pengeluaran yang tidak normal dari vagina dapat berwarna kuning atau hijau,atau berbau busuk.

Infeksi bakteri biasanya menyebabkan keputihan yang tidak normal. Jika Anda melihat ada cairan yang terlihat tidak biasa atau berbau busuk, temui dokter Anda untuk diagnosis dan perawatan.

Jenis keputihan

Ada beberapa jenis keputihan. Jenis ini dikategorikan berdasarkan warna dan konsistensinya. Beberapa jenis keputihan mungkin menunjukkan kondisi mendasar yang membutuhkan perawatan.

Putih
Sedikit keputihan, terutama pada awal atau akhir siklus menstruasi Anda, adalah normal. Namun, jika keputihan disertai dengan rasa gatal dan memiliki konsistensi atau penampilan yang menyerupai keju, tidak normal dan perlu perawatan. Jenis keputihan ini mungkin merupakan tanda infeksi

Berair
Keluarnya cairan yang berair merupakan kondisi normal. Itu bisa terjadi kapan saja dalam sebulan.Kondisi ini juga dapat muncul saat berolahraga

Berlendir
Ketika keluarnya cairan yang bening dan berlendir, ini menunjukkan bahwa Anda kemungkinan berovulasi.

Coklat atau berdarah
Bercak coklat atau berdarah biasanya normal, terutama ketika itu terjadi selama atau tepat setelah siklus menstruasi Anda. Pengeluaran  akhir haid Anda bisa terlihat cokelat, bukan merah. Anda juga mungkin mengalami bercakan kecil yang merupakan pengeluaran darah antar periode.

Jika bercak terjadi selama waktu normal haid dan Anda baru saja berhubungan seks tanpa perlindungan, ini bisa merupakan suatu tanda kehamilan. Bercak selama fase awal kehamilan bisa menjadi tanda keguguran, yang dimana perlu dikonsultasikan ke dokter kandungan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, keputihan berdarah atau coklat dapat menjadi tanda kanker endometrium atau serviks. Atau bisa jadi masalah lain seperti fibroid atau pertumbuhan abnormal lainnya. Inilah sebabnya mengapa penting untuk mendapatkan tes uji panggul atau Pap smear. Dokter kandungan Anda akan memeriksa kelainan serviks selama prosedur ini.

Kuning atau hijau
Bercak  berwarna kuning atau hijau,  dengan konsistensi kental, tebal, atau disertai dengan bau yang tidak enak merupakan adanya kondisi tidak normal. Jenis keputihan ini mungkin merupakan tanda infeksi trikomoniasis. Ini biasanya menyebar melalui hubungan seksual.

Apa Penyebab Keputihan?

Keputihan normal adalah fungsi fisiologis tubuh sebagai cara tubuh Anda untuk membersihkan dan melindungi vagina. Misalnya adanya pengeluaran lendir dari vagina akibat gairah seksual dan peningkatan ovulasi. Olahraga, penggunaan pil KB, dan stres emosional juga dapat menyebabkan keluarnya cairan.

Namun, keputihan yang abnormal biasanya disebabkan oleh infeksi.

Vaginosis bakteri
Bakteri vaginosis adalah infeksi bakteri yang cukup umum. Ini menyebabkan peningkatan keputihan yang memiliki bau yang kuat, busuk, dan kadang-kadang mencurigakan, meskipun dalam beberapa kasus tidak menghasilkan gejala. Wanita yang menerima seks oral atau yang memiliki banyak pasangan seksual memiliki peningkatan risiko tertular infeksi ini.

Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah jenis infeksi lain. Ini disebabkan oleh protozoa, atau organisme bersel tunggal. Infeksi ini biasanya menyebar melalui kontak seksual, tetapi dapat juga ditularkan dengan berbagi handuk atau pakaian renang. Infeksi Ini menghasilkan kotoran kuning atau hijau yang memiliki bau busuk. Keluhan berupa  rasa nyeri, radang, dan gatal-gatal juga merupakan gejala umum, meskipun beberapa orang tidak mengalami gejala apa pun.

Infeksi ragi
Infeksi ragi adalah infeksi jamur yang menghasilkan cairan putih seperti keju di samping sensasi terbakar dan gatal. Kehadiran ragi dalam vagina adalah normal, tetapi pertumbuhannya dapat berlipat ganda di luar kendali dalam situasi tertentu.

Berikut ini dapat meningkatkan kemungkinan infeksi ragi yang timbul:

Gonore dan klamidia
Gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menghasilkan keputihan yang tidak normal. Cairan lendir yang ditemukan berwarna kuning, kehijauan, atau berawan.

Penyakit radang panggul (PID)
Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi yang sering menyebar melalui kontak seksual. Itu terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya. Ini dapat menghasilkan cairan yang berbau busuk dan berat.

Human papillomavirus (HPV) atau kanker serviks
Infeksi human papillomavirus (HPV) disebarkan melalui kontak seksual. Ini dapat menyebabkan kanker serviks. Meskipun tidak ada gejala, kanker jenis ini dapat menghasilkan cairan berdarah, coklat, atau berair dengan bau yang tidak sedap. Kanker serviks dapat dengan mudah diskrining dengan Pap smear tahunan dan tes HPV.

Gejala lain pada keputihan

Keputihan dapat menimbulkan gejala lain yang bersamaan. Gejala yang harus diperhatikan antara lain:

Penanganan keputihan di rumah

Untuk mencegah infeksi, jaga kebersihan yang baik seperti memilih jenis bahan pada celana untuk menjaga sirkulasi baik pada vagina. Juga biasakan berhubungan seks dengan aman dan gunakan perlindungan untuk menghindari IMS.

Untuk mengurangi kemungkinan infeksi jamur ketika mengonsumsi antibiotik, makan yogurt yang mengandung bakteri biakan baik. Anda juga dapat mengobatinya dengan krim atau salep anti infeksi ragi yang dijual bebas di apotik


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Webmd, Vaginal Discharge (https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal), 25 February 2018.
Debra Rose Wilson, PhD, MSN, RN, IBCLC, AHN-BC, CHT, Vaginal Discharge (https://www.healthline.com/health/vaginal-discharge) 30 July 2018.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app