Diare Tropisl Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Dipublish tanggal: Jul 11, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 7 menit
Diare Tropisl Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Apakah ini gejala anak?

  • Penyakit tropis yang menyebabkan diare
  • Termasuk kolera, tipus, dan diare pada pelancong
  • Disebarkan oleh makanan atau minuman yang kotor dengan kotoran manusia yang terinfeksi
  • anak tidak memiliki gejala penyakit tropis. Jika anak memiliki gejala, gunakan panduan lain.
  • Penyakit tropis terjadi pada orang yang bepergian ke atau tinggal di negara berisiko tinggi. Terutama negara-negara berkembang dekat Khatulistiwa. Anda mungkin telah bepergian ke negara berisiko tinggi baru-baru ini.

Bagaimana Penyakit Diare Tropis Terdeteksi oleh Pemeriksa Gejala ini

  • Penyakit-penyakit ini tidak dapat didiagnosis melalui telepon. Tapi, mereka bisa dicurigai berdasarkan gejalanya. Mereka nantinya akan dirujuk ke pengaturan medis di mana diagnosis dapat dibuat.
  • Kolera akan dijelaskan dalam panduan Diare atau Muntah. Diare yang berlangsung terlalu lama atau parah artinya anak perlu diperiksa. Dehidrasi adalah masalah kesehatan ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan. Ini bisa menjadi komplikasi diare dan/atau muntah. Ini juga akan dijelaskan dalam panduan ini.
  • Tifoid akan dijelaskan panduan Diare. Diare yang berlangsung terlalu lama atau parah artinya anak perlu diperiksa. Kotoran berdarah atau demam yang berlangsung terlalu lama juga berarti anak perlu diperiksa..
  • Diare berkelanjutan akan dijelaskan dalam panduan Diare atau Muntah. Diare yang berlangsung terlalu lama atau parah artinya anak perlu diperiksa. Dehidrasi yang timbul berarti anak perlu diperiksa.
  • Perjalanan ke negara berisiko tinggi dapat mengkhawatirkan. Namun, penyakit umum seperti diare akibat virus juga harus dihilangkan. Biasanya penyakit ini lebih sering terjadi di negara-negara ini daripada penyakit serius. Tapi, gejala parah atau gejala yang bertahan terlalu lama membuat kita mempertimbangkannya adanya kemungkinan penyakit lain ini.

Penyebab Kematian Anak di Bawah Umur 5 Tahun di Seluruh Dunia 

6,3 juta anak di bawah usia 5 tahun meninggal pada 2013 di seluruh dunia.

Kelima infeksi ini menyebabkan lebih dari 50% dari semua kematian anak usia dini:

  1. Pneumonia dan penyakit pernapasan lainnya 19%
  2. Penyakit diare 18%
  3. Malaria 8%
  4. Campak 4%
  5. HIV/AIDS 3%

Nutrisi yang buruk adalah faktor dari setengah kasus penderita yang meninggal lebih tua dari usia satu bulan. Lebih dari 80% kematian terjadi di Afrika dan Asia Selatan. India menyumbang 21% dari kematian balita.

Lebih dari setengahnya disebabkan oleh penyakit yang bisa kita cegah atau obati.

Sumber: laporan WHO, September 2014

Negara Tropis

  • Negara-negara di daerah tropis dekat Khatulistiwa. Mereka memiliki iklim panas dan lembab.
  • Daerah tropis juga didefinisikan sebagai daerah tanpa musim dingin.
  • Banyak penyakit di negara-negara ini disebarkan oleh gigitan serangga.
  • Di daerah tropis, serangga tidak pernah hibernasi. Mereka hidup dalam jumlah besar sepanjang tahun.
  • Penyakit lain di sini disebarkan oleh kuman yang berkembang biak di air hangat. Air di daerah tropis biasanya tetap hangat.
  • Penyakit tropis terjadi pada orang yang tinggal di atau bepergian ke negara berisiko tinggi.
  • Perubahan iklim adalah faktor yang memungkinkan adanya penyebaran penyakit ini.

Segera Hubungi Dokter atau Bantuan Medis

  • Diduga penyakit tropis dan demam
  • Penyakit tropis telah didiagnosis dan semakin parah
  • Penyakit tropis telah didiagnosis dan demam kembali setelah hilang selama beberapa hari
  • Penyakit tropis telah didiagnosis dan menggigil kembali

Saran Perawatan

Pertanyaan Mengenai Kolera

1. Yang Harus Anda Ketahui Tentang Kolera:

  • Merupakan penyakit diare parah yang disebabkan oleh bakteri.
  • Dampak Pada Dunia: Ada lebih dari 4 juta kasus baru per tahun. Diare ini menyebabkan lebih dari 100.000 kematian per tahun.

2. Gejala:

  • Diare ringan hingga berat. Sekitar 5% mengalami diare berair yang parah.
  • Tanpa perawatan, diare dapat berkembang menjadi dehidrasi parah dan syok dalam waktu 12 jam.
  • Gejala lainnya adalah muntah, kaki kram dan demam.

3. Sebab:

  • Kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae yang ditemukan dalam feses.
  • Anda jatuh sakit dengan menelan makanan atau minuman yang kotor dengan kuman dari tinja.

4. Periode Waktu untuk Sakit:

  • Waktu dari kontak ke gejala adalah 1-5 hari.

5. Periode Menular:

  • Penyakit ini dapat menyebar ke orang lain selama 1-2 minggu jika tidak diobati dengan antibiotik.

6. Tes dan Perawatan:

  • Tes feses diperlukan untuk mendiagnosisnya.
  • Diobati dengan cairan elektrolit khusus melalui mulut atau cairan IV. Cairan ini dapat menyelamatkan jiwa.
  • Antibiotik juga dapat membantu.

7. Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelumnya:

  • Tinja yang dikeluarkan akan normal jika dehidrasi akibat diare segera diganti dengan cairan.

8. Cara Mencegah:

  • Vaksin: Vaksin kolera baru yang diminum sangat protektif.
  • Cuci tangan.
  • Hindari makanan dan minuman yang tidak aman.
  • Hanya minum air botolan atau air matang.
  • Hanya makan makanan yang dimasak dengan baik.

9. Negara dengan Kolera:

  • Umumnya dapat ditemukan di Afrika dan negara tropis lainnya.
  • Jarang ditemukan di AS di Florida dan negara-negara Teluk lainnya. Penyebab di AS: Kerang yang belum matang sepenuhnya.

Pertanyaan Mengenai Demam Tifoid

1. Yang Harus Anda Ketahui Tentang Demam Tifoid:

  • Merupakan penyakit diare parah yang disebabkan oleh bakteri.
  • Dampak Pada Dunia: Ada 20 juta kasus baru setiap tahun. Penyakit ini menyebabkan lebih dari 200.000 kematian setiap tahun.

2. Gejala:

  • Demam, sakit perut, dan diare.
  • Demam berlangsung selama berminggu-minggu.
  • Diare memburuk dan bisa berdarah.
  • Merasa lelah, lemah dan kehilangan nafsu makan adalah hal biasa.
  • Ruam bintik kecil berwarna merah mawar dapat terjadi pada dada dan perut.

3. Sebab:

  • Tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang ditemukan dalam tinja.
  • Anda jatuh sakit dengan menelan makanan atau minuman yang kotor dengan kuman dari tinja.

4. Periode Waktu untuk Sakit:

  • Waktu dari kontak ke gejala adalah 6 hingga 30 hari.

5. Periode Menular:

  • Bisa lebih lama jika tidak diobati dengan antibiotik.
  • Bahkan mereka yang dirawat bisa menjadi pembawa penyakit.

6. Tes dan Perawatan:

  • Tes tinja dan tes darah diperlukan untuk mendiagnosisnya.
  • Ini diobati dengan cairan elektrolit khusus melalui mulut atau cairan IV.
  • Antibiotik diberikan untuk membunuh bakteri.

7. Apa yang Perlu Diperhatikan:

  • Dengan pengobatan, gejala membaik dalam 2 hingga 4 minggu.
  • Tanpa pengobatan, gejalanya dapat berlangsung berbulan-bulan.
  • Penyakit ini dapat kambuh kembali setelah perawatan.

8. Cara Mencegah:

  • Vaksin: Gunakan vaksin tifoid.
  • Cuci tangan.
  • Hindari makanan dan minuman yang tidak aman.
  • Hanya minum air botolan atau air matang.
  • Hanya makan makanan yang dimasak dengan baik.

9. Negara dengan Tifoid:

  • Penyakit ini umum terjadi di Afrika, Asia dan Amerika Latin.
  • Penyakit ini terjadi di AS dalam jumlah rendah. Terutama pada pelancong yang kembali ke AS.

Pertanyaan Mengenai Diare Pelancong (TD)

1. Yang Harus Anda Ketahui Tentang Diare Traveler (TD):

  • Ini adalah penyakit yang terjadi pada pelancong ke negara-negara berkembang di daerah tropis.
  • Dampak Pada Dunia: Di negara-negara berisiko tinggi, TD mempengaruhi hingga 40% wisatawan. Ada sekitar 20 juta kasus baru setiap tahun. Penyakit ini dapat mengganggu liburan. Sekitar 30% orang tidak dapat melakukan kegiatan yang telah direncanakan. Kematian akibat penyakit sangat jarang terjadi.

2. Gejala:

  • Tiba-tiba timbul tinja yang longgar, dua kali atau lebih dari angka normal.
  • Mual sering terjadi, tetapi hanya 20% yang mengalami muntah.
  • Bisa juga termasuk kram perut dan kebutuhan mendesak untuk buang air besar.
  • Demam terjadi pada 10%.
  • Darah dalam tinja terjadi pada 5% kasus. Ini berarti infeksinya parah.

3. Sebab:

  • Disebabkan oleh kuman dari tinja yang ada di air, makanan atau minuman.
  • Lebih dari 80% disebabkan oleh bakteri E. coli. Bakteri ini bukan yang berbahaya. Tapi, mereka baru muncul di tubuh dan usus pelancong.
  • Terkadang, bakteri yang lebih serius seperti Shigella menjadi penyebabnya.
  • Parasit menyebabkan 5-10%. Diare dari parasit memiliki onset yang lebih bertahap.

4. Periode Waktu untuk Sakit:

  • Waktu dari kontak ke gejala adalah 1-3 hari untuk bakteri.
  • Diare dari parasit terjadi dalam 2-4 minggu.

5. Periode Menular:

  • TD dapat menular ke orang lain sampai tinja terbentuk.

6. Tes dan Perawatan:

  • Biasanya diagnosis dibuat berdasarkan pada gejala dan riwayat perjalanan baru-baru ini. Tes laboratorium tidak diperlukan.
  • Jika tinja menjadi berdarah, dapat dilakukan tes tinja . Jika berlangsung lebih dari 2 minggu, perlu tes parasit.
  • Diobati dengan cairan elektrolit khusus melalui mulut. Kurang dari 1% orang membutuhkan cairan IV.
  • Probiotik (seperti yogurt) juga dapat membantu.
  • Antibiotik kadang diberikan untuk membunuh bakteri. Digunakan terutama jika timbul demam, tinja berdarah, diare parah atau kram perut.

7. Apa yang Perlu Diperhatikan:

  • TD adalah penyakit yang sembuh sendiri.
  • Kebanyakan orang yang tidak diobati mengalami diare yang berlangsung 3 hingga 5 hari.
  • Sekitar 5% mengalami tinja berdarah.
  • Kondisi ini lebih parah dan berlangsung lebih lama pada anak kecil.

8. Cara Mencegah:

  • Cuci Tangan: Selalu cuci tangan dengan benar.
  • Diet: Hindari makanan dan minuman yang tidak aman. Hanya minum air botolan atau air matang. Hanya makan makanan yang dimasak dengan baik.
  • Obat-obatan: Dalam beberapa kasus, disarankan menggunakan Pepto-Bismol 4 kali sehari. Antibiotik untuk mencegah TD tidak disarankan untuk orang sehat. Periksa dengan dokter Anda sebelum Anda bepergian ke luar negeri.
  • Vaksin: Tidak ada vaksin untuk TD.

9. Negara yang Berisiko:

  • Negara-negara berisiko tinggi ada di Amerika Latin, Afrika, dan Asia Selatan. Sekitar 40% pelancong di sana mengalami diare.
  • Negara dengan risiko sedang berada di Eropa Selatan, Timur Tengah, Cina, dan Rusia. Sekitar 15% pelancong akan mendapatkannya.
  • Negara-negara berisiko rendah adalah AS, Eropa Barat, Kanada, dan Jepang.

Penyakit Diare: Cara Mencegah

1. Tips Keamanan di Semua Negara:

  • Mencuci tangan adalah kunci untuk mencegah penyebaran infeksi.
  • Selalu cuci tangan sebelum makan, memberi makan atau menangani anak kecil atau memasak.
  • Selalu cuci tangan setelah kontak dengan muntah atau feses.
  • Cuci tangan setelah menggunakan toilet atau mengganti popok. Bantu anak kecil mencuci tangan setelah menggunakan toilet.
  • Masak semua unggas secara menyeluruh. Jangan pernah menyajikan ayam yang masih berwarna pink di dalamnya. Alasan: Unggas yang tidak dimasak secara utuh merupakan penyebab umum diare.

2. Kiat Keamanan Ekstra di Negara Berkembang:

  • Minum air botolan atau air matang. Hindari air leding, es batu dan es rasa.
  • Konsumsi makanan yang sudah matang sepenuhnya dan yang masih panas.
  • Makanan kering seperti roti biasanya aman.
  • Hindari salad dan sayuran mentah. Hindari buah yang tidak bisa dikupas. Pisang, jeruk, dan apel aman. Cuci tangan sebelum mengupas buah.
  • Hindari semua daging dan ikan yang tidak dimasak sepenuhnya.
  • Hindari membeli makanan dan minuman dari pedagang kaki lima. Alasan: Ini adalah penyebab umum diare pada pelancong.
  • Formula untuk bayi: Menyusui jika memungkinkan. Jika tidak, gunakan formula yang sudah dicampur. Jika Anda menyiapkan sendiri, campur formula dengan air kemasan atau air matang
  • Memberi makan bayi: Cuci botol, puting susu, sendok dan piring dengan sabun dan air.
  • Kemudian sterilkan dalam air mendidih selama 5 menit jika memungkinkan.
  • Sikat gigi Anda dengan air kemasan atau air matang.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Pujara, Piyush & Parmar, Mayur & Rupakar, Pratik & Asawa, Kailash & Patel, Shrikant. (2016). An introduction to Tropical Disease: A review article. International Journal of Medical Microbiology and Tropical Diseases. 2. 81. 10.5958/2455-6807.2016.00011.8. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/309709345_An_introduction_to_Tropical_Disease_A_review_article)
Tropical diseases. World Health Organization (WHO). (https://www.who.int/topics/tropical_diseases/en/)
Fact sheets: tropical diseases. World Health Organization (WHO). (https://www.who.int/topics/tropical_diseases/factsheets/en/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app