Kebiasaan Sehat

Kebiasaan Sehari-Hari Ini Ternyata Merusak Jantung

Update terakhir: Mar 23, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.080.423 orang

Kebiasaan Sehari-Hari Ini Ternyata Merusak Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan dan diderita oleh banyak orang di dunia. Tak banyak yang menyadari bahwa gaya hidup memberikan kontribusi yang besar pada kondisi jantung yang memburuk. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan buruk yang tanpa disadari merusak jantung.

1. Duduk berjam-jam tanpa beranjak
Bekerja di depan layar komputer memang membuat kita seringkali lupa waktu. Padahal duduk berjam-jam tanpa beranjak, membuat risiko Anda lebih tinggi mengalami serangan jantung dan stroke. Pasalnya, gerakan tubuh yang sedikit membuat lemak dan gula dalam darah tidak terbuang secara sempurna. Karena itu, lakukanlah aktivitas fisik yang ringan, misalnya dengan berjalan-jalan di lingkungan kantor untuk mendapatkan udara segar, dan selalu usahakan untuk banyak berdiri agar lemak dan gula darah tidak menumpuk.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

2. Tidak memeriksakan kondisi depresi
Perasaan frustrasi, mudah marah, dan depresi yang tidak ditangani, dapat memberi stres pada jantung. Emosi dan pikiran dapat secara signifikan mempengaruhi kesehatan jantung. Jika tidak ada medium pengeluaran dan pelampiasan emosi, maka lama-kelamaan jantung akan memburuk kesehatannya. Solusinya, seringlah tertawa dan mencari dukungan moral saat stres.

3. Mengabaikan kebiasaan mendengkur
Dengkuran saat tidur sebenarnya dapat menjadi pertanda adanya kondisi penyakit jantung yang cukup serius berupa sleep apnea. Pernapasan yang terganggu saat tidur dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat, sehingga risiko menderita penyakit jantung pun semakin besar. Biasanya, gangguan tidur ini banyak diderita oleh mereka dengan kondisi obesitas maupun kelebihan berat badan. Meski begitu, pemilik tubuh kurus pun bisa saja mengalami sleep apnea. 

4. Malas berolahraga 
Berolahraga dengan frekuensi yang jarang dan hanya ketika muncul keinginan saja, tidak akan memberikan manfaat bagi kesehatan seluruh tubuh. Usahakan untuk rutin berolahraga dan lakukanlah dalam jangka waktu yang lama, misalnya 30-40 menit seminggu tiga kali.

5. Minum terlalu banyak alkohol 
Terlalu banyak mengonsumsi alkohol akan berefek buruk pada kesehatan jantung karena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, penumpukan lemak pada darah dan gagal jantung. Kalori di dalam alkohol juga lama-kelamaan akan menumpuk, menyebabkan bertambahnya bobot tubuh yang tidak sehat, dan mengancam kesehatan jantung. Batasi konsumsi alkohol menjadi maksimum dua gelas bagi para pria, dan tidak lebih dari satu gelas pada wanita. 

6. Terlalu banyak makan
Makan berlebihan dengan porsi yang terlalu besar, serta konsumsi minuman manis dapat menyebabkan obesitas dan penyakit jantung. Solusinya adalah dengan membatasi porsi makanan dan menghindari minuman manis serta karbohidrat olahan. Pilih makanan dengan label kemasan rendah lemak dan benar-benar memperhatikan kandungan nutrisinya agar tidak tertipu.


7. Banyak mengonsumsi daging merah
Banyak mengonsumsi daging merah yang kaya akan lemak tersaturasi, meningkatkan risiko penyakit jantung pada diri Anda. Kurangi konsumsi daging menjadi 10% dari makanan sehari-hari dan hindari bagian yang berlemak. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

8. Tidak pernah melakukan check-up kesehatan meski sudah timbul tanda-tanda penyakit
Level kolesterol yang tinggi, merupakan sinyal bahaya yang  mengancam kesehatan Anda. Namun, hal ini seringkali kita tidak sadari dan tidak menimbulkan gejala sampai kita melakukan pemeriksaan. Karena itu, jangan ditunda lagi, segera lakukan pemeriksaan sebelum terjadi berbagai komplikasi penyakit. Jangan tunda memeriksakan kolesterol, tekanan darah dan kadar gula dalam darah, sedini mungkin. Apalagi saat gejala penyakit sudah mulai tampak, jangan mengabaikan sinyal kesehatan ini.


9. Tidak meninggalkan kebiasaan merokok
Kebiasaan merokok hanya akan memperburuk kondisi pernapasan dan tekanan darah, sehingga menjadi bencana bagi jantung. Merokok dapat menyebabkan penyumbatan dalam pembuluh darah dan plak dalam arteri, yang lama kelamaan akan menghambat kerja jantung. Tinggal atau sering berada di sekitar perokok juga memiliki risiko sama besarnya dengan perokok aktif. 

10. Jarang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan
Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, ditambah kacang-kacangan, gandum utuh, serta susu rendah lemak dapat menghindarkan Anda dari penyakit jantung. Penuhi piring makanan dengan makanan-makanan nabati, dominan melebihi makanan hewani. (PA)

Ditinjau oleh: dr. Nina Amelia Gunawan

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit