GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Diet ​Intermittent Fasting​

Dipublish tanggal: Nov 27, 2020 Update terakhir: Okt 14, 2021 Waktu baca: 4 menit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Diet ​Intermittent Fasting​

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Salah satu cara menurunkan berat badan yang bisa dicoba adalah intermittent fasting atau diet puasa dengan mengatur jadwal pola makan sehat;
  • Manfaat intermittent fasting adalah membantu menurunkan berat badan bersamaan dengan peningkatan proses metabolisme tubuh;
  • Manfaat lain intermittent fasting adalah menurunkan kadar insulin, meningkatkan hormon pertumbuhan, dan membakar kalori lebih banyak;
  • Intermittent fasting diet tidak boleh dilakukan oleh mereka yang memiliki gangguan makan, ibu hamil atau menyusui, serta anak-anak di bawah usia 18 tahun;
  • Klik untuk membeli asupan gizi dan nutrisi atau makanan dan minuman sehat melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Bingung harus melakukan cara diet sehat demi mendapatkan berat badan ideal? Sebenarnya ada banyak jenis diet yang bisa diterapkan. Umumnya, pola diet tersebut mengacu pada pemilihan dan pembatasan jenis makanan tertentu yang boleh dikonsumsi. Masalahnya, tidak semua orang cocok dengan program diet tertentu.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk melakukan diet jenis apa, penting untuk memahami bahwa mendapatkan berat badan ideal tidak sama dengan meningkatkan risiko kesehatan. Berangkat dari situ, intermittent fasting atau diet puasa bisa saja menjadi metode diet yang cocok untuk Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diet via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 38

Baca juga: Apakah Diet Alkali (Alkaline Diet) Termasuk Salah Satu Diet Sehat?

Apa itu intermittent fasting?

Intermittent fasting adalah salah satu pola diet sehat yang dilakukan dengan menjaga pengaturan jadwal pola makan dan puasa dengan porsi yang tepat. 

Dalam diet puasa atau intermittent fasting, Anda tidak perlu membatasi jenis makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari. Penerapan intermittent fasting tak hanya membantu mendapatkan berat badan ideal, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Manfaat intermittent fasting

Selain dikenal sebagai salah satu cara menurunkan berat badan yang sehatintermittent fasting diet juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh, termasuk mengurangi risiko penyakit tertentu. Dengan berpuasa atau makan dengan porsi yang lebih sedikit, secara otomatis asupan kalori dalam tubuh juga akan berkurang. 

Sejumlah manfaat intermittent fasting adalah:

  • Menurunkan kadar insulin dalam darah;
  • Meningkatkan hormon pertumbuhan;
  • Meningkatkan proses metabolisme tubuh;
  • Membantu memperbaiki sel-sel tubuh;
  • Membakar kalori lebih banyak;
  • Menurunkan kadar lemak yang menumpuk;
  • Membantu mengurangi risiko terjadinya peradangan;
  • Membantu meningkatkan hormon pada otak dan mencegah Alzheimer;
  • Membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.

Perlu diingat bahwa selama menjalani diet intermittent fasting, Anda tetap harus membatasi jumlah porsi makan karena cara intermittent fasting sebagai bentuk diet akan membuat Anda terbiasa makan dalam porsi kecil dengan lebih sedikit kalori. Secara umum, manfaat intermittent fasting akan terasa jika Anda mampu mengontrol dan mengendalikan diri saat berpuasa ataupun waktu makan.

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meso slimming treatment di reface clinic

Baca juga: Berapa Jumlah Kalori yang Dibutuhkan Sehari Ketika Diet?

Pilihan diet intermittent fasting untuk Anda

Intermittent fasting fokus pada pembagian waktu makan dan puasa selama beberapa hari dalam seminggu. Berikut ini adalah 3 cara intermittent fasting yang bisa diikuti dan disesuaikan dengan kondisi tubuh:

1. Metode 16/8

Intermittent fasting diet dengan metode 16/8 akan membagi jadwal makan menjadi 16 jam waktu puasa dan 8 jam waktu makan. Jadi, Anda diperbolehkan untuk makan apa pun pada pagi hari (selama 8 jam). Setelahnya, Anda harus berpuasa selama 16 jam dengan tidak boleh mengonsumsi makanan apa pun.

2. Metode Eat-Stop-Eat

Metode diet puasa eat-stop-eat dalam intermittent fasting adalah dengan menjalani puasa selama 24 jam sebanyak 1-2 kali dalam seminggu. Anda diperkenankan mengonsumsi makanan berat dalam suatu waktu, lalu menjalani puasa selama 24 jam (atau sehari setelahnya), kemudian Anda boleh mengonsumsi makanan kembali.

3. Metode 5:2

Untuk metode intermittent fasting 5:2, Anda hanya boleh makan dalam porsi kecil (hanya 25% dari jumlah kalori harian) selama 2 hari tertentu dan mengonsumsi makanan dalam porsi normal selama 5 hari lain dalam seminggu. 

Jadi, Anda hanya boleh makan sekitar 500-600 kalori dalam sehari dan dilakukan sebanyak 2 kali seminggu, sementara di 5 hari lainnya, Anda bisa makan seperti biasa.  

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meso slimming treatment di reface clinic

Dari 3 cara intermittent fasting di atas, metode 16/8 merupakan pilihan diet puasa yang paling sering dilakukan demi menunjang terbentuknya berat badan ideal. 

Cara diet sehat tersebut dianggap paling sederhana dan dapat dilakukan terus menerus secara berkelanjutan. Akan tetapi intermittent fasting bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Anda.

Baca juga: Cara Menurunkan Berat Badan dan Membentuk Tubuh Ideal

Sebelum diet intermittent fasting, perhatikan hal berikut

Walau intermittent fasting memiliki manfaat bagi kesehatan, tetapi tidak semua orang boleh menjalaninya. Para wanita yang ingin menjalankan intermittent fasting sebaiknya berhati-hati karena dapat memengaruhi hormon dan siklus haid. 

Jika memiliki masalah gangguan makan atau eating disorder seperti anoreksia, bulimia, pica, atau masalah kesehatan lainnya, Anda tidak bisa menjalani diet puasa seperti intermittent fasting karena dapat membahayakan tubuh.

Apa pun jenis diet yang akan dipilih termasuk intermittent fasting, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalaninya. Terlebih, jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Mengidap diebetes atau tekanan darah rendah;
  • Sedang mengonsumsi obat tertentu yang diminum setiap hari;
  • Berada dalam kondisi kurang berat badan atau underweight;
  • Anak-anak di bawah usia 18 tahunl
  • Wanita hamil, berencana hamil, dan menyusui;
  • Wanita dengan riwayat amenore (tidak haid selama beberapa waktu).

Terlepas dari segala manfaatnya, efek samping utama dari intermittent fasting adalah meningkatnya rasa lapar yang dapat berdampak pada kekuatan otak dan fisik, bahkan memengaruhi aktivitas harian. 

Meski efek tersebut biasanya hanya bersifat sementara sampai Anda mampu beradaptasi dengan pola makan diet dijalani, tetaplah berkonsultasi dengan dokter sebelum dan selama menerapkan program diet.

Baca juga: 


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2017). Rapid Weight Loss. (https://www.webmd.com/diet/guide/rapid-weight-loss).
Hensrud, D. Mayo Clinic (2017). Why do doctors recommend a slow rate of weight loss? What's wrong with fast weight loss? (https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/expert-answers/fast-weight-loss/faq-20058289).
WebMD (2018). 10 Diet Mistakes and How to Avoid Them. (https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-diet-mistakes).

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app