Bahaya Dehidrasi Akibat Diet Tinggi Protein

Dipublish tanggal: Jul 6, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Okt 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Bahaya Dehidrasi Akibat Diet Tinggi Protein

Diet merupakan kegiatan mengurangi konsumsi asupan tertentu untuk upaya mendapatkan berat badan yang ideal dan lebih sehat. Jenis diet ada berbagai macam, diet karbohidrat, diet protein dan diselingi dengan aktivitas olahraga agar lebih maksimal. 

Untuk melakukan diet tinggi protein, tentu Anda harus mengetahui fakta ilmiahnya agar dapat melakukannya dengan tepat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Elektrolit via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 41

Diet tinggi protein berarti diet dengan meningkatkan konsumsi asupan protein untuk tubuh. Protein memiliki fungsi untuk membantu membangun dan membentuk masa otot pada tubuh, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta membantu mengatur produksi hormon dan enzim dalam tubuh. 

Untuk itu protein merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh Anda, serta protein juga dipercaya dapat membuat rasa kenyang kita menjadi lebih lama. 

Banyak pakar program diet yang menyarankan kepada penggiatnya untuk mengkonsumsi makanan tinggi protein dan juga mengurangi konsumsi karbohidrat. Tetapi terdapat fakta mengejutkan dibalik itu, bahwa diet protein tinggi yang menjadi kebiasaan ternyata dapat meningkatkan resiko Anda terkena dehidrasi berat walaupun tubuh Anda sehat dan walaupun atlet yang bugar sekalipun. 

Bagaimana hal itu bisa terjadi ? Seperti apakah penjelasannya ? Simak ulasan berikut ini.

Hubungan diet tinggi protein dan resiko dehidrasi

Seorang pakar gizi dari Very Well, Nancy Rodriguez, berkata bahwa tingkat resiko dehidrasi dapat bergantung pada jumlah dan waktu Anda dalam mengkonsumsi makanan tinggi protein. Semakin banyak dan semakin lama Anda mengkonsumsi makanan tinggi protein, maka semakin tinggi pula resiko Anda terkena dehidrasi.

Penelitian lain dari University of Connecticut yang dilakukan pada tahun 2002, menunjukkan fakta bahwa makanan tinggi protein dapat memicu peningkatan kadar nitrogen urea dalam darah Anda. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Penelitian ini dlakukan dengan mengamati 5 mahasiswa atlet yang diberikan makanan tinggi protein dengan cara bertahap, mulai dari 68 gram protein, kemudian ditingkatkan menjadi sebanyak 123 gram protein, dan dilakukan diet tinggi protein dengan konsumsi 246 gram protein. 

Para mahasiswa ini merasa tidak kehausan setelah mengkonsumsi makanan tinggi protein, sehingga mereka tidak mengkonsumsi cukup air putih, serta ditemukan bahwa ternyata kadar nitrogen urea dalam darah mereka ada pada jumlah yang tidak normal dan mengalami peningkatan .

Jumlah kadar nitrogen urea dalam darah mereka dapat kembali normal setelah mereka mengurangi konsumsi makanan tinggi protein.

Mengapa bisa demikian ?

Saat Anda mengkonsumsi makanan dengan kandungan protein, akan terdapat zat nitrogen yang tidak bisa dicerna oleh tubuh, sehingga selanjutnya akan diuraikan menjadi urea dalam darah atau disebut juga sebagai nitrogen urea. Urea ini merupakan produk buangan dari hasil pencernaan protein dan akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urin setelah disaring oleh ginjal Anda.

Ginjal yang sehat akan mengeluarkan urea melalui urin, sehingga kadar urea dalam darah terjaga tetap rendah dan stabil. Urea juga menunjukkan seberapa baik kondisi ginjal Anda dan kecukupan cairan dalam tubuh Anda. 

Apabila Anda konsumsi tinggi protein terlalu banyak, kandungan urea dalam darah akan meningkat dan pekerjaan ginjal menjadi lebih berat. Sehingga urin menjadi berwarna kuning pekat yang menandakan telah terjadi dehidrasi pada tubuh Anda. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Elektrolit via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 41

Apabila hal ini dibiarkan begitu saja akan berbahaya bagi tubuh Anda karena dapat mengakibatkan dehidrasi Anda semakin berat, terkena heat stroke, gangguan pada jantung dan juga pembuluh darah.

Perbanyak minum air putih saat diet tinggi protein

Kecukupan kebutuhan cairan tubuh sangatlah penting bagi ginjal Anda agar dapat membantu meringankan kinerja ginjal dengan membilasnya dan membantu mengeluarkan kandungan nitrogen urea dari dalam tubuh melalui urin. 

Untuk itu, jaga asupan cairan tubuh Anda agar terhindar dari kekurangan cairan tubuh atau disebut dehidrasi. Tetap konsumsi air putih walaupun Anda tidak merasa haus untuk menjaga keseimbangan pemenuhan cairan tubuh.

Jangan lupa juga konsumsi air putih sebelum, selama serta sesudah Anda beraktivitas olahraga agar tidak terkena dehidrasi. Selain itu, Anda juga bisa minum minuman yang kaya akan kandungan karbohidrat dan zat elektrolit, minuman ini bisa membantu menurunkan risiko Anda terkena dehidrasi dan hiponatremia

Namun, minum air putih adalah yang paling sehat dan utama. Jagalah ginjal Anda meskipun Anda sedang melakukan program diet. Karena diet yang tepat dan sehat akan memberikan tubuh yang ideal dan sehat pula.

29 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wu G. (2016). Dietary protein intake and human health. DOI: (https://doi.org/10.1039/C5FO01530H)
Wang Z, et al. (2018). DOI: (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/30535398)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app