Jenis Gangguan Makan (Eating Disorder)

Dipublish tanggal: Nov 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Des 17, 2019 Waktu baca: 5 menit
Jenis Gangguan Makan (Eating Disorder)

Gangguan makan (eating disorder) merupakan suatu kondisi psikologis yang menyebabkan kebiasaan atau pola makan seseorang menjadi tidak sehat. Kebiasaan makan tidak sehat ini biasanya terjadi saat seseorang memiliki obsesi dengan bentuk tubuh dan berat badan ideal. Gangguan makan yang parah dapat menyebabkan kondisi kesehatan serius apabila tidak ditangani dengan tepat.

Gejala kelainan makan dapat berbeda-beda, namun sebagian besar gejala termasuk pada perilaku menyiksa diri dan membuang makanan dari tubuh seperti muntah dan menjalani olahraga secara berlebihan. Gangguan makan seringkali dialami oleh remaja maupun wanita muda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Penyebab gangguan makan (eating disorder)

Berikut ini beberapa penyebab terjadinya gangguan makan, antara lain: 

  • Faktor genetika

Suatu studi menyatakan bahwa gangguan makan mungkin terjadi secara turun temurun. Dalam penelitian ini juga terbukti, apabila salah satu anak kembar mengalami gangguan makan, maka resiko anak kembar lainnya mengalami gangguan makan juga adalah sebesar 50 persen. 

  • Gangguan kepribadian

Adanya gangguan kepribadian, seperti perfeksionisme, neurotisme, dan impulsif juga dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan (eating disorder).

  • Perbedaan struktur otak

Baru-baru ini, para ahli menemukan bahwa perbedaan struktur otak juga dapat berperan dalam terjadinya gangguan makan (eating disorder). Namun perlu penelitian dan studi lebih lanjut terkait kebenaran dan keakuratan informasi ini. 

Jenis-jenis gangguan makan (eating disorder)

Berikut ini beberapa jenis gangguan makan (eating disorder), antara lain: 

Anorexia nervosa

Anoreksia adalah salah satu jenis gangguan makan yang paling umum terjadi. Biasanya anorexia nervosa terjadi pada masa remaja atau usia dewasa muda dan cenderung mempengaruhi lebih banyak wanita daripada pria.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Apabila mengalami anorexia, Anda akan menganggap diri memiliki kelebihan berat badan, walaupun sebenarnya Anda sangat kurus. Anda biasanya akan terus-menerus memonitor berat badan, menghindari makan jenis makanan tertentu, dan sangat membatasi asupan kalori yang dikonsumsi.

Anoreksia dibedakan menjadi 2, yaitu:

  • Apabila gangguan makan meliputi pembatasan jumlah makan, puasa, olahraga berlebihan, dan diet ketat untuk menurunkan berat badan.
  • Apabila gangguan makan terjadi setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak, maka Anda akan melakukan berbagai aktivitas untuk mengeluarkan atau membuang makanan dari tubuh, seperti memaksa untuk muntah, minum obat pencahar atau diuretik, dan melakukan olahraga berlebihan.

Anorexia bisa sangat merusak tubuh karena seiring berjalannya waktu, penderita anorexia mungkin akan mengalami penipisan tulang, infertilitas, dan rambut serta kuku rapuh. Pada kasus yang parah, anorexia dapat menyebabkan gagal jantung, otak, penyakit komplikasi, hingga kematian.

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Penanganan Anoreksia

Bulimia nervosa

Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang mirip seperti anorexia dan biasanya terjadi di usia remaja atau dewasa awal serta lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Gejala bulimia nervosa mirip dengan salah satu tipe anorexia, yaitu makan makanan dalam jumlah besar lalu memuntahkannya, mengonsumsi obat pencahar, maupun berolahraga berlebihan setelahnya. Penderita bulimia nervosa juga menganggap berat dan bentuk badan sebagai harga dirinya, serta sangat takut mengalami peningkatan berat badan meskipun tubuhnya sudah kurus.

Bulimia juga dapat menimbulkan efek samping dalam jangka panjang, seperti kerusakan gigi, iritasi usus, refluks asam, dehidrasi parah, gangguan hormonal, radang tenggorokan, dan ausnya enamel gigi. Apabila sudah parah, bulimia juga dapat menciptakan ketidakseimbangan kadar elektrolit, seperti natrium, kalium, dan kalsium. Hal ini dapat memicu terjadinya stroke atau serangan jantung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Gangguan makan pesta

Gangguan makan pesta ini mirip dengan gejala bulimia nervosa, yakni makan makanan dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Namun, tidak ada kegiatan untuk membatasi kalori dan membuang makanan dari dalam tubuh, seperti muntah atau olahraga berlebihan. 

Apabila mengalami gangguan makan pesta, sebaiknya mulai mengontrol asupan makanan, karena orang dengan gangguan makan pesta sering mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini pun dapat meningkatkan resiko komplikasi medis terkait dengan kelebihan berat badan, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Pica

Pica adalah gangguan makan yang tidak wajar karena dilakukan dengan mengonsumsi zat-zat bukan makanan, seperti sabun, kain, kerikil, deterjen, rambut, tanah, kertas, kapur tulis, atau benda lain yang dapat membahayakan tubuh.

Pica dapat terjadi pada orang dewasa, anak-anak, maupun remaja. Namun menurut para ahli, gangguan pica paling sering terjadi pada anak-anak, wanita hamil, dan orang-orang yang mengalami cacat mental. Apabila mengalami gangguan makan pica, maka penderita akan beresiko mengalami keracunan, infeksi, cedera usus, dan defisiensi nutrisi. Pica juga dapat berakibat fatal apabila zat yang dikonsumsi berbahaya.

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Penanganan Pica

Gangguan memamah biak

Gangguan memamah biak adalah gangguan makan saat seseorang memuntahkan makanan yang sebelumnya telah dikunyah dan ditelan, lalu mengunyahnya kembali, dan kemudian menelannya kembali atau memuntahkannya. Biasanya gangguan memamah biak terjadi pada 30 menit pertama setelah makan.

Gangguan makan (eating disorder) ini dapat terjadi saat bayi, masa kanak-kanak, atau dewasa. Pada bayi, gangguan makan memamah biak biasanya terjadi saat bayi berusia 3-12 bulan dan sering menghilang dengan sendirinya. Namun apabila tidak kunjung menghilang, kondisi ini harus segera diatasi saat bayi karena dapat menyebabkan gizi buruk dan penurunan berat badan yang berakibat fatal.

Gangguan asupan makanan avoidant/restriktif (ARFID)

Gangguan asupan makanan avoidant/restriktif (ARFID) adalah istilah untuk menggambarkan gangguan makan pada bayi. Namun, ARFID tidak hanya terjadi pada bayi atau anak-anak. Pria dan wanita dewasa pun dapat mengalaminya. Biasanya gangguan makan ini terjadi ketika Anda tidak menyukai makanan tersebut atau tidak menyukai aroma, warna, rasa, tekstur, dan suhu makanan tertentu. Akibatnya, penderita gangguan makan ARFID dapat mengalami kekurangan makanan dan kekurangan gizi.

Gangguan makan lain 

Terdapat beberapa gangguan makan lain yang mungkin saja dialami, di antaranya:

  • Gangguan pembersihan

Apabila Anda mengalami gangguan makan jenis ini, maka Anda akan memiliki kebiasaan untuk memuntahkan atau mengeluarkan seluruh makanan dari tubuh dengan cara muntah paksa, olahraga berlebihan, obat pencahar, maupun obat diuretik. Namun kondisi ini tidak disertai dengan perilaku makan pesta atau makan berlebihan. 

  • Sindrom makan malam

Apabila mengalami gangguan sindrom makan malam, maka penderita sindrom akan makan secara berlebihan terutama setelah bangun tidur di pagi hari.

  • Orthorexia

Orthorexia adalah gangguan makan yang menyebabkan penderitanya sangat terobsesi pada makanan sehat namun sampai mengganggu kehidupan sehari-hari. Penderita orthorexia akan sangat patuh pada aturan diet sehingga dapat menyebabkan kekurangan gizi, tekanan emosional, penurunan berat badan secara drastis, hingga mengalami kesulitan makan.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Eating Disorder Types and Symptoms. National Association of Anorexia Nervosa and Associated Disorders (ANAD). (Accessed via: https://anad.org/education-and-awareness/about-eating-disorders/eating-disorder-types-and-symptoms/)
Eating Disorders. Psychology Today. (Accessed via: https://www.psychologytoday.com/us/conditions/eating-disorders)
Eating Disorders. Psychology Today. (Accessed via: https://www.psychologytoday.com/us/basics/eating-disorders)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app