GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Apakah Diet Alkali (Alkaline Diet) Termasuk Salah Satu Diet Sehat?

Dipublish tanggal: Jul 8, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Apakah Diet Alkali (Alkaline Diet) Termasuk Salah Satu Diet Sehat?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Untuk menurunkan berat badan, ada berbagai cara yang perlu dilakukan meliputi latihan olahraga yang ketat, pola makan sehat, hingga sedot lemak
  • Ada beragam jenis diet sehat seperti diet mayo, diet keto, diet yoyo, dan juga diet alkali yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan
  • Diet alkali sendiri lebih berfokus ke makanan atau minuman yang mengandung alkali (alkaline food) untuk meningkatkan kadar pH basa dalam tubuh
  • Saat menjalani diet alkali (alkaline diet), makanan yang dikonsumsi sebaiknya bersumber dari sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan
  • Tingkat pH tubuh dibagi menjadi 3, yaitu 0-6 bersifat asam, 7 bersifat netral, 8-14 bersifat basa yang dibentuk salah satunya melalui makanan 
  • Jika tubuh kelebihan kadar asam maka itu akan dikeluarkan melalui urine sehingga keseimbangan kadar pH tubuh dapat kembali terjaga

Untuk menurunkan berat badan, ada berbagai cara yang ditempuh seseorang. Baik melalui latihan olahraga yang ketat, pola makan sehat, hingga sedot lemak. Sebenarnya jenis diet sehat seperti diet mayo, diet keto, diet yoyo, dan juga diet alkali memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.

Beragam jenis diet yang diklaim baik bagi kesehatan tersebut mungkin bisa cocok di sebagian orang, tetapi jenis diet sehat yang ditempuh perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan diri sendiri, atau jika perlu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sehingga tujuan diet sehat dapat tercapai dengan baik tanpa mengganggu kondisi kesehatan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca juga: 16 Cara Menurunkan Berat Badan Yang Sehat dan Alami

Mengenal Diet Alkali (Alkaline Diet) 

Diet alkali atau alkaline diet sudah cukup dikenal sebagai salah satu cara diet sehat yang mampu membantu menurunkan berat badan. Hal ini terkait dengan pengaruh makanan yang dikonsumsi terhadap kandungan pH dalam tubuh. Tetapi benarkah demikian?

Sejumlah pakar kesehatan mengatakan bahwa makanan yang bersifat basa dengan hanya sedikit asam baik untuk kesehatan dan dapat melindungi tubuh dari masalah kesehatan. Tetapi hingga saat ini belum ada penelitian yang menjelaskan secara rinci mengenai keberhasilan diet alkaline dalam program penurunan berat badan.

Tetapi pengertian mengenai diet alkali sendiri lebih berfokus untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung alkali (alkaline food) lebih banyak untuk meningkatkan pH basa dalam tubuh, terutama bagian perut yang memiliki kadar asam lebih tinggi. Karena beberapa jenis makanan dapat meningkatkan kadar asam dalam tubuh dan bisa memicu munculnya gangguan kesehatan.

Meski belum terbukti memberikan manfaat besar bagi upaya penurunan berat badan, tetapi diet alkaline tetap memiliki manfaat kesehatan yang baik dan membantu menurunkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit ginjal, stroke, ataupun kanker. Dengan mengurangi asupan makanan yang bersifat asam pada ginjal akan membantu meningkatkan fungsi ginjal itu sendiri agar tetap bekerja optimal.

Makanan yang Cocok Dikonsumsi Saat Menjalani Diet Alkali (Alkaline Food) 

Saat menjalani diet alkali (alkaline diet), makanan yang termasuk ke dalam sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan menjadi makanan yang baik dan direkomendasikan sebagai alkali food untuk dikonsumsi. Sementara produk susu, keju, telur, makanan olahan, biji gandum, minuman berkafein, dan alkohol sebaiknya dihindari agar kadar asam tubuh tidak semakin meningkat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Kaitan Diet Alkali dengan pH tubuh

Tingkat pH dalam tubuh sendiri dibagi menjadi 3, yaitu 0-6 bersifat asam, 7 bersifat netral, 8-14 bersifat basa. Semakin rendah maka akan semakin bersifat asam, sementara semakin tinggi maka akan semakin bersifat basa. Jika kadar asam dalam darah terlalu tinggi disebut asidosis, sedangkan jika kadar basa terlalu tinggi maka disebut alkalosis. 

Kadar pH tubuh yang baik sendiri seharusnya berada di kisaran 7,2 hingga 7,5. Di mana pengaturan pH dalam tubuh ini lebih banyak diatur oleh organ ginjal dan paru-paru sehingga pH tubuh dapat terjaga keseimbangannya. Jika keseimbangan pH darah mengalami gangguan akibat masalah pada organ tersebut bisa menyebabkan ketoasidosis diabetik. Tingkat pH tubuh yang berubah-ubah juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius. Misalnya, urine dengan pH tinggi bisa mengindikasikan terjadinya infeksi saluran kemih atau batu ginjal, sementara pH rendah bisa menjadi tanda diare ataupun kelaparan. 

Kadar pH tubuh secara keseluruhan mungkin tidak bisa dipengaruhi hanya dari cara diet sehat yang dijalani. Tetapi jenis diet yang dilakukan bisa membantu mengubah sedikit kadar pH urine yang seringkali menjadi patokan kadar pH tubuh untuk mengetahui adanya suatu gangguan kesehatan. Meski tidak bisa dilihat hanya dari pengukuran pH urine saja, tetapi jika tubuh kelebihan asam maka itu akan dikeluarkan melalui urine untuk mengembalikan keseimbangan kadar pH tubuh.

Baca juga: 3 Proses Pembentukan Urine dalam Tubuh

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Healthline. The Alkaline Diet: An Evidence-Based Review. (https://www.healthline.com/nutrition/the-alkaline-diet-myth)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app