Holy Basil: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Mei 15, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 4 menit

Holy basil (Ocimum tenuiflorum L.) adalah tanaman asli India, namun juga tumbuh di Australia, Afrika Barat, dan Asia Tenggara. Holy basil merupakan anggota keluarga mint atau Labiatae. Tanaman holy basil dapat tumbuh pada dataran rendah maupun tinggi. Holy basil dapat ditanam menggunakan bijinya.

Tanaman holy basil berwarna hijau dengan bentuk oval berujung runcing dan berpangkal tumpul dengan tepian bergerigi. Selain itu, holy basil memiliki tulang daun menyirip, panjang helai daun berkisar antara 14-16 mm dengan lebar sekitar 3-6 mm, sedangkan tangkai daun berukuran panjang kurang lebih 1 cm.

Bunga tanaman holy basil termasuk bunga majemuk dan berbulu. Bunga holy basil memiliki daun pelindung yang berbentuk bundar lonjong dengan tangkai yang pendek, berwarna hijau.

Mahkota bunga berbentuk oval dan berwarna bunga putih semu ungu. Sedangkan buahnya berbentuk kotak berukuran kecil yang berisi sebanyak 4 biji.

Holy basil juga dikenal dengan nama Ajaka, Albahaca Santa, Bai Gkaprow, Baranda, Basilic Indien, Basilic Saint, Brinda, Green Holy Basil, Hot Basil, Indian Basil, Kala Tulsi, Kemangen, Krishna Tulasi, Krishna Tulsi, Manjari, Ocimum sanctum, Ocimum tenuiflorum, Parnasa, Patrapuspha, Rama Tulsi, Red Holy Basil, Sacred Basil, Sacred Purple Basil, Shyama Tulsi, Sri Tulasi, Suvasa Tulasi, Tulasi, Tulsi, Tulsi Patra.

Mengenai Holy Basil

Golongan

Suplemen herbal

Kemasan

Teh, kapsul, tablet, minyak esensial, dan ekstrak cair

Kandungan

Potasium, kalsium, magnesium, fosfor, zat besi, natrium, seng, tiamin, riboflavin, niasin, folat, dan vitamin B6, A, C, dan K.

Manfaat Holy Basil

1.Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Holy basil merupakan agen antibiotik, kuman, fungisida, dan disinfektan yang sangat baik dan sangat efektif melindungi tubuh Anda dari segala macam infeksi bakteri, virus, dan jamur. Demam dapat disebabkan dari infeksi dari protozoa (malaria), bakteri (tifoid), virus (flu), dan bahkan zat alergi dan jamur. Sifat desinfektan dari holy basil dapat menghancurkan semua patogen dan menurunkan demam.

2.Meredakan gangguan pernafasan

Holy basil dapat menyembuhkan infeksi virus, bakteri, dan jamur pada saluran pernapasan karena adanya kandungan seperti camphene, eugenol, dan cineole dalam minyak esensial. Sehingga sangat efektif untuk mengobati bronkitis dan asma.

3.Mencegah penyakit paru

Kandungan vitamin C, camphene, eugenol, dan cineole hadir dalam minyak esensial tidak hanya mengobati infeksi di paru-paru, tetapi juga membantu membersihkan paru-paru. Selain itu, holy basil terbukti efektif dalam menyembuhkan kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh merokok.

4.Mengurangi stres dan kecemasan

Holy basil telah terbukti memiliki sifat antidepresan dan antiansietas mirip dengan obat antidepresan. Penelitian telah menunjukkan bahwa itu dapat membantu orang merasa lebih bahagia dan mengurangi kecemasan.

5.Mencegah penyakit jantung

Holy basil mengandung vitamin C dan antioksidan lain seperti eugenol yang dapat melindungi jantung dari efek berbahaya radikal bebas. Selain itu, eugenol sangat bermanfaat dalam mengurangi kadar kolesterol dalam darah.

6.Meringankan peradangan dan nyeri sendi

Holy basil mengandung sifat analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik. Ini dapat membantu meringankan peradangan dan nyeri sendi.

Selain itu, holy basil juga mempunyai manfaat kesehatan seperti, meredakan sakit kepala, sebagai perawatan kulit, mencegah penuaan dini, perawatan mata dan gigi, mengurangi resiko batu ginjal, dan mengatasi kanker.

Efek samping Holy Basil

Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan holy basil dapat berbeda pada tiap orang. Holy basil mungkin aman jika digunakan melalui mulut untuk penggunaan jangka pendek hingga enam minggu.

Mengonsumsi holy basil melalui mulut juga ada kemungkinan dapat menyebabkan mual atau diare. Tidak diketahui secara pasti mengenai keamanan penggunaan holy basil dalam jangka panjang. 

Namun jika Anda khawatir dengan efek samping yang ditimbulkan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Dosis Holy Basil

Ada banyak cara untuk mengonsumsi holy basil. Anda bisa memasaknya, mengambilnya dalam bentuk suplemen, atau membuat teh dan minyak esensial.

  •  Jika Anda membuat teh, cukup masukkan 2 sendok teh holy basil segar dengan 1 cangkir air mendidih, dan biarkan mendidih selama sekitar 5 menit. Saring daunnya sebelum diminum. 
  • Sedangkan dosis untuk tujuan pencegahan umum yang disarankan berkisar dari 300 mg hingga 2.000 mg per hari.
  •  Ketika digunakan sebagai pengobatan, dosis yang dianjurkan adalah 600 mg hingga 1.800 mg yang diminum dalam beberapa dosis sepanjang hari. 

Semua bagian tanaman dapat digunakan dalam suplemen dan salep topikal. Pastikan Anda membaca pada petunjuk produk atau konsultasikan dengan dokter Anda.

Interaksi Holy Basil

Sebaiknya Anda berhati-hati dengan kombinasi berikut:

Obat-obatan yang memperlambat pembekuan darah (obat-obatan antikoagulan / antiplatelet) berinteraksi dengan holy basil

  • Mengonsumsi holy basil bersamaan dengan obat-obatan yang dapat memperlambat pembekuan darah dapat meningkatkan kemungkinan memar dan pendarahan.
  • Beberapa obat yang memperlambat pembekuan darah seperti aspirin, clopidogrel (Plavix), dalteparin (Fragmin), enoxaparin (Lovenox), heparin, ticlopidine (Ticlid), warfarin (Coumadin), dan lainnya.
  • Pentobarbital berinteraksi dengan holy basil
  • Mengonsumsi pentobarbital bersamaan dengan minyak biji kemangi dikhawatirkan menyebabkan kantuk berat. Namun tidak ada informasi yang cukup untuk mengetahui apakah ini merupakan masalah besar.

Perhatian

  • Belum diketahui keamanan mengonsumsi holy basil saat hamil dan menyusui, tapi sebaiknya Anda menghindarinya sampai ada penelitian lebih lanjut.
  • Holy basil dapat menurunkan kadar gula darah. Jika Anda menderita diabetes tipe 2, sebaiknya Anda konsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan dosis untuk obat insulin atau antidiabetes.
  • Hindari mengonsumsi holy basil jika Anda mempunyai penyakit hipotiroidisme (orang yang mempunyai kadar hormon tiroid yang rendah), karena dapat memperburuk kondisi Anda.
  • Holy basil dapat memperlambat pembekuan darah, sebaiknya hentikan penggunaan holy basil setidaknya 2 minggu sebelum operasi dijadwalkan untuk menghindari resiko pendarahan selama dan setelah operasi.
  • Sebaiknya temui dan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda mempunyai rencana menggunakan holy basil ini.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Yates B. (n.d.). Holy basil: An overview of the research and clinical indications. (http://www.gaiaherbs.com/uploads/1596_HPR_HolyBasil_ResearchPaper-1371567034.pdf)
Trevasin MT, et al. (2006). Characterization of the volatile pattern and antioxidant capacity of essential oils form different species of the genus Ocimum. DOI: (https://doi.org/10.1021/jf060181)
Tisgratog R, et al. (2016) Plants traditionally used as mosquito repellents and the implication for their use in vector control. (https://doi.org/10.1016/j.actatropica.2016.01.024)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app