Analgetik dan Antipiretik : Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: Mar 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 82.490 orang

Analgetik dan Antipiretik merupakan dua komponen yang sering ditemukan dalam obat-obatan. Selain memiliki peran yang penting, dua komponen tersebut sangat aman dikonsumsi oleh anak-anak dan dewasa. 

Tidak sedikit orang yang menggunakan obat-obatan berbahan analgetik dan antipiretik namun tidak mengetahui dengan jelas apa kegunaan dan fungsinya. 

Berikut penjelasan mengenai analgetik dan antipiretik yang sering digunakan sebagai obat sehari-hari agar Anda dapat memaksimalkan manfaatnya!

Apa itu Analgetik dan Antipiretik?

Dua komponen ini sangat penting dalam obat-obatan. Sederhananya, analgetik digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri dengan cara menekan sistem saraf pusat dan membuat penderita tidak merasa sakit (cara kerja seperti narkotika) dan antipiretik yang pada umumnya untuk menurunkan suhu tubuh badan yang tinggi atau demam. 

Analgetik dan antipiretik digunakan untuk mengurangi rasa sakit sehingga memberikan rasa nyaman pada tubuh sehingga tubuh dapat beraktifitas kembali.

Apa saja manfaat analgetik dan antipiretik?

Seperti yang dijelaskan di atas, analgesik berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit dan antipiretik untuk mengembalikan suhu badan normal dari demam atau panas badan. 

Analgetik dan antipiretik sering ditemukan pada obat-obatan yang mengandung paracetamol. Rasa nyeri sendi juga dapat dihilangkan dengan mengonsumsi obat paracetamol ini. 

Selain paracetamol dan aspirin, terdapat juga jenis obat yang tergolong dalam obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen, ketoprofen, dan naproxen sodium .

Apa efek samping dan dosis yang tepat untuk mengonsumsi analgetik dan antipiretik?

Walaupun tergolong aman, tetap penggunaan analgetik dan antipiretik ini memiliki efek samping jika tidak dikonsumsi sesuai dosisnya. Berikut beberapa efek samping yang bisa terjadi:

Efek samping paracetamol

Efek samping yang umum dirasakan adalah mual, berkeringat, dan muntah. Konsumsi paracetamol yang berlebihan dapat beresiko penurunan sel darah merah, sel darah putih, dan juga trombosit. Selain itu beberapa kasus yang cukup ekstrim dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati.

Dosis yang dianjurkan:

  • Dewasa           : Maksimal 4000mg/ hari. Konsumsi 3-4 kali dengan dosis 500-1000mg setiap kalinya.
  • Anak-anak      : Di bawah 2 tahun dianjurkan untuk mengikuti sesuai aturan dokter atau petunjuk pemakaian obat, dengan dosis 60-120mg.
  •                           Di usia 2-12 tahun bervariasi antara 180-500mg

Paracetamol memiliki merek dagang: Tempra, Biogesic, Panadol, Etervix, Naprex, Farmadol.

Efek samping Ibuprofen

Ibuprofen tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui karena dapat berpengaruh pada janin dan juga kandungan ASI. Selain itu, penggunaan ibuprofen dilarang untuk pasien yang memiliki riwayat jantung, stroke, hipertensi, gangguan hati dan ginjal.

Dosis yang dianjurkan:

Untuk Demam dan menghilangkan rasa nyeri

  • Dewasa: Dosis maksimal 1200mg/hari. Konsumsi 3-4 kali dengan dosis 200-400mg atau sesuai anjuran dokter.
  • Anak-anak (6bulan-12 tahun): Dosis maksimal adalah 40mg/kgBB per hari. Konsumsi 2-3 kali dengan dosis 10mg/kgBB

Ibuprofen memiliki merek dagang: Arfen, Brufen, Proris, Farsifen

Efek samping aspirin

Aspirin tidak dianjurkan untuk anak-anak dan remaja dikarenakan dapat berakibat fatal yang dapat memperburuk kerja hati dan otak. Sama halnya dengan ibuprofen, aspirin tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui. 

Bagi penderita asma, maag, ginjal, dan hipertensi juga harus berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Dosis yang dianjurkan:

Menghilangkan nyeri pada sendi dan otot

Dewasa: 2400-3600mg untuk dosis jangka pendek dan 3600-5400mg untuk dosis jangka panjang.  

Aspirin memiliki merek dagang: Aspilets, Thrombo, Aspilets.

Hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi obat-obatan Analgetik dan Antipiretik:

Pada pertolongan pertama menghilangkan rasa nyeri dan demam, paracetamol dan ibuprofen dianggap paling aman. Namun, ibu hamil dan anak-anak sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter

  • Setiap jenis merek dagang, memiliki aturan pakai yang berbeda. Selalu baca penggunaan untuk mendapatkan hasil yang optimal
  • Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit jantung, hati, ginjal, maag, dan hipertensi disarankan untuk bertanya kepada dokter dosis yang tepat. Dosis yang tertera pada aturan pakai bisa berbeda dengan pemakaian untuk orang dewasa pada umumnya
  • Jika Anda akan menjalankan prosedur operasi, beritahukan kepada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut
  • Selalu memperhatikan reaksi yang timbul jika Anda menggunakan obat-obatan analgetik dan antipiretik dalam jangka panjang

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit