Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Kenali Fibromyalgia dari Gejala hingga Cara Mengobatinya

Update terakhir: SEP 18, 2019 Tinjau pada SEP 18, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.824.893 orang

Nyeri tulang dan otot, hati- hati Fibromyalgia!

Pernahkah Anda merasa lelah setelah bangun tidur? Atau merasa sakit ketika disentuh pada titik-titik tertentu? Hati-hati jika hal ini sering terjadi pada Anda, bisa jadi Anda sedang mengalami fibromyalgia. Penyakit ini dianggap seperti penyakit rematik yang menyebabkan radang sendi karena sendi dan jaringan lembut seperti otot, ligamen dan tendon terganggu. 

Penyakit fibromyalgia ini bisa menyerang siapa saja, termasuk anak- anak. Namun sebagian besar penderitanya berusia di atas 30 tahun. Selain itu, wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit ini dibandingkan dengan pria.  Dari pada penasaran tentang penyakit ini, untuk itu artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai penyakit fibromyalgia. Selamat membaca.

Apa sih Fibromyalgia itu?

Fibromyalgia merupakan nyeri pada tulang dan otot yang menjalar ke bagian dalam tubuh dari lokasi nyeri tersebut berasal. Kondisi ini dapat menyerang berbagai bagian dari tubuh serta dapat berlangsung hingga beberapa tahun. Fibromyalgia umunya ditandai oleh nyeri dan kekakuan. Kebanyakan pasien fibromyalgia memiliki beberapa titik atau area pada tubuhnya yang sangat lembut dan dapat menimbulkan nyeri ketika disentuh.

Kondisi fibromyalgia ini biasanya terjadi secara jangka panjang dan dapat mempengaruhi dan bahkan mengganggu kegiatan sehari-hari Anda. Orang dengan fibromyalgia sering kali mengalami kelelahan, gangguan tidur, gangguan ingatan, dan mood. Selain itu, penderita penyakit ini juga dapat mengalami kondisi seperti sakit kepala, iritasi usus, gelisah, dan bahkan depresi.

Apa sih yang dapat menyebabkan terjadinya Fibromyalgia?

Penyebab terjadinya fibromyalgia sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun para peneliti menduga bahwa kondisi ini terkait dengan sinyal otak dan zat kimia pada otak. Terdapat beberapa kemungkinan penyebab terjadinya fibromyalgia seperti faktor genetik (Mungkin terdapat mutasi genetik tertentu yang membuat orang mudah mengalami gangguan ini), faktor infeksi, beberapa penyakit dapat memicu atau memperparah fibromyalgia seperti insomnia, menyakit yang berhubungan dengan sendi dan lain- lain.  

Selain faktor infeksi dan genetik, trauma fisik atau emosional juga dapat menyebabkan terjadinya fibromyalgia, sebagai contoh, cedera atau infeksi, melahirkan, menjalani operasi, deperesi dan lain-lain.

Stimulasi saraf yang berulang diduga menyebabkan terjadinya fibromyalgia. Hal ini yang meningkatkan zat kimia tertentu di otak yang dapat memicu pemancar rasa sakit. Selain itu, reseptor rasa sakit pada otak dapat membuat memori rasa sakit dan menjadi lebih sensitif, di mana reseptor dapat bereaksi berlebihan terhadap sinyal rasa sakit.

Kadar abnormal pada senyawa-senyawa dalam sistem saraf pusat juga dapat menyebabkan reaksi sistem saraf pusat yang lebih sensitif terhadap sinyal-sinyal rasa sakit.

Apa saja tanda dan gejala-gejala pada Firbromyalgia?

Penderita fibromyalgia akan merasakan beberapa gejala. Gejala utamanya adalah timbulnya nyeri dirasakan di berbagai tubuh. Rasa nyeri ini dapat meliputi sensasi terbakar, seperti ditusuk-tusuk, atau nyeri tumpul yang terus dirasakan selama setidaknya 12 minggu. Rasa nyeri dapat terjadi pada berbagai area di seluruh tubuh.  Leher dan punggung merupakan area yang merasakan rasa nyeri paling menyakitkan.

Selain itu penderita biasanya juga akan mengalami kelelahan. Penderita juga bisa merasakan gejala lain tergantung tingkat keparahan yang dialami, seperti:

  • tubuh yang lebih sensitif terhadap sakit
  • otot kaku
  • sakit kepala
  • sulit berkonsentrasi
  • sulit tidur
  • kecemasan
  • depresi
  • kram perut
  • iritasi usus
  • sakit dapat diperburuk oleh stres, perubahan cuaca, pilek atau banyaknya aktifitas
  • haid yang disertai rasa sakit parah

Diagnosis Penyakit Fibromyalgia

Untuk mendiagnosis fibromyalgia, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan medis dan gejala-gejala yang dialami. Meskipun sulit untuk didiagnosis karena gejala ini mirip dengan gejala penyakit lain, dokter akan memiliki beberapa kriteria yang dapat membantu untuk mendiagnosis fibromyalgia, yaitu:

  • Mengalami tingkat keparahan gejala yang sama, setidaknya selama 12 minggu.
  • Tidak ditemukan adanya penyebab lain.
  • Rasa sakit setidaknya pada 4 hingga 6 bagian tubuhnya.

Bagaimana cara menangani dan mengobati penyakit Fibromyalgia?

Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan untuk menyembuhkan fibromyalgia. Fibromyalgia sendiri termasuk kondisi kronis yang tidak bisa disembuhkan, namun terdapat beberapa obat-obatan yang dapat membantu mengendalikan gejala. Olahraga, relaksasi, dan mengurangi stress juga dapat membantu. Pilihan pengobatan dapat meliputi beberapa hal sebagai berikut:

  • Penanganan titik nyeri: dokter dapat memberi suntikan atau krim yang dilumuri dengan lidocaine atau laser dosis rendah untuk mengurangi nyeri pada titik-titik tersebut.
  • Obat- obatan: obat-obatan seperti Lyrica, Savella dan Cymbalta telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) sebagai obat untuk mengatasi fibromyalgia dan depresi. Obat-obat ini dapat meningkatkan kadar serotonin, yang kemudian akan mengurangi nyeri dan meningkatkan suasana hati orang tersebut. Dokter dapat menyarankan lebih dari satu tipe antidepresan tergantung dari tanggapan pasien kepada obat yang diberikan. Jika dibutuhkan, dokter juga bisa memberikan obat relaksan otot, obat penenang, atau obat tidur untuk meningkatkan kualitas tidur penderita. 
  • Terapi alternatif: pengobatan tradisional dapat digabungkan dengan terapi alternatif seperti memijat, tusuk jarum atau akupuntur.
  • Terapi psikologis: untuk membantu penderita menangani stres yang dipicu atau memicu kondisi ini.
  • Olahraga: berolahraga merupakan salah satu aspek penting dalam terapi karena dipercaya dapat meningkatkan kondisi otot, meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, serta mengurangi ketidakseimbangan hormon
  • Menjaga gaya hidup yang sehat. Makan makanan yang sehat. Batasi asupan kafein, berhenti merokok dan minum alkohol. Lakukan sesuatu yang Anda senangi setiap harinya.

Jika Anda mengalami beberapa gejala yang telah di sebutkan diatas segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Mulailah gaya hidup yang sehat, tidur yang cukup dan mengurangi hal-hal yang dapat memicu stress untuk menghindari terjadinya fibromyalgia yang lebih parah. Semoga bermanfaat.


Referensi

American College of Rheumatology (2017). Diseases and Conditions. Fibromyalgia.

Cohen, H. (2017). Controversies and Challenges in Fibromyalgia: A Review and a Proposal. Therapeutic Advances in Musculoskeletal Disease, 9(5), pp. 115-127

Kia, S. Choy, E. (2017). Update on Treatment Guideline in Fibromyalgia Syndrome with Focus on Pharmacology. Biomedicines, 5(2), pp. 20

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit