5 Efek Samping Pil KB Paling Umum yang Mungkin Terjadi

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
5 Efek Samping Pil KB Paling Umum yang Mungkin Terjadi

Pil KB menjadi alat kontrasepsi yang banyak dipilih oleh wanita, sebab penggunaannya cukup praktis digunakan dan tidak perlu berkali-kali check up seperti alat KB lainnya. Selain dapat mencegah kehamilan, pil KB juga bisa membantu mencegah jerawat dan membuat haid jadi lancar. Namun, perhatikan juga efek samping pil KB yang muncul. Ada yang mengalami efek samping tergolong wajar dan tidak berbahaya, tapi ada juga yang cukup mengganggu sehingga harus diperiksakan lebih lanjut ke dokter.

Efek samping pil KB bagi tubuh

Sama seperti alat kontrasepsi lainnya, pil KB juga dapat memberikan efek samping tertentu. Namun, tidak semua wanita pasti akan mengalaminya. Ada juga yang hanya mengalami efek samping ringan, tapi ada juga yang efeknya cukup parah dan mengganggu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Beberapa efek samping pil KB yang mungkin terjadi antara lain:

1. Mual dan muntah

Mual dan muntah adalah efek samping yang paling umum terjadi setelah minum pil KB, tapi tingkat keparahannya berbeda-beda. Ada wanita yang mengalami mual ringan dan tidak sering, tapi ada pula yang terus-terusan mual sampai muntah. Efek samping pil KB ini biasanya muncul di awal-awal menggunakan pil KB.

Untuk mengatasinya, pastikan untuk selalu makan secara teratur dan jangan sampai telat makan. Minum teh manis hangat juga bisa membantu mengurangi rasa mual yang muncul. 

Bila perlu, beristirahatlah sejenak setelah minum pil KB untuk menghindari rasa mual. Jika Anda mengalami mual hingga 3 bulan dan tak kunjung hilang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Baca Selengkapnya: Perut Mual Setelah Minum Pil KB? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

2. Nyeri pada payudara

Nyeri payudara biasanya muncul saat awal minum pil KB. Namun, Anda tak perlu khawatir sebab keluhan ini akan hilang dengan sendirinya setelah Anda terbiasa minum pil KB.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Selain itu, efek samping pil KB juga dapat membuat payudara tampak lebih besar. Lagi-lagi, hal ini merupakan proses adaptasi tubuh terhadap perubahan hormon akibat pil KB, sehingga lambat laun akan berkurang setelah tubuh mulai terbiasa.

Untuk mengatasi nyeri payudara karena minum pil KB, batasi konsumsi garam dan makanan atau minuman berkafein. Gunakan bra yang nyaman dipakai supaya payudara Anda tak lagi terasa nyeri. 

3. Berat badan naik

Sebenarnya, belum ada penelitian yang membuktikan hubungan antara minum pil KB dengan peningkatan berat badan. Namun, kebanyakan wanita yang minum pil KB cenderung mengalami peningkatan nafsu makan, sehingga berat badannya lebih mudah naik.

Berat badan naik karena pil KB juga kemungkinan disebabkan oleh penumpukan cairan di sekitar panggul dan payudara. Selain itu, kandungan estrogen pada pil KB juga dapat mempengaruhi sel lemak pada tubuh Anda.

Untuk mengatasi berat badan naik akibat pil KB, gunakan pil KB kombinasi yang mengandung hormon progesteron. Jenis pil KB jenis ini juga dapat mencegah terjadinya penumpukan cairan, sehingga berat badan Anda tidak mudah bertambah.

Baca Juga: Ingin Cegah Kehamilan Tanpa Takut Gemuk dan Berjerawat? Pakai Pil KB DSRP!

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Postinor 750mcg tab 1

4. Keputihan

Selama minum KB, keputihan Anda bisa jadi lebih banyak dari biasanya, tapi tidak berbau dan berwarna. Hal ini merupakan efek samping pil KB yang wajar sehingga Anda tak perlu khawatir. Namun, jika keputihan memiliki bau dan warna, Anda harus berhati-hati karena itu bisa jadi pertanda infeksi.

Agar keputihan tidak sering muncul, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan vagina. Gunakan celana dalam berbahan katun karena sifatnya menyerap keringat, sehingga vagina tidak lembab. Selain itu, keringkanlah vagina sebelum memakai celana dalam untuk mencegah pertumbuhan jamur maupun bakteri.

5. Munculnya bercak darah

Pil KB dapat membuat lapisan endometrium menipis hingga menyebabkan keluarnya bercak darah. Jika bercak darah muncul selama kurang dari 3 hari, maka Anda tak perlu khawatir sebab ini masih tergolong aman. 

Namun, jika bercak muncul lebih dari 3 hari, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Selain karena penipisan lapisan endometrium, munculnya bercak darah juga bisa disebabkan oleh perubahan hormon dan stres.

Baca Juga: Amankah Minum Pil KB untuk Redakan Nyeri Haid?

Pil KB memang cukup efektif dalam mencegah kehamilan jika dikonsumsi secara teratur. Namun, Anda juga perlu mewaspadai terjadinya efek samping pil KB pada diri Anda. Jika efek samping tersebut berlangsung lama bahkan sampai mengganggu aktivitas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

29 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Zethraeus N, et al. (2017). A first-choice combined oral contraceptive influences general well-being in healthy women: A double-blind, randomized, placebo-controlled trial. DOI: (http://dx.doi.org/10.1016/j.fertnstert.2017.02.120)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app