Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Keluarga Berencana

7 Efek Samping KB Spiral (IUD)

Update terakhir: OCT 21, 2019 Tinjau pada OCT 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.802.226 orang

7 Efek Samping KB Spiral (IUD)

Saat ini banyak sekali jenis atau metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, mulai dari pil KB, KB suntik, kondom, susuk, dan spiral (IUD). Nah, pada kesempatan kali ini akan dibahas khusus mengenai efek samping KB spiral yang tak jarang membuat takut bagi calon pengguananya.

Ya, banyak sekali ibu-ibu yang takut ketika saya sarankan untuk menggunakan KB spiral ini, seperti takut terkena infeksi, rasa sakit, tetap hamil (kebobolan), spiral lepas sendiri, dikomplain suami dan masih banyak jenis keluhan lainnya yang terkait efek samping KB spiral. Namun, apakah benar demikian?

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Postinor-2 adalah kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan jika digunakan dalam 72 jam (3 hari) setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau kegagalan alat kontrasepsi. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Postinor 750mcg tab 1

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai efek sampingnya, mari kita kenali terlebih dahulu apa itu KB spiral. KB Spiral atau Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) atau IUD (intra uterine device) adalah perangkat plastik berbentuk T kecil yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Bentuknya seperti pada gambar di bawah ini:

Alat KB spiral atau IUD ada dua macam, yaitu:

  • IUD Tembaga (Cu, Copper). Jenis IUD yang paling banyak digunakan. IUD tembaga ini bisa digunakan hingga 10 tahun dan merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang sangat efektif.
  • IUD hormonal. Hormon yang terkandung adalah jenis progestin, levonorgestrel. IUD hormonal tampaknya sedikit lebih efektif dalam mencegah kehamilan daripada IUD tembaga. Durasi penggunaan 3-5 tahun.

Efek Samping KB Spiral atau IUD

1. Rasa Nyeri

Sebagian wanita akan mengalami nyeri punggung dan kram seperti nyeri haid yang terjadi dalam beberapa jam setelah pemasangan spiral. Pada 3 hingga 6 bulan paska pemasangan IUD biasanya didapatkan menstruasi menjadi lebih nyeri dengan intensitas ringan.

Bila nyeri mendadak dan berat harus diperhatikan kemungkinan terjadi perforasi atau kehamilan diluar kandungan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

2. Gangguan Mentruasi

IUD tembaga dapat meningkatkan pendarahan menstruasi atau nyeri haid (dismenore). Perempuan juga bisa mengalami bercak (ngeflek) antara periode menstruasi. Sedangkan IUD hormonal dapat mengurangi masalah ini. Menstruasi Anda juga mungkin akan menjadi lebih banyak dari biasanya dan menjadi pemanjangan atau pemendekan siklus menstruasi.

3. Perforasi  Uterus atau Rahim berlubang

Perforasi artinya jebol atau bocor, Terjadi pada 1 dari 1.000 wanita, IUD terjebak di dalam atau menusuk rahim sehingga terjadi perforasi pada rahim. Meskipun hal ini jarang terjadi, tapi hampir selalu terjadi selama proses pemasangan. Jika efek KB spiral ini terjadi, maka spiral harus segera dilepas

4. Spiral Lepas

Sekitar 2 - 10 dari 100 IUD terlepas sendiri dan keluar melalui jalan lahir. Hal ini biasanya terjadi dalam beberapa bulan pertama penggunaan. Terlepasnya spiral itu lebih mungkin ketika dipasang tepat setelah melahirkan, atau keluar ketika seorang wanita sedang menstruasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Postinor-2 adalah kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan jika digunakan dalam 72 jam (3 hari) setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau kegagalan alat kontrasepsi. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Postinor 750mcg tab 1

Lepasnya spiral ini harus diketahui, karena apabila telah terlepas maka tidak ada lagi perlindungan dalam mencegah kehamilan.

Spiral yang lepas bila didapatkan pada rongga perut dapat menjadi benda asing yang berbahaya bagi tubuh.

5. Radang Panggul

Efek samping KB spiral yang satu ini tidak selalu muncul. Risiko akan meningkat apabila pemasangan yang kurang memperhatikan higienitas (alat-alat yang steril) dan pada wanita yang memiliki pasangan lebih dari satu karena berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual . Selain itu, jenis kb spiral termasuk kontrasepsi yang tidak mencegah penyakit menular seksual.

6. Kista

IUD hormonal dapat menyebabkan tumor yang disebut kista ovarium, namun kista ini biasanya hilang sendiri. Di Amerika, penggunaan kontrasepsi Mirena 2 hingga 10 orang dengan kontrasepsi tersebut memiliki kista ovarium.

7. Efek Hormonal

Khusus IUD hormonal dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan efek samping pil KB, seperti nyeri payudara, perubahan suasana hati, sakit kepala, dan jerawat. Efek samping ini jarang terjadi dan kalaupun terjadi biasanya hilang setelah beberapa bulan pertama.

Ingatlah bahwa efek dari KB spiral di atas jarang menimbulkan komplikasi yang serius, terlebih pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang kompeten.

Mengingat efek samping KB spiral yang tak begitu berarti, dibandingkan dengan keuntungannya yang lebih banyak maka penggunaannya masih dianjurkan hingga saat ini. Apalagi jika dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya.

Baca Juga:

  • Efek Samping KB Suntik 1 Bulan
  • Efek Samping KB Suntik 3 Bulan

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit