7 Efek Samping KB Spiral (IUD)

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 1, 2019 Waktu baca: 3 menit
7 Efek Samping KB Spiral (IUD)

Saat ini banyak sekali jenis atau metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, mulai dari pil KB, KB suntik, kondom, susuk, dan spiral (IUD). Pada kesempatan kali ini akan dibahas khusus mengenai efek samping KB spiral yang tak jarang membuat takut calon penggunanya. Banyak wanita yang takut saat disarankan untuk menggunakan KB spiral, seperti takut terkena infeksi, rasa sakit, tetap hamil (kebobolan), spiral lepas sendiri, dikomplain pasangan dan masih banyak jenis keluhan lainnya yang terkait efek samping KB spiral. Namun, apakah benar demikian?

2 Macam KB Spiral atau IUD

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai efek sampingnya, mari kita kenali terlebih dahulu apa itu KB spiral. KB spiral atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau IUD (intra uterine device) adalah perangkat plastik berbentuk T kecil yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Alat KB spiral atau IUD ada dua macam, yaitu:

  • IUD Tembaga (Cu, Copper). Jenis IUD yang paling banyak digunakan. IUD tembaga ini bisa digunakan hingga 10 tahun dan merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang sangat efektif.
  • IUD hormonal. Hormon yang terkandung adalah progestin dan levonorgestrel. IUD hormonal tampaknya sedikit lebih efektif dalam mencegah kehamilan dibanding IUD tembaga. Durasi penggunaannya 3-5 tahun.

7 Efek Samping KB Spiral atau IUD

1. Rasa Nyeri

Sebagian wanita akan mengalami nyeri punggung dan kram seperti nyeri haid, beberapa jam setelah pemasangan spiral. 3-6 bulan pasca pemasangan IUD, biasanya menstruasi menjadi lebih nyeri dengan intensitas lebih ringan.

Bila tiba-tiba nyeri berat secara mendadak, kemungkinan terjadi perforasi atau kehamilan di luar kandungan.

2. Gangguan Mentruasi

IUD tembaga dapat meningkatkan pendarahan menstruasi atau nyeri haid (dismenore). Perempuan juga bisa mengalami bercak (flek) antara periode menstruasi. IUD hormonal dapat mengurangi masalah ini. Menstruasi juga mungkin akan menjadi lebih banyak dari biasanya dan terjadi pemanjangan atau pemendekan siklus menstruasi.

3. Perforasi Uterus atau Rahim Berlubang

Perforasi artinya jebol atau bocor. Efek samping ini terjadi pada 1 dari 1000 wanita. IUD terjebak di dalam atau menusuk rahim sehingga terjadi perforasi pada rahim. Meskipun hal ini jarang terjadi, namun hampir selalu terjadi selama proses pemasangan. Apabila efek samping ini terjadi, maka spiral harus segera dilepas.

4. Spiral Lepas

Sekitar 2-10 dari 100 IUD terlepas sendiri dan keluar melalui jalan lahir. Hal ini biasanya terjadi dalam beberapa bulan pertama penggunaan IUD. Terlepasnya spiral biasanya terjadi ketika dipasang tepat setelah melahirkan atau keluar ketika seorang wanita sedang menstruasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Postinor 750mcg tab 1

Lepasnya spiral ini harus diketahui, karena apabila telah terlepas maka tidak ada lagi perlindungan dalam mencegah kehamilan. Spiral yang lepas bila stuck pada rongga perut dapat berbahaya bagi tubuh.

5. Radang Panggul

Efek samping KB spiral yang satu ini tidak selalu muncul. Risiko akan meningkat apabila pemasangan IUD kurang memperhatikan higienitas (alat-alat yang steril) dan pada wanita yang memiliki pasangan lebih dari satu karena berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual. Selain itu, KB spiral termasuk jenis kontrasepsi yang tidak mencegah penyakit menular seksual.

6. Kista

IUD hormonal dapat menyebabkan tumor yang disebut kista ovarium, namun kista ini biasanya bisa hilang sendiri. Di Amerika, penggunaan kontrasepsi Mirena menyebabkan 2-10 orang dengan kontrasepsi tersebut memiliki kista ovarium.

7. Efek Hormonal

IUD hormonal memiliki efek samping yang mirip dengan efek samping pil KB, seperti nyeri payudara, perubahan suasana hati, sakit kepala, dan jerawat. Efek samping ini jarang terjadi dan kalaupun terjadi biasanya hilang setelah beberapa bulan pertama.

Ingatlah bahwa efek samping dari KB spiral jarang menimbulkan komplikasi yang serius, terlebih jika pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang kompeten. Mengingat efek samping KB spiral yang tak begitu berarti dibandingkan dengan keuntungannya, maka penggunaannya masih dianjurkan hingga saat ini. 

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Carusi DA, et al. Intrauterine contraceptive device: Insertion and removal. https://www.uptodate.com/contents/search.
Melmed S, et al. Hormonal contraception. In: Williams Textbook of Endocrinology. 13th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2016. https://www.clinicalkey.com.
Lobo RA, et al. Family planning. In: Comprehensive Gynecology. 7th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2017. https://www.clinicalkey.com.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app