Keluarga Berencana

7 Efek Samping KB Spiral (IUD)

Update terakhir: Mar 8, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.099.228 orang

7 Efek Samping KB Spiral (IUD)

Saat ini banyak sekali jenis atau metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, mulai dari pil KB, suntik, kondom, susuk, dan spiral (IUD). Nah, pada kesempatan kali ini akan dibahas khusus mengenai efek samping KB spiral yang tak jarang membuat takut bagi calon pengguananya.

Ya, banyak sekali ibu-ibu yang takut ketika saya sarankan untuk menggunakan KB spiral ini, seperti takut terkena infeksi, rasa sakit, tetap hamil (kebobolan), spiral lepas sendiri, dikomplain suami dan masih banyak jenis keluhan lainnya yang terkait efek samping KB spiral. Namun, apakah benar demikian?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai efek sampingnya, mari kita kenali terlebih dahulu apa itu KB spiral. KB Spiral atau IUD (intra uterine device) adalah perangkat plastik berbentuk T kecil yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Bentuknya seperti pada gambar di bawah ini:

Alat KB spiral atau IUD ada dua macam, yaitu:

  • IUD Tembaga (Cu, Copper). Jenis IUD yang paling banyak digunakan. IUD tembaga ini bisa digunakan hingga 10 tahun dan merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang sangat efektif.
  • IUD hormonal. Hormon yang terkandung adalah jenis progestin, levonorgestrel. IUD hormonal tampaknya sedikit lebih efektif dalam mencegah kehamilan daripada IUD tembaga. Durasi penggunaan 3-5 tahun.

Efek Samping KB Spiral atau IUD

Rasa Nyeri

Sebagian wanita akan mengalami nyeri punggung dan kram seperti nyeri haid yang terjadi dalam beberapa jam setelah pemasangan spiral.

Gangguan Mentruasi

IUD tembaga dapat meningkatkan pendarahan menstruasi atau nyeri haid (dismenore). Perempuan juga bisa mengalami bercak (ngeflek) antara periode menstruasi. Sedangkan IUD hormonal dapat mengurangi masalah ini.

Perforasi  Uterus

Perforasi artinya jebol atau bocor, Terjadi pada 1 dari 1.000 wanita, IUD terjebak di dalam atau menusuk rahim sehingga terjadi perforasi pada rahim. Meskipun hal ini jarang terjadi, tapi hampir selalu terjadi selama proses pemasangan. Jika efek KB spiral ini terjadi, maka spiral harus segera dilepas

Spiral Lepas

Sekitar 2 - 10 dari 100 IUD terlepas sendiri dan keluar melalui jalan lahir. Hal ini biasanya terjadi dalam beberapa bulan pertama penggunaan. Terlepasnya spiral itu lebih mungkin ketika dipasang tepat setelah melahirkan, atau keluar ketika seorang wanita sedang menstruasi.

Lepasnya spiral ini harus diketahui, karena apabila telah terlepas maka tidak ada lagi perlindungan dalam mencegah kehamilan.

Radang Panggul

Efek samping KB spiral yang satu ini tidak selalu muncul. Risiko akan meningkat apabila pemasangan yang kurang memperhatikan higienitas (alat-alat yang steril) dan pada wanita yang memiliki pasangan lebih dari satu karena berisiko tinggi terkena penyakit menular s**sual (PMS)

Kista

IUD hormonal dapat menyebabkan tumor jinak atau non-kanker yang disebut kista ovarium, namun kista ini biasanya hilang sendiri.

Efek Hormonal

Khusus IUD hormonal dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan efek samping pil KB, seperti nyeri payudara, perubahan suasana hati, sakit kepala, dan jerawat. Efek samping ini jarang terjadi dan kalaupun terjadi biasanya hilang setelah beberapa bulan pertama.

Ingatlah bahwa efek dari KB spiral di atas jarang menimbulkan komplikasi yang serius, terlebih pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang kompeten.

Mengingat efek samping KB spiral yang tak begitu berarti, dibandingkan dengan keuntungannya yang lebih banyak maka penggunaannya masih dianjurkan hingga saat ini. Apalagi jika dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit