Gejala Kekurangan Kalsium

Gejala Kekurangan Kalsium
Dipublish tanggal: Sep 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Dampak Buruk Kekurangan Kalsium dan Cara Menanganinya

Tanpa disadari, risiko kekurangan kalsium cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Walau demikian bukan berarti hanya orang tua saja yang berisiko mengalami defisiensi kalsium, namun remaja dan penderita overweight juga. Oleh sebab itu, jangan abaikan kondisi ini karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang serius. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Setiap harinya, tubuh orang dewasa membutuhkan kalsium sebanyak 1000 mg. Kadarnya lebih tinggi lagi untuk lansia yang usianya menginjak 50 tahun ke atas, yakni 1200 mg. Kalsium merupakan mineral yang memiliki berbagai fungsi penting bagi tubuh, misalnya seperti:

  • Menguatkan tulang maupun gigi.
  • Mencegah osteoporosis.
  • Memelihara kesehatan fungsi sel tubuh.
  • Mengirim sinyal antarsel dan antarsaraf.
  • Membantu sekresi berbagai hormon.
  • Koagulasi darah.
  • Memelihara kontraksi jantung, otot, serta saraf agar tetap sehat.
  • Relaksasi otot.

Pada dasarnya kondisi defisiensi kalsium tidak menimbulkan gejala berarti, apalagi bila itu baru terjadi dalam waktu singkat. Lain halnya dengan kekurangan kalsium jangka panjang, dalam hal ini tubuh mungkin merasakan beberapa gejala berikut: 

  • Kram atau nyeri otot, terutama di punggung, paha, bawah ketiak, dan kaki - kondisi ini dapat berkembang menjadi kejang otot
  • Kesemutan, baik di sekitar mulut, lengan, kaki, atau jari kaki dan tangan
  • Bersin
  • Sulit menelan
  • Perubahan suara akibat kejang otot pangkal tenggorokan
  • Gampang lelah akibat insomnia atau kurang tidur
  • Menurunnya nafsu makan
  • Tulang rapuh dan mudah patah walau tidak disebabkan cedera parah.
  • Kuku kering, rapuh, bahkan patah
  • Rambut kasar bahkan rontok sehingga memicu kebotakan
  • Pingsan
  • Gagal jantung
  • Sakit dada
  • Gatal-gatal kronis
  • Kerusakan gigi, termasuk melemahnya akar gigi, iritasi gusi, gigi rapuh hingga membusuk.
  • Psoriasis
  • Eksim 
  • Kulit kering
  • Katarak
  • Nyeri ketika datang bulan
  • Otot lemah
  • Gangguan mental seperti depresi, pikun, hingga sering bingung
  • Gejala osteoporosis seperti sakit kepala, berat badan turun, postur bungkuk, tulang retak atau patah terutama di tulang belakang, pergelangan, atau pinggul.

Dampak Buruk Kekurangan Kalsium

Bila mengalami gejala kekurangan kalsium jangka panjang (disebut juga hipokalemia), segeralah berkonsultasi dengan dokter. Alasannya karena hipokalemia mampu meningkatkan risiko penyakit serius seperti:

  • Osteopenia (kondisi turunnya kepadatan tulang) - dapat berkembang menjadi osteoporosis.
  • Osteoporosis 
  • Perubahan gigi dan otak
  • Penyakit rakitis
  • Patah tulang
  • Gangguan jantung
  • Hipertensi
  • Kanker, mulai dari usus besar, rektum, hingga prostat
  • Preeklamsia pada bumil

Penyebab Kekurangan Kalsium

Ada berbagai penyebab mengapa tubuh dapat sampai mengalami kekurangan kalsium, misalnya seperti;

  • Minimnya asupan vitamin D dan magnesium
  • Terlalu tingginya asupan sodium serta fosfor (dari minuman bersoda dan zat adiktif dalam makanan)
  • Pola makan vegetarian
  • Efek samping obat tertentu, seperti kemoterapi, obat anti-kejang, proton pump inhibitors.
  • Malabsorbsi makanan (gangguan penyerapan nutrisi)
  • Abnormalitas fungsi paratiroid, misalnya akibat penyakit autoimun atau usai menjalani operasi tiroid/ leher. 
  • Usai menjalani operasi lambung.
  • Menderita kondisi medis tertentu seperti gangguan hormon, pankreatitis, penyakit ginjal kronis, hingga kekurangan albumin.

Cara Mencegah dan Menangani Kekurangan Kalsium

Cara mencegah kekurangan kalsium pastinya dengan mengonsumsi mineral tersebut dalam kadar cukup setiap harinya. Untuk ini, Anda dapat mengandalkan beberapa makanan sumber kalsium tinggi berikut ini:

  • Ikan laut seperti teri, salmon, atau sarden.
  • Buah-buahan, misalnya jeruk, kiwi, plum, stroberi, pepaya, ara, hingga kurma.
  • Sayuran, contohnya brokoli, okra, bok choy, serta bayam.
  • Kacang-kacangan seperti kedelai, almond, wijen. atau edamame. 
  • Susu dan produk olahannya, misalnya keju atau yoghurt.
  • Roti gandum serta sereal yang sudah difortifikasi kalsium.
  • Tahu dan susu kedelai

Alternatif lain untuk mencegah dan mengatasi kekurangan kalsium adalah dengan minum suplemen. Untuk jenisnya, pilih kalsium sitrat atau kalsium sitrat malat, minum sedikitnya 2 kali bersama makanan agar dapat terserap maksimal oleh tubuh. 

Namun sebelum memutuskan minum suplemen kalsium tambahan, konsultasikan lebih dulu dengan dokter. Alasannya, suplemen kalsium berpotensi memicu efek interaksi obat jika diminum bersama obat tertentu lainnya. 

Walau defisiensi kalsium itu berdampak buruk, tapi Anda juga tidak disarankan mengonsumsi mineral ini dalam jumlah berlebihan. Kelebihan kalsium khususnya dari suplemen, tidak baik untuk kesehatan karena dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan batu ginjal

 

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hypocalcemia: Causes, Symptoms, and Treatment. Healthline. (https://www.healthline.com/health/calcium-deficiency-disease)
Calcium: What You Should Know. WebMD. (https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/calcium)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app