Econazole: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 19, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Jun 6, 2019 Waktu baca: 3 menit

Mengenai Econazole

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Krim, lotion, bubuk, larutan topikal

Kandungan:

Obat antijamur

Manfaat Econazole

Econazole (Ecostatin, Ecoderm, Pevaryl dan banyak nama lainnya) adalah imidazol sintetik yang strukturnya sangat mirip dengan struktur miconazole. Obat ini pertama kali disintesis pada tahun 1969, obat ini pertama kali digunakan pada pasien di tahun 1970-an dan dilisensikan untuk digunakan pada tahun 1974.

Seperti azoles lainnya, Obat ini menghambat produksi ergosterol, yaitu bahan kimia utama dalam dinding sel jamur. Saat dinding pertahanan jamur hancur, maka sistem imun tubuh dapat membasmi infeksi jamur lebih mudah.

Econazole aktif terhadap sebagian besar spesies Candida dan jamur kulit seperti Trichophyton spp., Microsporum spp. dan Epidermophyton floccosum dan Malassezia spp., serta beberapa patogen jamur sistemik seperti Aspergillus spp. Obat ini memiliki juga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, tetapi penggunaan utamanya bukan bertujuan untuk mengatasi infeksi bakteri.

Econazole aman digunakan karena penyerapan econazole ke dalam tubuh sangan minimal saat diterapkan pada kulit, karena penggunaan Econazole hanya menembus lapisan permukaan kulit paling luar (epidermis). Pemberian Econazole pada vagina juga diserap sangat minimal. Econazole topikal juga mungkin dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan ini.

Ikuti semua petunjuk penggunaan pada aturan pakai yang tertera di dalam kemasan. Beri tahu setiap penyedia layanan kesehatan Anda tentang semua kondisi medis Anda, alergi, dan semua obat yang Anda gunakan.

Dosis dan cara penggunaan Econazole

Econazole tersedia dalam bentuk krim, lotion, bubuk atau larutan 1% yang hanya digunakan secara topikal (obat luar) biasanya 3 kali sehari selama 2-4 minggu.

Econazole efektif untuk mengatasi dermatitis seboroik, ruam popok akibat jamur Candida, beberapa kasus kurap, tinea cruris dan kaki atlet. Solusi 1% dapat digunakan untuk mengatasi otitis eksterna. Untuk kondisi peradangan seperti dermatitis seboroik, penggunaan kombinasi dengan kortikosteroid topikal mungkin sangat membantu.

  • Untuk mengobati kandidiasis vagina: Econazole krim 1% dapat diberikan selama 2 minggu setiap malam. Krim Econazole juga digunakan untuk mengobati kandidiasis penis (balanitis)
  • Untuk mengobati kaki atlet: Oleskan obat ke daerah yang terkena dan kulit sekitar sekali sehari selama 1 bulan
  • Untuk mengobati kurap, atau panu: Oleskan obat ke daerah yang terkena dan kulit sekitar sekali sehari selama 2 minggu
  • Untuk mengobati infeksi ragi kulit: Oleskan obat ke daerah yang terkena dan kulit sekitar dua kali sehari selama 2 minggu

Jangan menutup area kulit yang telah dioleskan obat Econazole kecuali dengan arahan dokter. Menutup area kulit yang telah dioleskan obat dengan perban dapat meningkatkan jumlah obat yang diserap melalui kulit Anda dan dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Gunakan obat ini untuk jangka waktu yang ditentukan, bahkan jika gejala Anda dengan cepat membaik. Melewati dosis dapat meningkatkan terjadinya risiko infeksi yang kebal terhadap obat. Econazole topikal tidak dianjurkan untuk mengobati infeksi akibat bakteri.

Efek samping apa yang dapat ditimbulkan Econazole?

Econazole dapat menyebabkan efek samping. Jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut, segera hubungi dokter Anda:

  • Gatal
  • Terbakar
  • Iritasi
  • Pengelupasan kulit
  • Menyengat
  • Kemerahan
  • Ruam
  • Benjolan
  • Kulit melepuh

Dapatkan bantuan medis darurat jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi seperti gatal-gatal; sulit bernafas; pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan Anda. Daftar efek samping di atas bukanlah daftar lengkap efek samping dari obat ini, efek samping yang lain mungkin terjadi. Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai efek samping.

Apakah Econazole topikal dapat digunakan bersamaan dengan obat lain?

  • Kortikosteroid: Pada sebuah penelitian menunjukan bahwa kortikosteroid dapat menghambat aktivitas antijamur Econazole terhadap C. albicans. Ketika konsentrasi kortikosteroid sama atau lebih besar dari Econazole aktivitas antijamur Econazole secara substansial dihambat. Ketika konsentrasi kortikosteroid sepersepuluh dari Econazole, tidak ada penghambatan aktivitas antijamur yang dapat ditemukan.
  • Nistatin: Kombinasi Econazole dan nistatin merupakan kombinasi obat yang memiliki fungsi yang sama. Oleh karena itu, penggunaan Nistatin dengan Econazole biasanya tidak diberikan.
  • Warfarin: Pemberian warfarin bersamaan dengan Econazole dapat meningkatkan efek antikoagulan. Dalam banyak kasus, penyerapan Econazole mungkin dapat meningkat dengan pemberian obat-obatan pada bagian tertentu seperti di alat kelamin, atau di atas area permukaan tubuh yang besar. Jika obat-obat ini digunakan dalam kombinasi, pemantauan ketat dibutuhkan.

Perhatian

  • Beritahukan dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain 
  • Beritahukan dokter dan apoteker obat-obatan apa saja yang sedang Anda gunakan, termasuk vitamin
  • Beritahukan dokter jika Anda sedang atau merencanakan kehamilan atau sedang menyusui. Jika Anda hamil saat menggunakan Econazole, hubungi dokter Anda

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Econazole Topical : Uses, Side Effects, Interactions, Pictures, Warnings & Dosing - WebMD (https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11726-1789/econazole-topical/econazole-foam-topical/details)
Econazole Topical: MedlinePlus Drug Information (https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a684049.html)
Econazole Cream: Indications, Side Effects, Warnings - Drugs.com (https://www.drugs.com/cdi/econazole-cream.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app