Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Denyut Lemah - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: SEP 18, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 925.820 orang

Denyut nadi Anda merepresentasikan detak jantung Anda. Denyut nadi dapat dirasakan pada beberapa titik yang berbeda pada tubuh Anda, seperti pergelangan tangan, leher, atau selangkangan Anda.

Ketika seseorang terluka parah atau sakit, mungkin sulit untuk meraba denyut nadi orang tersebut. Ketika denyut nadi mereka sangat lemah, Anda mungkin tidak bisa merasakannya sama sekali.

Denyut nadi yang lemah atau tidak ada dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Biasanya, gejala ini menunjukkan terjadinya masalah serius pada tubuh. Seseorang dengan denyut nadi yang lemah atau tidak ada, biasanya akan mengalami kesulitan bergerak atau berbicara. Jika seseorang mengalami kondisi ini, segera hubungi call centre penyedia layanan kesehatan di kota Anda.

Mengidentifikasi denyut nadi yang lemah atau tidak ada

Anda dapat mengidentifikasi denyut nadi yang lemah atau tidak ada dengan memeriksa titik nadi di pergelangan tangan atau leher seseorang. Penting untuk memeriksa denyut nadi dengan benar. Jika tidak memeriksa denyut nadi dengan seksama, Anda bisa saja keliru saat melaporkan denyut nadi yang lemah. Ikuti petunjuk di bawah ini untuk memeriksa denyut nadi pada titik-titik tertentu:

  • Pergelangan Tangan: Tempatkan telunjuk dan jari tengah di bagian bawah pergelangan tangan, di bawah pangkal ibu jari. Pastikan untuk menekan dengan kuat.
  • Leher: Tempatkan telunjuk dan jari tengah di sebelah jakun, di area berongga. Pastikan untuk menekan dengan kuat.

Jika Anda mengidentifikasi denyut nadi yang lemah atau tidak ada pada seseorang, segera hubungi call centre penyedia layanan kesehatan di kota Anda.

Setelah Anda menemukan nadi mereka, hitung denyutnya selama satu menit penuh. Atau hitung denyutnya selama 30 detik dan kalikan dua, dengan begitu akan memberi Anda denyut nadi per menit. Denyut jantung normal saat istirahat pada orang dewasa adalah 60 hingga 100 denyut per menit.

Beberapa orang mungkin memiliki denyut nadi yang lemah. Dalam hal ini, beberapa peralatan dapat digunakan untuk mengukur denyut nadi mereka dengan benar. Salah satu jenis peralatan adalah pulse oksimeter. Pulse oksimetri adalah sebuah monitor kecil yang diletakkan di ujung jari seseorang yang dapat digunakan mengukur kadar oksigen dalam tubuh mereka.

Gejala terkait

Gejala lain mungkin muncul bersamaan dengan denyut nadi lemah atau tidak ada. Gejala-gejala ini termasuk:

  • tekanan darah rendah
  • pusing
  • pingsan
  • detak jantung yang cepat atau tidak teratur
  • pernapasan dangkal
  • kulit berkeringat
  • sakit dada
  • rasa sakit yang tajam di lengan dan kaki

Apa yang menyebabkan denyut nadi yang lemah atau tidak ada?

Penyebab paling umum yang menyebabkan nadi lemah atau tidak ada adalah henti jantung dan syok. Henti jantung terjadi ketika jantung seseorang berhenti berdetak. Syok  terjadi ketika tubuh seseorang mulai mati. syok menyebabkan denyut nadi lemah, detak jantung cepat, pernafasan pendek, dan kesadaran menurun. Syok dapat disebabkan oleh apa saja, mulai dari dehidrasi hingga serangan jantung.

Cara mengatasi denyut nadi yang Lemah atau tidak ada

Perawatan Darurat
Jika seseorang memiliki denyut nadi lemah atau tidak ada dan tidak ada detak jantung yang efektif, Anda harus melakukan resusitasi Jantung Paru (RJP). Sebelum memulai, tentukan apakah orang tersebut sadar atau tidak sadar. Jika Anda tidak yakin, tepuk bahu mereka dan tanyakan dengan keras: "Apakah Anda baik-baik saja?"

Jika tidak ada respons hubungi call centre penyedia layanan kesehatan di kota Anda. Jika ada orang lain, minta mereka untuk menghubungi call centre penyedia layanan kesehatan untuk Anda. Jika Anda sendirian dan orang itu tidak responsif karena mati lemas - misalnya, karena tenggelam - lakukan RJP selama satu menit. Kemudian hubungi call centre penyedia layanan kesehatan di kota Anda.

Jika Anda terlatih melakukan RJP dan percaya diri dengan kemampuan Anda, mulailah dengan 30 kompresi dada. Kemudian periksa jalan nafas mereka dan berikan mereka nafas buatan jika diperlukan. Lanjutkan RJP sampai ada respon atau sampai paramedis tiba.

Jika Anda tidak terlatih melakukan RJP, Anda dapat melakukan RJP dengan tangan. Berikan tekanan dada dengan kecepatan sekitar 100 kompresi per menit sampai orang tersebut merespon atau paramedis tiba.

Untuk memberikan kompresi dada:

  • Baringkan orang itu pada permukaan yang keras. Jangan merubah posisi mereka jika sepertinya mereka memiliki cedera tulang belakang atau cedera kepala.
  • Berlututlah di samping dada orang tersebut.
  • Letakan salah satu tangan Anda di tengah dada mereka dan letakan tangan Anda yang lain di atas tangan yang pertama.
  • Condongkan bahu Anda dan berikan tekanan pada dada seseorang dengan menekan setidaknya 5 cm. Pastikan tangan posisi tangan Anda berada di tengah dada orang tersebut.
  • Hitung satu, lalu lepaskan tekanan. Terus lakukan kompresi ini pada kecepatan 100 kali per menit sampai orang tersebut menunjukkan tanda-tanda kehidupan atau sampai paramedis tiba.

Pada 2010, American Heart Association merilis pedoman terbaru untuk RJP. Jika Anda tidak terlatih melakukan RJP tetapi ingin belajar, hubungi Palang Merah setempat untuk informasi tentang kelas-kelas tentang RJP di daerah Anda.

Perawatan Lanjutan
Di rumah sakit, dokter akan menggunakan peralatan pemantau denyut nadi untuk mengukur nadi. Jika tidak ada detak jantung yang efektif atau orang tersebut tidak bernafas, petugas UGD akan memberikan perawatan yang tepat untuk mengembalikan tanda-tanda vital mereka.

Setelah penyebabnya ditemukan, dokter akan meresepkan obat yang diperlukan. Atau mereka mungkin memberikan daftar hal yang harus dihindari, seperti makanan yang menyebabkan reaksi alergi.

Jika perlu, orang tersebut mungkin perlu untuk melakukan kontrol rutin dengan dokter di klinik tempat mereka tinggal.

Apa komplikasi kesehatan yang dapat terjadi di masa depan?

Anda mungkin mengalami memar atau patah tulang rusuk jika Anda menerima RJP. Jika pernapasan atau detak jantung Anda berhenti untuk waktu yang lama, Anda mungkin mengalami kerusakan organ. Kerusakan organ dapat disebabkan oleh kematian jaringan karena kekurangan oksigen.

Komplikasi yang lebih serius dapat terjadi jika Anda tidak memiliki detak jantung yang efektif dan denyut nadi Anda tidak cukup cepat pulih. Komplikasi ini dapat meliputi:

  • Koma, yang disebabkan oleh kurangnya darah dan oksigen ke otak Anda, biasanya setelah serangan jantung.
  • Syok, disebabkan oleh tekanan darah yang tidak mencukupi kebutuhan organ vital Anda.
  • Kematian, disebabkan oleh kurangnya sirkulasi dan oksigen ke otot jantung Anda.

Kesimpulan

Denyut nadi yang lemah atau tidak ada bisa menjadi masalah serius. hubungi call centre penyedia layanan kesehatan di kota Anda jika seseorang mengalami kondisi dimana denyut nadi melemah atau tidak ada sama sekali dan berjuang untuk bergerak atau berbicara. Mendapatkan perawatan dengan cepat dapat membantu Anda mencegah terjadinya komplikasi.

Ditinjau secara medis oleh Debra Sullivan, PhD, MSN, RN, CNE, COI pada 24 Februari 2016 - Ditulis oleh April Kahn

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit