Dentasol: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Dentasol adalah obat gigi berbentuk cair untuk meredakan sakit gigi, peradangan gusi, sariawan serta masalah pada gigi dan mulut lainnya.
  • Densatol mengandung zat anastesi topikal dengan antiseptik yang dapat mengurangi rasa sakit danmengobati infeksi jamur atau bakteri.
  • Dosis Dentasol adalah 1-2 tetes pada kapas, tempelkan pada area yang sakit setiap 3-4 jam sekali.
  • Meski umumnya dapat ditoleransi dengan baik, waspadai risiko efek samping Dentasol berupa sensasi terbakar di area yang diobati.
  • Hindari penggunaan pada anak-anak usia < 1 tahun. Pada ibu hamil dan menyusui, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter.
  • Klik untuk mendapatkan Dentasol atau obat mulut & tenggorokan lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Dentasol adalah obat gigi berbentuk cair untuk meredakan sakit gigi, peradangan gusi, sariawan serta masalah pada gigi, gusi, dan mulut lainnya. Densatol mengandung zat anastesi topikal (bius lokal) dengan antiseptik yang dapat digunakan secara langsung pada area yang sakit untuk mengurangi rasa nyeri serta mengobati infeksi jamur atupun bakteri.

Sebagai obat bebas terbatas, Dentasol bisa digunakan tanpa perlu resep dokter. Meskipun begitu, efek samping dan cara penggunaannya tetap harus diperhatikan. 

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Mengenai Dentasol

Jenis obat Kombinasi anastesi topikal dan antiseptik
Kandungan Benzocaine, cetylpyridinium chloride, camphora, mentholum, phenolum
Kegunaan Meredakan sakit gigi, radang gusi, sariawan serta sakit pada gusi akibat pertumbuhan gigi.
Kategori Obat bebas terbatas
Konsumen Dewasa dan Anak
Kehamilan Kategori C
Sediaan Dentasol 10 ml

Mekanisme kerja Dentasol

Cara kerja Dentasol dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

1. Benzocaine

Merupakan anastesi lokal untuk permukaan kulit yang dapat mencegah transmisi impuls pada serabut dan ujung saraf. Hal ini menyebbakan rasa sakit pada tubuh dapat berkurang. 

Senyawa ini umumnya digunakan sebagai pereda nyeri topikal yang banyak dikombinasikan dalam obat analgesik salep. Senyawa obat ini mengikat pada saluran natrium dan secara reversibel menstabilkan membran neuronal serta menurunkan permeabilitas terhadap ion natrium. 

Akibatnya, terjadi penghambatan depolarisasi membran saraf sehingga menghalangi inisiasi dan konduksi impuls saraf yang menyebabkan berkurang atau hilangnya rasa sakit.

2. Cetylpyridinium chloride

Merupakan desinfektan kationik dengan sifat-sifat dan kegunaan yang mirip dengan jenis surfaktan kationik lainnya. Namun secara khusus, senyawa ini juga menunjukkan kemampuan bakterisidal dan fungisidal pada bakteri dan jamur jenis gram posifit. Karena itulah, senyawa ini dapat digunakan dalam persiapan pengobatan luka infeksi ringan.

3. Camphora

Merupakan senyawa trepenoid yang terdapat pada tumbuhan kamper. Senyawa ini dapat menstimulasi ujung saraf menjadi lebih sensitif terhadap panas sehingga menghasilkan sensasi dingin ketika digunakan pada kulit bibir, gusi atau gigi yang sakit.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

4. Mentholum

Merupakan senyawa organik kovalen yang disintesis dari minyak mint atau papermint. Senyawa ini meningkatkan sensitivitas reseptor dingin pada ujung saraf yang menyebabkan sensasi dingin.

5. Phenolum

Merupakan senyawa organik yang larut dalam air dan sering digunakan sebagai antiseptik.

Manfaat Dentasol

Dentasol digunakan untuk mengatasi nyeri akibat sakit gigi, radang gusi, sariawan, dan rasa sakit akibat tumbuh gigi.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini. Penderita yang diketahui memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan Dentasol tidak boleh menggunakannya. Selain itu, penderita epiglotitis dan methemoglobinemia juga tidak boleh menggunakan Dentasol.

Dosis Dentasol

Dentasol tersedia dalam bentuk sediaan obat tetes dengan kekuatan dosis tiap tetesnya adalah sebagai berikut:

  • Benzocaine: 63 mg.
  • Cetylpyridinium chloride: 0,2 mg.
  • Camphora: 0,85 mg.
  • Mentholum: 0,77 mg.
  • Phenolum: 5 mg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Atau sesuai dosis yang tertera pada kemasan obat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Dosis Dentasol untuk mengatasi sakit gigi, sariawan, dan radang gusi adalah:

  • Dosis dewasa: diaplikasikan menggunakan kapas 1-2 tetes pada area yang sakit setiap 3-4 jam sekali.

Petunjuk penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini hanya untuk penggunaan luar dan jangan ditelan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan 3-4 jam sekali. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera mengaplikasikannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 3 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Dentasol pada jadwal penggunaan berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek samping Dentasol

Dentasol umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. 

Efek samping Dentasol meliputi:

Efek overdosis Dentasol

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis penggunaan langsung Dentasol. Namun, penggunaan dosis tinggi dalam waktu lama atau tidak sengaja menelan obat ini dalam jumlah besar dapat menyebabkan efek overdosis Dentasol. 

Gejala overdosis Dentasol berupa:

  • Nyeri saluran pencernaan
  • Rasa terbakar di area yang diobati
  • Gangguan pernapasan
  • Methemoglobinemia
  • Sianosi

Jika hal ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter Anda untuk perawatan gejala yang timbul.

Interaksi Dentasol

Interksi dengan obat minum lainnya tidak ada, karena obat ini digunakan secara topikal yang terbatas pada area mulut (tidak ditelan).

Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan Dentasol, harap perhatikan hal-hal di bawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi terhadap kandungan bahan aktif obat ini.
  • Jika muncul reaksi alergi seperti kesulitan bernapas, ruam kulit, atau pembengkakan di wajah, segera hentikan penggunaan obat ini dan konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Hindari penggunaan pada anak-anak di bawah umur 1 tahun.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Dentasol untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Dentasol berupa benzocaine digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil, menurut FDA. Hal itu berarti studi bahan aktif obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu, penggunaan pada ibu hamil sebaiknya dihindari atau hanya jika manfaatnya lebih besar dibanding efek samping yang ditimbulkan.
  • Belum diketahui apakah bahan aktif Dentasol dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Oleh karena itu penggunaan obat sakit gigi ini pada ibu menyusui sebaiknya dihindari.

Artikel terkait:


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Risk of serious and potentially fatal blood disorder prompts FDA action on oral over-the-counter benzocaine products used for teething and mouth pain and prescription local anesthetics. U.S. Food and Drug Administration (FDA). (https://www.fda.gov/drugs/drug-safety-and-availability/risk-serious-and-potentially-fatal-blood-disorder-prompts-fda-action-oral-over-counter-benzocaine)
Teething Gels: A Warning. Poison Control. (https://www.poison.org/articles/2011-dec/teething-gels-a-warning)
A study of benzocaine gel dosing for toothache. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16583593)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app