Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR AHMAD MUHLISIN

Dentasol - Kegunaan, Dosis, Efek Samping, dll

Update terakhir: SEP 16, 2019 Tinjau pada SEP 16, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.090.330 orang

Dentasol obat apa?

Dentasol adalah obat gigi berbentuk cair untuk meredakan sakit gigi, peradangan gusi, sariawan serta masalah pada gigi, gusi dan mulut lainnya. Densatol mengandung zat anastesi topikal (bius lokal) dengan antiseptik yang dapat digunakan secara langsung pada area yang sakit untuk mengurangi rasa nyeri serta mengobati infeksi jamur atupun bakteri.

Sebagai obat bebas terbatas, Dentasol bisa digunakan tanpa perlu resep dokter. Meskipun begitu, efek samping dan cara penggunaannya harus diperhatikan. Oleh sebab itu, berikut kami ulas kegunaan, dosis, kontraindikasi, efek samping dentasol dan kemungkinan interaksinya serta informasi keamanan obat ini untuk ibu hamil dan menyusui.

Ikhtisar Obat Dentasol

Jenis obat Kombinasi anastesi topikal dan antiseptik
Kandungan Benzocaine, cetylpyridinium chloride, camphora, mentholum, phenolum
Kegunaan Meredakan sakit gigi, radang gusi, sariawan serta sakit pada gusi akibat pertumbuhan gigi.
Kategori Obat bebas terbatas
Konsumen Dewasa dan Anak
Kehamilan Kategori C
Sediaan Dentasol 10 ml

Mekanisme Kerja

Cara kerja Dentasol dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Benzocaine, merupakan anastesi lokal untuk permukaan kulit yang dapat mencegah transmisi impuls pada serabut dan ujung saraf sehingga dapat mengurangi rasa sakit akibat kondisi tertentu. Senyawa ini umumnya digunakan sebagai pereda nyeri topikal yang banyak dikombinasikan dalam obat analgesik salep. Senyawa obat ini mengikat pada saluran natrium dan secara reversibel menstabilkan membran neuronal serta menurunkan permeabilitas terhadap ion natrium. Akibatnya terjadi penghambatan depolarisasi membran saraf sehingga menghalangi inisiasi dan konduksi impuls saraf yang menyebabkan berkurang atau hilangnya rasa sakit.
  • Cetylpyridinium chloride, merupakan desinfektan kationik dengan sifat-sifat dan kegunaan yang mirip dengan jenis surfaktan kationik lainnya. Namun secara khusus senyawa ini juga menunjukkan kemampuan bakterisidal dan fungisidal pada bakteri dan jamur jenis gram posifit. Karena itu senyawa ini dapat digunakan dalam persiapan pengobatan luka infeksi ringan.
  • Camphora, merupakan senyawa trepenoid yang terdapat pada tumbuhan kamper. Senyawa ini dapat menstimulasi ujung saraf menjadi lebih sensitif terhadap panas sehingga menghasilkan sensasi dingin ketika digunakan pada kulit bibir, gusi atau gigi yang sakit.
  • Mentholum, merupakan senyawa organik kovalen yang disintesis dari minyak mint atau papermint. Senyawa ini meningkatkan sensitivitas reseptor dingin pada ujung saraf yang menyebabkan sensasi dingin.
  • Phenolum, merupakan senyawa organik yang larut dalam air dan sering digunakan sebagai antiseptik.

Indikasi atau Kegunaan Dentasol

Dentasol digunakan untuk mengatasi nyeri akibat sakit gigi, radang gusi, sariawan dan rasa sakit akibat tumbuh gigi.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini tidak boleh menggunakannya. Selain itu penderita epiglotitis dan methemoglobinemia juga tidak boleh menggunakan Dentasol.

Dosis Dentasol dan Cara Penggunaan

Dentasol tersedia dalam bentuk sediaan obat tetes dengan kekuatan dosis tiap tetesnya adalah sebagai berikut:

  • Benzocaine: 63 mg.
  • Cetylpyridinium chloride: 0,2 mg.
  • Camphora: 0,85 mg.
  • Mentholum: 0,77 mg.
  • Phenolum: 5 mg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Atau sesuai dosis yang tertera pada kemasan obat.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Dentasol untuk mengatasi sakit gigi, sariawa, dan radang gusi

  • Dosis dewasa: diaplikasikan menggunakan kapas 1-2 tetes pada area yang sakit setiap 3 - 4 jam sekali.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini hanya untuk penggunaan luar dan jangan di telan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan 3 - 4 jam sekali. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera mengaplikasikannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 3 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Dentasol pada jadwal penggunaan berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Dentasol

Dentasol umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Dentasol meliputi:

  • Dapat menyebabkan rasa terbakar dan menyengat di area yang diobati.
  • Efek samping yang lebih jarang berupa methemoglobinemia (kelebihan hemoglobin), gangguan pernapasan, dan sianosis.

Efek Overdosis Dentasol

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis penggunaan langsung Dentasol. Namun penggunaan dosis tinggi dalam waktu lama atau tidak sengaja menelan obat ini dalam jumlah besar dapat menyebabkan efek overdosis Dnetasol. Gejalanya dapat berupa nyeri saluran pencernaan, rasa terbakar di area yang diobati, gangguan pernapasan, methemoglobinemia dan sianosi. Jika hal ini terjadi segera konsultasikan dengan dokter Anda untuk perawatan gejala yang timbul.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi terhadap kandungan bahan aktif obat ini.
  • Jika muncul reaksi alergi seperti kesulitan bernapas, ruam kulit, atau pembengkakan di wajah, segera hentikan penggunaan obat ini dan konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Hindari penggunaan pada anak-anak di bawah umur 1 tahun.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Dentasol untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Dentasol berupa benzocaine digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA. Hal itu berarti studi bahan aktif obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaan pada ibu hamil sebaiknya dihindari atau hanya jika manfaatnya lebih besar dibanding efek samping yang ditimbulkan.
  • Belum diketahui apakah bahan aktif Dentasol dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Oleh karena itu penggunaan obat sakit gigi ini pada ibu menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Interksi dengan obat minum lainnya tidak ada, karena obat ini digunakan secara topikal yang terbatas pada area mulut (tidak ditelan).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp